Unik! Sejoli di Purwokerto Ini Ijab Kabul Bernuansa Sidang

Unik! Sejoli di Purwokerto Ini Ijab Kabul Bernuansa Sidang

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 14 Feb 2026 15:15 WIB
Suasana ijab kabul yang dikemas dengan konsep persidangan di Hotel Luminor Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (14/2/2026).
Suasana ijab kabul yang dikemas dengan konsep persidangan di Hotel Luminor Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (14/2/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Sebuah resepsi pernikahan yang digelar di Ballroom Hotel Luminor Purwokerto, Banyumas, hari ini begitu unik. Bukan dekorasi khidmat atau bertema adat nan elegan, para tamu justru disuguhkan 'sidang terbuka'.

Di ruangan itu, meja hakim, palu sidang, hingga penanda bertuliskan 'Hakim Ketua' dengan latar hijau tersusun rapi di meja utama. Sejak pukul 08.00 WIB, prosesi pernikahan pasangan muda ini benar-benar dikemas layaknya sebuah persidangan terbuka.

Bukan sekadar gimmick, konsep unik tersebut dipilih karena mempelai perempuan merupakan putri dari seorang advokat Banyumas, Djoko Susanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan pengantin, Oryz Amaldha dan Farashdhizkha Citra Luthfiani, sepakat menjadikan prosesi sakral mereka sebagai 'sidang terbuka' yang disaksikan keluarga besar dan para undangan.

ADVERTISEMENT

Rangkaian acara pun dibuat menyerupai alur persidangan. Kedua mempelai memasuki ruangan layaknya para pihak dalam sidang, dilanjutkan dengan pembacaan 'putusan', hingga akhirnya tiba pada inti acara ijab kabul yang langsung dibacakan oleh Djoko Susanto.

Meski dikemas berbeda, Djoko Susanto menegaskan nilai sakral pernikahan tetap menjadi hal utama.

Suasana ijab kabul yang dikemas dengan konsep persidangan di Hotel Luminor Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (14/2/2026).Suasana ijab kabul yang dikemas dengan konsep persidangan di Hotel Luminor Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (14/2/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

"Kita ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, tapi tidak menghilangkan kesakralan pernikahan. Konsep sidang terbuka ini kami maknai sebagai simbol bahwa pernikahan adalah keputusan besar yang disepakati bersama dan disaksikan banyak pihak," ujar Djoko kepada wartawan usai acara, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, ide tersebut juga menjadi representasi latar belakang keluarga, tanpa bermaksud menjadikan prosesi pernikahan sebagai tontonan semata.

"Justru pesan yang ingin kami sampaikan, bahwa keputusan menikah itu harus dipertimbangkan matang-matang, seperti sebuah putusan penting dalam kehidupan," lanjutnya.

Di tengah suasana formal ala ruang sidang, momen ijab kabul tetap berlangsung khidmat. Lafal akad diucapkan lancar, disambut isak haru keluarga dan doa para tamu yang memadati ballroom.

Tak hanya keluarga, sejumlah rekan sejawat, tokoh masyarakat, hingga kalangan mahasiswa turut hadir menyaksikan prosesi yang jarang ditemui di Purwokerto tersebut. Konsep 'ruang sidang' yang tak lazim itu pun menuai banyak apresiasi dari para tamu.

Salah satu tamu undangan, Catur Dermawan, mengaku terkesan dengan konsep yang diusung.

"Kami bersyukur konsep sidang terbuka ini bisa memberikan pengalaman yang unik, tapi tetap tidak mengurangi kesakralan momen pernikahan. Apalagi keterlibatan langsung orang tua sebagai wali, itu menjadi nilai istimewa," ujar Catur.

Hal senada juga disampaikan Wahyu, tamu undangan lainnya. Menurut dia, konsep ijab kabul seperti ini baru pernah ia jumpai selama ia menghadiri pernikahan.

"Unik banget ya, karena baru pertama kali ada konsep ijab kabul model persidangan seperti ini. Tapi tetap tidak mengurangi nilai kesakralan itu sendiri," pungkasnya.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads