Talud Sungai di Tulung Klaten Ambrol, 1 Rumah Terancam Roboh

Talud Sungai di Tulung Klaten Ambrol, 1 Rumah Terancam Roboh

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 11:19 WIB
Talud sungai ambrol di Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten, Kamis (12/2/2026).
Talud sungai ambrol di Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten, Kamis (12/2/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi detikJateng
Klaten -

Talud sungai di Dusun Ngemplak, Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten, ambrol akibat banjir. Imbasnya, fondasi satu rumah warga tergerus. Walhasil, sekeluarga penghuni rumah itu diungsikan sementara.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten, Syahruna, mengatakan talud sungai itu longsor pada Rabu (11/2) sore.

"Yang dikosongkan satu rumah, sementara pindah ke tempat yang lebih aman," kata Syahruna kepada detikJateng, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syahruna, panjang talud yang ambrol itu sekitar 15 meter. Hilangnya tanah dan tembok talud menyebabkan fondasi rumah itu terancam.

"Pondasi rumah terancam jika hujan dan banjir lagi. Hari ini untuk sementara dipasang bronjong kawat," ujar Syahruna.

ADVERTISEMENT
Talud sungai ambrol di Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten, Kamis (12/2/2026).Talud sungai ambrol di Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten, Kamis (12/2/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi detikJateng

Syahruna menjelaskan, penanganan dilakukan oleh DPUPR, BBSWBS, kecamatan, dan desa. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemprov Jateng, karena sayap jembatan jalan juga terancam.

"Yang terancam juga sayap jembatan, kita koordinasikan dengan provinsi karena jalannya merupakan jalan provinsi. Di sisi barat tadi malam juga longsor nanti kita bronjong juga tetapi bukan dekat rumah tapi SD," jelasnya.

Kades Majegan, Kecamatan Tulung, Widodo mengatakan hujan deras pada Rabu (11/2) kemarin memicu banjir di lokasi.

"Erosi pondasinya karena talud ambrol. Kejadian kemarin sore,'' kata Widodo kepada detikJateng.

Widodo menjelaskan, karena sebagian pondasi rumah itu ambrol, untuk sementara rumah itu dikosongkan. Rumah itu dihuni dua kepala keluarga (KK).

" Jadi ada dua KK, ibunya janda dan keluarga anaknya sementara ke rumah sekitar," lanjut Widodo.

"Untuk sementara dibronjong kawat dan batu," imbuhnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads