Pak Kades Sambeng Magelang Hilang, Pernah Pergi Tanpa Kabar di 2024

Pak Kades Sambeng Magelang Hilang, Pernah Pergi Tanpa Kabar di 2024

Eko Susanto - detikJateng
Selasa, 10 Feb 2026 17:23 WIB
Pak Kades Sambeng Magelang Hilang, Pernah Pergi Tanpa Kabar di 2024
Foto: Ilustrasi Pak Kades Sambeng Magelang Rowiyanto hilang. (Ilustrator: Mindra Purnomo)
Magelang -

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambeng telah memberikan surat peringatan kedua kepada Kepala Desa (Kades) Sambeng, Rowiyanto, yang menghilang sejak sekitar dua bulan. Kades tersebut ternyata pernah tercatat hilang juga pada 2024 lalu dan sempat kembali ngantor.

Surat peringatan ke Pak Kades Rowiyanto itu dikirimkan pada 19 Desember 2025 lalu. Kemudian surat kedua dilayangkan pada 9 Januari 2026.

"Sesuai dengan aturan saja. Karena kami juga memberikan surat teguran yang pertama sampai dengan yang kedua," kata Ketua BPD Sambeng, Bandriyo saat dihubungi detikJateng, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Intinya kita mau membikinkan surat yang ketiga kalinya. Karena bagaimanapun juga untuk pemerintah desa kan sangat membutuhkan. Namun, sampai saat ini belum bisa ataupun beliaunya (kades) tetap tidak ada tanggapan," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Bandriyo mengungkap surat teguran ketiga sedang diproses. Nantinya jika masih tak ada tanggapan, pihaknya bakal mengambil langkah tegas.

"Untuk pertama dan kedua itu kepada kepala desa. Itu saya sampaikan ke pemerintah desa sehingga desa menyampaikan ke beliaunya ataupun ke rumahnya saya kurang paham itu," bebernya.

"Itu harus segera seperti itu karena memang sangat dibutuhkan oleh roda pemerintahan. Sehingga sesuai dengan prosedur batasan-batasan dan istilahnya sepengetahuan ataupun wewenang dari BPD kan baru seperti itu. Namun, setelah SP yang ketiga kalinya nanti kita akan komunikasi dengan pemerintah terkait ataupun dengan pemerintah yang lebih tinggi mau seperti apa," jelasnya.

Pernah Hilang Sebulan di 2024

Bandriyo juga membenarkan kabar soal Rowiyanto yang pernah menghilang pada 2024 silam. Kala itu, pihaknya masih memberikan toleransi kepada yang bersangkutan.

"Tapi, kita juga tetap berkomunikasi. Karena sebagai BPD kan mitra sehingga kami tetap harus seperti apa waktu itu masih ada toleransi sebenarnya. Karena memang dibutuhkan dan beliau (kades) juga di batas akhir dari aturan itu dia selalu muncul begitu," ujarnya.

"(Kalau dulu) Nggih, satu bulan nggih lebih sedikit," katanya.

Dia mengatakan Rowiyanto sempat menghilang tanpa kabar sekitar sebulan lamanya. Dia pun tidak mengetahui alasan Kades Sambeng itu kabur.

"Wah nek (kalau) soal masalah itu, saya sebagai BPD untuk dugaan kurang paham," ujar dia.

Hal senada disampaikan Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, Suratman.

"Ya, saya kurang tahu tepat waktunya kapan, tapi pernah (menghilang). Memang tidak dalam kali ini. Kalau tidak salah sekitar satu bulan lebih juga menghilang. Ya kembali bekerja biasa karena secara administrasi ternyata di balai desa tidak ada masalah. Waktu itu belum muncul permasalahan yang seperti ini (warga menolak tambang tanah uruk)," kata Suratman.

"Harapan warga ya pak kades bisa kembali. Kalaupun toh tidak pulang harapan kami tentunya warga yang penting pengajuan permohonan izin tambang tanah uruk itu segera dihentikan prosesnya. Dokumen-dokumen yang istilahnya menurut kami ada indikasi dimanipulasi itu bisa dikembalikan ke pemilik masing-masing, karena ini kan dokumen-dokumen pribadi para pemilik lahan tersebut biar tidak disalahgunakan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kades Sambeng Rowiyanto diketahui menghilang sejak Jumat (5/12/2025) siang. Dia sempat terlihat menghadiri pertemuan bersama warga soal penolakan tambang uruk untuk jalan tol pada Kamis (4/12/2025).

Kades itu juga sempat menghadiri peletakan batu pertama koperasi desa merah putih di Jumat (5/12/2025) pagi. Namun siangnya yang bersangkutan tidak diketahui keberadaan maupun kabarnya hingga sekarang.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads