Sebanyak enam orang di Pakis Aji Kabupaten Jepara tewas usai pesta miras. Begini penampakan lokasi warung penjual miras yang dikonsumsi sekelompok orang ini.
Pantauan di lokasi di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, warung itu terdapat garis polisi. Garis polisi mulai dari depan rumah sampai belakang.
Tidak terlihat ada aktivitas orang sama sekali. Pintu bagian depan juga terlihat tertutup. Warga yang melintas begitu saja di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tokoh masyarakat setempat berinisial Y mengatakan setahunya warung itu rumah makan balungan atau kuliner yang menggunakan tulang sapi atau kambing. Hanya ia mengaku heran karena warung itu dari depan tidak terlihat dan jualan di bagian belakang rumah.
"Itu katanya jualan balungan, tapi jualan di belakang (rumah)," kata Y kepada detikJateng ditemui di lokasi, Rabu (11/2/2026).
Penampakan warung yang menjadi lokasi pesta miras berujung maut di Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji, Rabu (11/2/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Selain itu, Y mengaku jika warung tersebut ternyata juga jualan minuman ginseng. Menurutnya selama ini aman-aman saja. Akan tetapi justru kemarin menyebabkan enam orang meninggal dunia.
"Setahu saya sama jualan ginseng, waktu beberapa tahun itu aman-aman saja," kata dia.
"Tapi yang ini membuat racikan model baru, kapasitasnya lebih tinggi. Jadi tim yang minum itu meninggal dunia," lanjut dia.
Ia mengaku tidak tahu mereka pesta miras. Setahunya ada warga yang meninggal dunia dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.
"Kemarin Selasa meninggal dunia, kalau minumnya kapan saya nggak paham," ujarnya.
"Saya dengar yang meninggal dunia N sekitar jam 10.00 WIB, kemudian S itu meninggal dunia pukul 15.30 WIB," imbuhnya.
Sementara itu dari pemerintah desa memilih menghindari saat dimintai konfirmasi keberadaan warung dan kejadian pesta miras berujung maut.
Salah satu perangkat desa yang tidak mau disebutkan namanya hanya bilang jika warung itu merupakan tempat makan kuliner balungan. Ia tahu kabar pesta miras dari media sosial.
"Awalnya warung itu balungan tapi kalau ini tidak tahu, tahu saya malahan dari media sosial," ungkap dia.
Adapun Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna menyebut warung tersebut memang menjual miras yang dikonsumsi para korban. Polisi telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi.
"Upaya yang sudah dilakukan yaitu olah TKP tempat warung yang menjual miras dan melakukan mencari menggali informasi alat bukti lainnya di lokasi kejadian," kata Dwi.
Diberitakan sebelumnya, enam orang tewas usai menenggak miras di Kabupaten Jepara. Disebutkan masih ada dua orang yang dirawat secara intensif di rumah sakit.
"Yang meninggal dunia 6 orang, 2 dirawat," jelas Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna saat dihubungi pagi ini, Rabu (11/2).
Baca juga: 5 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Jepara |
Penampakan warung yang menjadi lokasi pesta miras berujung maut di Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji, Rabu (11/2/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Dwi menjelaskan jumlah orang yang meninggal dunia per pagi ini bertambah menjadi enam orang. Semula ada lima orang tewas diduga setelah pesta miras di Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji, Jepara pada Minggu (8/2).
Menurutnya polisi masih melakukan penyelidikan dalam perkara ini.
"Kasus masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Jepara," jelasnya.


