Putri Mahkota Kerajaan Norwegia, Mette-Marit, bersuara usai ketahuan berkawan dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein selama 3 tahun. Ia langsung menyampaikan permintaan maaf di tengah tekanan publik yang meminta penjelasan mendetail soal sejauh apa hubungan keduanya.
Dilansir Wolipop Senin (9/2/2026), pernyataan itu diunggah pihak istana pada Jumat (7/2). Mette-Marit menyebut permintaan maafnya sebagai "permohonan maaf yang mendalam" kepada masyarakat Norwegia. Ia juga mengakui dampak dari situasi tersebut terhadap keluarga kerajaan.
"Saya juga meminta maaf atas situasi yang saya timbulkan bagi Rumah Kerajaan, terutama kepada Raja dan Ratu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Putra Mahkota Norwegia, Pangeran Haakon, itu terseret setelah ratusan email melibatkannya dan Epstein periode 2011-2014 dipublikasikan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS). Dalam sejumlah pesan tersebut, keduanya tampak berkomunikasi dengan cukup akrab, bahkan sempat membahas rencana pertemuan langsung.
Terungkap juga bahwa Mette-Marit pernah menghabiskan empat hari di kediaman Epstein di Palm Beach, Florida, meski Epstein disebut tidak berada di rumahnya. Publik Norwegia makin terkejut, karena dari salah satu pesan, ternyata Mette-Marit sudah mengetahui latar belakang Epstein yang kelam.
Dalam email Oktober 2011, ia menulis, "Aku mencari namamu di Google setelah email terakhir. Setuju, kelihatannya memang tidak bagus."
Sebelumnya, istana sempat merilis pernyataan singkat yang berisi penyesalan dan pengakuan atas penilaian yang buru. Namun, publik dan media terus mendesak penjelasan lebih rinci mengenai sejauh mana hubungan Mette-Marit dengan Epstein. Dalam pernyataan lanjutan, istana menyebut sang Putri Mahkota sangat terpukul karena terlambat menyadari sosok Epstein yang sebenarnya.
"Beberapa isi pesan antara Epstein dan saya tidak mencerminkan pribadi yang ingin saya tunjukkan," kata Mette-Marit.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini berada dalam kondisi yang sangat sulit dan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum memberi penjelasan lebih lanjut.
Di tengah polemik ini, keluarga kerajaan Norwegia juga sedang menghadapi persoalan lain. Putra pertama Mette-Marit, Marius Borg Høiby, dari pernikahan sebelumnya, tengah menjalani persidangan besar yang menyita perhatian publik.
Ia menghadapi 38 dakwaan, termasuk empat tuduhan pemerkosaan yang semuanya dibantah. Jika dinyatakan bersalah, ia terancam hukuman penjara minimal 10 tahun.
Putra Mahkota Haakon mengakui keluarganya sedang berada dalam masa yang berat.
"Banyak hal terjadi dalam keluarga kami. Yang terpenting beberapa hari terakhir adalah menjaga satu sama lain," ujarnya kepada wartawan di Oslo.
