Puluhan siswa SMK Negeri 4 Pati diduga keracunan usai menyantap makan bergizi gratis atau MBG, kemarin. Kondisi mereka kini berangsur membaik. Dari 23 siswa yang sempat dirawat di rumah sakit, kini tinggal 2 siswa yang masih dirawat.
"Dua orang (masih dirawat), keluhan pusing sama mual dan nyeri, informasi dari (RS) KSH," kata Kepala Dinas Kesehatan Pati, Luky Pratugas Narimo saat dihubungi wartawan, Selasa (10/2/2026).
Luky mengatakan, awalnya ada 23 siswa yang terindikasi keracunan MBG dan dilarikan ke rumah sakit. Kemudian hingga hari ini sebanyak 21 siswa kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 23 korban, itu 21 siswa rawat jalan, yang masih dirawat sampai siang ini dua siswa. 21 pasien yang rawat jalan," jelasnya.
Luky menjelaskan, Dinas Kesehatan Pati mengirimkan sampel makanan ke Semarang. Tujuannya untuk mengetahui secara pasti penyebab indikasi keracunan tersebut.
"Kita fokus ngirim sampel laboratorium Semarang. Sampel makanan, nasi, garang asem, susu kedelai, semua sampel yang disajikan kepada siswa," jelas Luky.
"Belum bisa dipastikan, pengalaman sebelumnya seminggu baru bisa diketahui," dia menambahkan.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa SMK Negeri 4 Pati diduga keracunan usai menyantap makan bergizi gratis atau MBG. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit.
"Kami sedang di SMK Negeri 4 Pati yang saat ini ada anak diduga keracunan MBG. Siang hari ini kami mendapatkan MBG jam 11.30 WIB dan dibagikan jam 12.00 WIB," jelas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jateng, Budi Santosa kepada wartawan di SMKN 4 Pati, Senin (9/2/2026).
Dia menjelaskan jika siswa SMKN 4 Pati mendapatkan MBG siang tadi. Setelah disantap oleh para siswa, selang beberapa saat mereka mengeluh mual dan pusing. Ada sekitar 20 siswa dilarikan ke rumah sakit.
