Dasar hitungan kalender Masehi dan Hijriah yang berlainan menyebabkan tanggal berbeda. Kalender Masehi memakai pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah berpatokan dengan posisi Bulan.
Bagi umat Islam, keberadaan kalender Hijriah adalah bagian kehidupan yang tak terpisahkan. Berbekal kalender inilah, pelbagai amal dikerjakan, seperti puasa Ayyamul Bidh, puasa Ramadan, puasa Arafah, dan sholat Idul Fitri.
Karenanya, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Kamis, 12 Februari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalender Hijriah Hari Ini 12 Februari 2026
Kalender Hijriah 12 Februari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal resmi pemerintah dapat disimak via Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Januari 2026 tampak beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Rajab dan Syaban.
Rajab atau Rejeb dalam bahasa Jawa berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Adapun Syaban, tanggal pertama bulan ini bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Namun, berhubung waktu pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, sejatinya, Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.
Singkat kata, menurut versi pemerintah, 12 Februari 2026 dikonversi menjadi 24 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 12 Februari 2026 Menurut NU
Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.
Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, menurut NU, 12 Februari 2026 bertepatan dengan 24 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 12 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah
Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Januari 2026 berbarengan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Rajab dan Syaban.
Rajab versi Muhammadiyah diawali pada 21 Desember 2025 lalu dan berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Setelahnya, yakni Selasa, 20 Januari 2026, Syaban dimulai dan berjalan 29 hari hingga 112 Februari 2026 mendatang. Berakhirnya Syaban menandakan kedatangan Ramadhan.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 12 Februari 2026 sebagai 24 Syaban 1447 H.
Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.
Perbedaan Mahram dengan Muhrim
Dua istilah yang sering membingungkan umat Islam adalah mahram dan muhrim. Keduanya terdengar sama sehingga kerap digunakan secara tumpang tindih. Padahal, dua diksi tersebut menyimpan makna berbeda. Berikut penjelasannya:
1. Mahram
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring mendefinisikan mahram sebagai orang yang masih termasuk sanak saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan. Alhasil, mahram tidak boleh dinikahi.
Lebih lanjut, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah dan NU, penyebab mahram ada 3, yakni nasab, saudara sepersusuan, dan pernikahan. Berikut daftar orang yang tidak boleh dinikahi karena termasuk mahram:
- Ibu-ibumu
- Anak-anakmu yang perempuan
- Saudara-saudaramu yang perempuan
- Saudara-saudara ayahmu yang perempuan
- Saudara-saudara ibumu yang perempuan
- Anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki
- Anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan
- Ibu mertua
- Istri anak (menantu)
- Anak-anak istri
- Ibu tiri
- Saudara perempuan istri
Selain daftar di atas, saudara sepersusuan juga dianggap mahram sehingga haram dinikahi. Keharaman menikahi mahram berlaku selamanya. Namun, untuk saudara perempuan istri, dapat menjadi boleh jika istri meninggal atau dicerai.
2. Muhrim
Dikutip buku Ensiklopedi Fikih Indonesia: Pernikahan oleh Ahmad Sarwat Lc MA, muhrim berasal dari kata ahrama-yuhrimu-ihraman. Artinya adalah mengerjakan ibadah ihram. Jadi, muhrim adalah orang yang sedang berihram, baik haji maupun umrah.
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahram adalah orang-orang tertentu yang haram dinikahi karena adanya hubungan darah, sesusuan, atau perkawinan. Keharaman ini pada umumnya bersifat permanen. Konsep mahram berkaitan erat dengan hukum pernikahan, batas pergaulan, dan adab dalam interaksi sehari-hari antara laki-laki dan perempuan dalam Islam.
Sementara itu, muhrim sama sekali tidak berkaitan dengan hubungan kekerabatan atau larangan menikah. Muhrim adalah orang yang sedang menjalankan ibadah haji atau umrah dalam keadaan ihram sehingga terikat oleh larangan-larangan tertentu selama masa ibadah tersebut.
Demikian kalender Hijriah hari ini 12 Februari 2026 dan perbedaan antara mahram dengan muhrim. Semoga penjelasannya bermanfaat, ya, detikers!
