Viral Ricuh Liga 4 Jateng PSIR Rembang Vs Persak Kebumen

Viral Ricuh Liga 4 Jateng PSIR Rembang Vs Persak Kebumen

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Jumat, 13 Feb 2026 15:49 WIB
GENOA, ITALY - OCTOBER 22: Players of Sampdoria are seen in silhouettes during the warming up session before the Serie A match between UC Sampdoria and Spezia Calcio at Stadio Luigi Ferraris on October 22, 2021 in Genoa, Italy. (Photo by Getty Images)
Ilustrasi. Foto: Getty Images/Getty Images
Rembang -

Kericuhan pecah usai pertandingan Liga 4 Jateng antara PSIR Rembang vs Persak Kebumen di Stadion Krida Rembang. Momen kericuhan viral usai diunggah di media sosial. Begini penjelasan polisi dan klub.

Peristiwa tersebut diunggah akun Instagram NusaLiga dalam sebuah video reels. Dalam keterangan unggahan disebutkan situasi memanas baik di dalam maupun di luar stadion setelah laga berakhir.

"Tayangan dari depan terlihat jelas wasit Dwi Purba menerima beberapa injakan," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Jumat (13/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang berkerumun di sekitar area luar stadion. Situasi terlihat memanas saat sejumlah orang saling dorong di tengah kerumunan.

Disebutkan pula wasit yang memimpin pertandingan, Dwi Purba, turut menjadi sasaran insiden tersebut. Pertandingan ini merupakan bagian dari kompetisi Liga 4 Jateng. Di mana tuan rumah PSIR Rembang harus takluk 0-2 dari tim tamu Persak Kebumen.

ADVERTISEMENT

Terkait dengan kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakya Akbar, mengatakan berdasarkan informasi awal, kericuhan diduga terjadi antarsuporter dari Rembang sendiri atau sesama kubu pendukung tuan rumah.

Ia menjelaskan hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian terkait insiden tersebut. Karena belum ada laporan, polisi juga belum mengamankan pihak mana pun maupun mengambil tindakan hukum tertentu.

"Kalau info awal sampai saat ini itu antarsuporter Rembang sendiri. Antara kedua kubu suporter Rembang sendiri. Dan sampai saat ini pun tidak ada yang buat laporan di Polres, jadi kita belum ada mengamankan siapa pun dan tindakan apa-apa," jelas Alva saat dimintai konfirmasi detikJateng hari ini.

Alva menambahkan, pihaknya masih perlu melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti faktor pemicu kericuhan tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dan informasi tambahan dari berbagai pihak.

Sementara itu, Manajer PSIR Rembang, Rasno, mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari asosiasi terkait kemungkinan sanksi.

"Belum, kita masih menunggu hasil keputusan itu. Ya penginnya ya tetap kita tidak kena sanksi dan masalahnya tidak fatal kepada klub," kata Rasno.

Ia menyebut kericuhan terjadi antarsuporter sendiri. Bahkan menurutnya, ada pemain PSIR yang juga menjadi korban pemukulan.

"Dari pemain itu ada, cuma itu kan dengan suporter sendiri. Malah pemain kita yang dipukul suporter itu," ujarnya.

Rasno menyebut salah satu pemain yang terkena pukulan bernama Farhan.

"Itu Farhan yang terkena pukulan," ucapnya singkat saat ditanya siapa pemain yang menjadi korban.

Terkait kondisi wasit yang disebut dalam video mendapat tendangan atau injakan, Rasno mengaku tidak mengetahui secara pasti karena fokus mengamankan tim.

"Saya kurang tahu kalau masalah itu, karena saya hanya fokus ke tim. Saya khawatir nanti kalau saya cek ke sana dianggap lain dan berdampak ke tim saya, jadi saya tidak turun ke lapangan," jelasnya.

Rasno berharap suporter bisa menahan diri dan tidak mengulangi tindakan yang merugikan klub.

"Saya berharap ke depannya supporter bisa menjaga kondusivitas. Kita ini lagi berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat. Harapannya kalau misalkan lolos, tidak ada sanksi untuk klub dan situasi tetap kondusif," tuturnya.

Ia menegaskan pertandingan seharusnya cukup selesai di lapangan. Apalagi Persak disebutnya sebagai tim tetangga.

"Apapun itu kan tim tetangga kita. Jadi pertandingan ya di pertandingan saja, jangan sampai merugikan tim," pungkasnya.



(apl/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads