Menkes Ungkap Hasil Cek Kesehatan Gratis: Banyak yang Kelihatan Sehat, tapi...

Menkes Ungkap Hasil Cek Kesehatan Gratis: Banyak yang Kelihatan Sehat, tapi...

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 10 Feb 2026 12:42 WIB
Menkes Ungkap Hasil Cek Kesehatan Gratis: Banyak yang Kelihatan Sehat, tapi...
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin di RSUP Dr Kariadi, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng.
Semarang -

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkap hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap 70 juta orang dan hasilnya banyak yang kelihatannya sehat tetapi mengalami masalah kesehatan. Budi juga menegaskan program CKG pada 2026 akan diperkuat.

Tak hanya sebatas pemeriksaan, pemerintah memastikan peserta yang terdeteksi tidak sehat bisa juga mendapatkan pengobatan secara gratis. Hal itu Budi sampaikan saat di RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang.

Budi menyebut, tahun sebelumnya fokus CKG masih pada jumlah masyarakat yang diperiksa. Namun tahun ini, jika hasil cek menunjukkan kondisi tidak sehat, maka peserta harus diobati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun sebelumnya hanya jumlahnya saja yang dicek berapa banyak. Tapi tahun ini yang kita ingin kita pastikan sesudah dicek kalau tidak sehat harus diobati. Dan sama seperti ceknya gratis, obatnya juga gratis," kata Budi di RSUP Dr Kariadi, Selasa (10/2/2026).

ADVERTISEMENT



Budi menekankan, pemeriksaan kesehatan idealnya dilakukan minimal sekali dalam setahun. Menurutnya, semakin rutin seseorang menjalani cek kesehatan, semakin besar peluang hidup lebih panjang dan sehat.

"Makin sering dicek, makin lama cek kesehatan gratis jalan terus, pasti usianya makin panjang. Yang dicek 10-15 kali pasti panjang (umurnya)," ungkapnya.

Selain itu, pelaksanaan CKG kini tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan. Pemerintah memperluas layanan pemeriksaan ke sekolah dan tempat kerja. Hal ini menyesuaikan dengan aktivitas masyarakat yang banyak menghabiskan waktu di dua lokasi tersebut.

"Kalau buat anak-anak waktu di sekolah bisa 5-6 jam sekolah, kita cek kesehatannya di sekolah," jelasnya.

Dalam sambutannya, Budi juga mengungkap hasil Cek Kesehatan Gratis tahun lalu terhadap sekitar 70 juta orang. Masalah kesehatan paling banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa, terutama terkait indeks massa tubuh dan obesitas sentral.

"Yang paling banyak itu BMI (indeks massa tubuh) di atas normal. Banyak yang kelihatannya sehat, tapi tekanan darah dan gula darahnya tinggi," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut sering diabaikan masyarakat padahal berisiko menimbulkan penyakit serius seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal. Selain itu, masalah kesehatan gigi juga menjadi temuan terbanyak kedua, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

"Itu harus saya awasi karena masalah nomor dua gigi. Jadi 3 bulan sekali bersih-bersih gigi. Walaupun kadang-kadang lebih susah. Lebih sedikit dokter giginya. Karena jadi dokter gigi biasanya itu anak-anak orang kaya. Jadi kan sedikit orang kaya," tuturnya.



Budi menyebut penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian adalah stroke dan penyakit jantung. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin tekanan darah, gula darah, dan lemak darah setiap tahun.

"Setiap tahun itu harus dicek. Gula darah, tekanan darah harus 120/80. Kalau di atas itu minum obat," kata Budi.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads