Sebuah video penampilan grup drumband siswa perempuan berjoget di Madrasah Diniyah (Madin) viral di media sosial. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati memberikan klarfikasi jika penampilan tersebut bukan di Pati, Jawa Tengah.
Video itu ramai di media sosial. Seperti dilihat pada video yang beredar, nampak penampilan grup drumband perempuan berjumlah tujuh orang berada di atas panggung sedang berjoget meliuk-liuk. Selain gerakan mereka, busana yang dipakai menjadi sorotan karena mengenakan celana ketat putih yang ditutup dengan rok mini.
"Sebuah video penampilan grup drumband Mahadewa dalam rangka Haflah Akhir Sanah Madrasah Diniyah I'anatut Thalibin di Kabupaten Pati, Jawa Tengah viral di media sosial dan menuai polemik," tulis keterangan video, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah ditelusuri ternyata penampilan tersebut bukan di Pati melainkan di wilayah Demak. Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku.
"Jadi itu sudah kami klarfikasi, jadi itu tidak terjadi di Pati," kata Syaiku saat dihubungi malam ini.
Baca juga: 5 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Jepara |
Dia menjelaskan memang ada nama Madrasah I'anatut Thalibin lembaga yang ada di Gabus, Pati. Akan tetapi setelah diklarifikasi lembaga sekolah tersebut tidak menyelenggarakan acara haflah akhirusanah.
"Jadi di Pati itu I'anatut Thalibin ada di Gabus, lembaga itu tapi ternyata kami klarifikasi ternyata tidak pernah melakukan itu bahkan tidak melaksanakan haflah akhirusanah, di Pati hanya di Gabus itu," jelasnya.
Menurutnya setelah ditelusuri lembaga tersebut ada di Demak. Hanya pada narasi yang ada di media sosial keterangan di Pati.
"Setelah kami cek itu ternyata ada di Bakung Guntur Demak. Dan itu sudah ada klarifikasi organisasi diniyah Kabupaten Pati secara umum dan tertulis," jelasnya.
"Jadi itu caption ditulis di Pati," Syaiku melanjutkan.
Atas kejadian ini, ia mengimbau kepada warga agar selalu mengecek kebenaran informasi yang ada di media sosial.
"Ya imbau kami pertama kami klarifikasi itu tidak terjadi di Pati. Maka itu harapan kami benar-benar dicek yang benar sebenarnya. Karena itu merugikan lembaga yang ada di Pati," jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya mengimbau kepada madrasah agar menyelenggarakan acara yang memiliki nilai edukasi dan islamiah.
"Jelas itu memang madrasah menjelang Ramadan biasanya mengadakan wisuda, tapi semua itu kami imbau melakukan hal-hal yang memang ada edukasi, yang islami, dan harapan kami itu dapat potensi masyarakat menampilkan islami untuk membangun akhlakul karimah para siswa," ujarnya.
