5 Amalan Akhir Syaban dan Persiapan Menyambut Bulan Ramadan, Bolehkah Puasa?

5 Amalan Akhir Syaban dan Persiapan Menyambut Bulan Ramadan, Bolehkah Puasa?

Anindya Milagsita - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 16:35 WIB
Dzikir
Amalan akhir Syaban. (Foto: Mohamed Zarandah/Pexels)
Solo -

Menjelang berakhirnya bulan Syaban, kaum muslim dapat bersiap-siap menyambut datangnya bulan Ramadan dengan tetap memperbanyak amal ibadahnya. Lantas, apa saja amalan akhir Syaban untuk persiapan menyambut bulan Ramadan yang bisa dikerjakan?

Untuk diketahui, bulan Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriah atau Islam. Bulan Ramadan berlangsung tepat setelah Syaban berlalu. Selain dikenal sebagai bulan yang suci, Ramadan juga diyakini oleh setiap muslim sebagai bulan penuh pengampunan.

Sebagaimana dijelaskan dalam 'Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Kontemporer' tulisan Mesenu, terdapat sebuah riwayat hadits yang menerangkan sabda Rasulullah SAW:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Barang siapa yang berpuasa dan menunaikan sholat malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengingat bulan Ramadan penuh dengan keutamaan, maka kaum muslim dapat mempersiapkan diri dari sekarang. Termasuk di penghujung bulan Syaban ini. Sebagai panduan, simak sejumlah amalan yang bisa dikerjakan.

ADVERTISEMENT

Poin Utamanya:

  • Amalan akhir Syaban seperti dzikir, doa, membaca Al-Quran, sedekah, dan sholat sunnah sangat dianjurkan karena memiliki dasar kuat dalam Al-Quran dan hadis. Momentum ini menjadi sarana membersihkan hati dan meningkatkan kualitas spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
  • Rasulullah SAW juga telah mencontohkan doa memohon keberkahan di bulan Rajab dan Syaban serta memohon agar dipertemukan dengan Ramadan.
  • Puasa akhir Syaban di hari hari Syak (tanggal 30 Syaban) sebagian ulama melarang untuk kehati-hatian. Namun, puasa tetap diperbolehkan bagi mereka yang memiliki kebiasaan puasa sunnah rutin atau sedang mengqadha utang puasa Ramadan.

Amalan Akhir Syaban

Amalan akhir Syaban menjelang Ramadan bisa diisi dengan mengerjakan ibadah-ibadah di hari biasanya. Ada berbagai amalan harian yang bisa dilakukan di bulan Syaban maupun menjelang datangnya bulan Ramadan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Melantunkan Dzikir

Amalan pertama adalah melantunkan dzikir. Ibadah yang satu ini bahkan telah diperintahkan oleh Allah SWT dan tertuang dalam Al-Quran. Di dalam buku 'Zikir dan Do'a dalam Tuntunan Al-Kitab dab Al-Sunnah' tulisan Syaikh Abd al-Razaq al-Badr, Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 152:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِࣖ ۝١٥٢

Fadzkurûnî adzkurkum wasykurû lî wa lâ takfurûn.

Artinya: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."

Dalam ayat yang lain, turut diterangkan dzikir sebagai salah satu amalan yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Disampaikan dalam Surat Al-Ahzab ayat 41-42:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ۝٤١ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ۝٤٢

Yâ ayyuhalladzîna âmanudzkurullâha dzikrang katsîrâ. Wa sabbiḫûhu bukrataw wa ashîlâ.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."

2. Banyak Berdoa

Sama halnya dengan berdzikir, banyak-banyak berdoa kepada Allah SWT juga sangat dianjurkan. Baik itu di akhir bulan Syaban, menjelang datangnya bulan Ramadan, sampai hari-hari yang lain.

Perintah berdoa juga telah disampaikan dalam firman Allah SWT melalui Al-Quran. Sebagaimana diringkas dari buku 'Ensiklopedia Al-Quran dan Hadis Per Tema; Bagian 4 Agama Islam' karya Jumanta, di dalam Surat Al-A'raf ayat 55-56, Allah SWT berfirman:

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةًۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ ۝٥٥ وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٥٦

Ud'û rabbakum tadlarru'aw wa khufyah, innahû lâ yuḫibbul-mu'tadîn. Wa lâ tufsidû fil-ardli ba'da ishlâḫihâ wad'ûhu khaufaw wa thama'â, inna raḫmatallâhi qarîbum minal-muḫsinîn.

Artinya: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik."

3. Membaca Al-Quran

Kemudian di penghujung Syaban jelang Ramadan tiba, kaum muslim juga dapat mengisi hari-harinya dengan membaca Al-Quran. Sebab, amalan membaca Al-Quran juga termasuk ibadah yang sangat dianjurkan.

Masih menukil dari buku sebelumnya, perintah membaca Al-Quran tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 186. Allah SWT menyampaikan firman-Nya dalam ayat tersebut:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ۝١٨٦

Wa idzâ sa'alaka 'ibâdî 'annî fa innî qarîb, ujîbu da'watad-dâ'i idzâ da'âni falyastajîbû lî walyu'minû bî la'allahum yarsyudûn.

Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

4. Bersedekah

Apabila memiliki rezeki yang lebih, hendaknya memberikan sedekah bagi orang lain yang membutuhkan. Amalan sedekah juga termasuk dalam perintah Allah SWT yang tertuang melalui Al-Quran.

Sebagaimana diterangkan dalam buku 'Tirulah Shalat Nabi: Jangan Asal Shalat' karya Syaikh Mutawalli Al-Sya'rawi, anjuran bersedekah disampaikan dalam Surat Ibrahim ayat 31 bahwa:

قُلْ لِّعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خِلٰلٌ ۝٣١

Qul li'ibâdiyalladzîna âmanû yuqîmush-shalâta wa yunfiqû mimmâ razaqnâhum sirraw wa 'alâniyatam ming qabli ay ya'tiya yaumul lâ bai'un fîhi wa lâ khilâl.

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, 'Hendaklah mereka melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan'."

5. Sholat Sunnah

Sementara itu, ada juga amalan berupa sholat sunnah yang bisa dikerjakan kapan saja. Termasuk akhir bulan Syaban jelang Ramadan. Ada begitu banyak sholat sunnah yang bisa dikerjakan sesuai dengan contoh dari Rasulullah SAW.

Menurut buku 'Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap' oleh Tim Gema Insani, ada dua jenis sholat sunnah yang bisa dikerjakan oleh kaum muslim. Keduanya adalah sholat sunnah rawatib dan selain rawatib.

Sholat rawatib adalah sholat sunnah yang pengerjaannya terikat dengan sholat fardhu. Biasanya sholat rawatib dikerjakan sebelum atau sesudah sholat fardhu. Lain halnya dengan sholat selain rawatib yang tidak terikat sholat fardhu. Sebut saja Dhuha, Witir, Tahajud, dan lainnya.

Doa Akhir Syaban Menyambut Bulan Ramadan

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, salah satu amalan yang bisa dikerjakan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan adalah berdoa kepada Allah SWT. Ada berbagai versi bacaan doa menyambut datangnya bulan Ramadan.

Diringkas dari buku 'Kalender Ibadah Sepanjang Tahun' karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, Rasulullah SAW melafalkan sebuah doa yang memohon keberkahan di bulan Syaban dan disampaikan hingga bulan Ramadan. Berikut bacaan doa yang diamalkan oleh Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.

Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballighnaa ramadhaana.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."

Sementara itu, di dalam buku 'Kumpulan 101 Kultum tentang Islam' karya M Quraish Shihab, terdapat sebuah doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW dalam menyambut Ramadhan. Doa tersebut didasarkan pada sebuah riwayat hadits yang menuturkan:

اللهم اهله علينا بالامن والامان، والسلامة والاسلام، والعافية
المجلله ورفع الاسقام

"Ya Allah, jadikanlah kehadirannya kepada kami membawa rasa aman dan keamanan. Keselamatan dan Keislaman, serta 'afiat/perlindungan yang sempurna dan keterhindaran dari segala penyakit." (HR. at-Tirmidzy)

Bolehkah Puasa Akhir Syaban?

Mengenai kebolehan berpuasa di akhir Syaban yang menjadi waktu menjelang Ramadan tiba, ada pandangan berbeda di kalangan jumhur ulama. Ada sebagian ulama yang membolehkannya dengan ketentuan khusus, tapi ada juga yang tidak memperkenankan sebagai bentuk kehati-hatian.

Menukil dari buku 'Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya' tulisan R Syamsul B dan M Nielda, larangan berpuasa di akhir Syaban atau hari ke-30 dalam bulan tersebut karena dianggap sebagai hari Syak. Istilah hari Syak merujuk pada hari yang mana manusia meragukannya.

Larangan berpuasa di hari Syak, termasuk tanggal 30 Syaban, diriwayatkan dari Amar bin Yasar r.a. yang menuturkan sabda Rasulullah SAW:

مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يَشْكُ فِيْهِ النَّاسُ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمُ روه أبو
داود والترمذي

"Barangsiapa berpuasa pada hari yang manusia meragukannya (hari Syak), maka dia telah bermaksiat terhadap Abul Qasim (Rasulullah) SAW." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Sementara itu, ada juga kalangan yang memperkenankan puasa di hari-hari terakhir bulan Syaban. Dengan catatan, orang yang melakukannya terbiasa berpuasa di hari-hari yang lain. Masih mengacu dari buku yang sama, berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah r.a. yang menerangkan sabda Rasulullah SAW:

لَا تُقَدِّمُوا صَوْمَ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُوْمُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ. روه البخاري و مسلم.

"Janganlah kalian mendahului Ramadan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali seseorang yang telah berpuasa maka berpuasalah." (HR. Bukhari & Muslim)

Hal senada juga diterangkan dalam riwayat lainnya yang menyebut puasa di bulan Syaban sebelum datangnya Ramadan bisa dilakukan bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadan yang lalu. Dikutip dari buku 'Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban' karya Dra Udji Asiyah, MSi, diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa:

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شعبان، الشُّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ

"Aku punya utang puasa Ramadhan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya'ban, karena sibuk melayani Nabi." (HR. Al Bukhari-Muslim)

Wallahu a'lam bishshawab.

Demikianlah tentang amalan akhir Syaban untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadan. Semoga informasi ini membantu, ya.

FAQ tentang Amalan Akhir Syaban

Mengapa hari Syak tidak dianjurkan untuk berpuasa?

Karena hari Syak adalah hari yang diragukan apakah sudah masuk Ramadan atau belum. Rasulullah SAW melarang mendahului Ramadan dengan puasa satu atau dua hari tanpa alasan yang dibenarkan.

Apakah boleh mengqadha utang puasa Ramadan di bulan Syaban?

Terdapat riwayat dari Aisyah r.a. yang mengqadha puasa Ramadan di bulan Syaban karena kesibukannya. Ini menunjukkan bahwa Syaban adalah waktu yang diperbolehkan untuk menunaikan utang puasa.

Apakah ada doa khusus untuk menyambut Ramadan di akhir Syaban?

Ada doa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, yaitu, "Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya'ban wa ballighna Ramadhan" yang berarti memohon keberkahan di bulan Rajab dan Syaban serta dipertemukan dengan Ramadan.



(sto/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads