Jalan Menuju Guci Tegal di Tanjakan Clirit Ambles Imbas Tanah Bergerak

Jalan Menuju Guci Tegal di Tanjakan Clirit Ambles Imbas Tanah Bergerak

Imam Suripto - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 19:20 WIB
Tanjakan Clirit arah menuju wisata Guci ambles menyebabkan patahan. Akibatnya lalu lintas tersendat.
Tanjakan Clirit arah menuju wisata Guci ambles menyebabkan patahan. Akibatnya lalu lintas tersendat. Foto: Imam Suripto/detikJateng
Tegal -

Tanjakan Clirit yang berada di jalur utama menuju obyek wisata Guci Tegal ambles. Badan jalan mengalami retakan di banyak titik.

Lokasi amblesnya jalan arah wisata Guci berada di dekat bukit Clirit View masuk ruas tanjakan Kalibakung-Karangjambu (Clirit) sepanjang kurang lebih 800 meter. Di sepanjang jalan, dipenuhi patahan melintang dengan kedalaman antara 30 hingga 50 sentimeter.

Kerusakan di jalan ini mulai terlihat sejak Selasa (10/2) lalu. Dua hari kemudian, Kamis (12/2) kondisinya makin parah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amblesnya jalan ini membuat arus lalu lintas dari Slawi menuju Guci terganggu. Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter.

Sejumlah bus pariwisata yang akan masuk Guci terpaksa putar balik. Sementara mobil kecil dan sepeda motor harus ekstra hati-hati karena patahan aspal cukup dalam dan badan jalan mengalami penurunan.

ADVERTISEMENT

"Sudah antre hampir satu jam. Tadi ada mobil yang nyangkut, harus didorong ramai-ramai," kata Rudi (38), warga Bumijawa yang hendak turun ke Slawi.

Tidak sedikit pelajar dan pekerja yang terdampak kejadian ini. Mereka harus antre lama agar bisa melewati jalan rusak ini.

"Biasanya pagi sudah sampai pasar, ini molor sampai berjam-jam. Sayur bisa layu kalau kelamaan di jalan," ujar Siti (45), warga asal Bojong.

Jalan ambles ini diawali hujan deras pada Selasa sore lalu. Bermula dari retak rambut, kini makin membesar dan ambles. Babinsa Kalibakung Koramil 17 Balapulang Kodim 0712/Tegal, Sertu Krisbiantoro, mengungkapkan kejadian ini diduga akibat pergeseran tanah.

"Hujan mulai sore dan makin deras hingga pukul 18.00 WIB. Tanjakan Clirit mulai ambles pukul 21.30 WIB. Kemudian pergeseran kedua terjadi lagi dengan kedalaman 30 sampai 50 sentimeter," tuturnya.

Kepala Desa Kalibakung, Mujiono, mengatakan kejadian ini mengingatkan pada peristiwa serupa pada Februari 2021. Lima tahun berselang, di bulan yang sama, jalan kembali ambles dengan kondisi hampir serupa.

"Ya, siklusnya terasa lebih cepat. Intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir membuat debit air sungai membesar dan mendorong keretakan tanah," terang Mujiono.

Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Rahadjo, menjelaskan, saat ini tengah dilakukan pengurukan di tiap patahan. Tujuannya untuk memperkecil gradasi jalan agar bisa dilalui. Kerusakan infrastruktur berupa jalan patah ini, lanjut dia, akibat pergerakan tanah sejak Selasa malam.

"Saat ini tanah belum stabil karena sejak Selasa malam masih ada pergeseran. Untuk penanganan sementara, kami cek dulu kondisi patahan lalu dilakukan pengurukan agar bisa dilewati kendaraan. Itu langkah jangka pendek," jelasnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads