Seorang buruh bangunan tewas tersengat listrik saat bekerja. Korban kesetrum saat melepas papan cor dan mengenai jaringan kabel listrik di atas rumah yang dibangunnya tersebut.
"Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit PKU Aisyiyah, sampai di rumah sakit sudah meninggal dunia," kata Kapolsek Boyolali Kota AKP Andy Setiawan kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
Dikemukakan Andy, peristiwa tersebut terjadi pukul 08.45 WIB tadi. Lokasi kejadian di rumah, di Gang Pringgondani 1 Bumi Singkil Permai (BSP) 2 Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban bernama Samto (45) warga Dukuh Slembi, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Kejadian itu berawal saat korban bersama sejumlah rekannya bekerja sebagai buruh bangunan di rumah tersebut. Saat kejadian, korban sedang melepas papan cor di bangunan lantai 2.
Sebelum kejadian, rekannya sempat memperingatkan agar korban berhati-hati, karena dekat dengan kabel listrik. Namun tak disangka, saat melepas papan ke-3, peristiwa terjadi.
Papan yang diangkat korban, mengenai jaringan kabel listrik yang membentang di atas rumah tersebut. Korban langsung terpental dan jatuh dari atas jagrak atau tangga yang dinaikinya.
Teman korban bersama pemilik rumah langsung memberikan pertolongan. Korban segera dibawa ke Rumah Sakit PKU Aisyiyah, Singkil, tak jauh dari lokasi kejadian dengan menggunakan mobil pemilik rumah, untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kejadian itu pun dilaporkan ke Polsek Boyolali Kota. Petugas Polsek Boyolali Kota dipimpin Kapolsek AKP Andy Setiawan, juga langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Petugas juga mengecek kondisi korban di rumah sakit.
Dijelaskan, berdasarkan keterangan dokter, korban sampai di rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal dunia. Dokter sempat melakukan penganan awal dengan melakukan pijat jantung atau resusitasi jantung paru serta bantuan nafas. Namun korban tidak terselamatkan.
"Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban," jelasnya.
Menurut dia, pihak keluarga korban sudah menerima dengan ikhlas atas kejadian itu dan menyatakan menolak untuk dilakuakan autopsi terhadap korban. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
(ams/dil)
