Seorang bocah perempuan, di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Najwa (8) tewas terlindas alat berat jenis loader. Sebelum tewas, Najwa pamit ke ibu untuk berjualan tisu.
Dikutip dari detikSulsel, Senin (9/2/2026), kecelakaan maut itu terjadi di perempatan PLN Wuawua, Jalan KH Ahmad Dahlan Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kendari, Kamis (29/1) malam. Korban ditabrak alat berat yang dikemudikan ZA (36) hingga meninggal dunia.
"Yang terlibat kecelakaan (menabrak NS) adalah alat berat jenis loader," terang Kasat Lantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadhan kepada detikcom, Minggu (1/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kevin mengatakan peristiwa tersebut bukan tabrak lari. Namun operator alat berat tersebut mengaku tidak mengetahui jika telah menabrak korban hingga tewas di lokasi kejadian.
"Untuk operator berdasarkan keterangannya tidak kabur. Melainkan tidak sadar kalau alat beratnya melindas korban," pungkasnya.
Sementara itu, ibu Najwa, Nurhana, mengungkapkan malam itu putrinya berjualan tisu untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sebelum berangkat, Najwa seolah sudah memperlihatkan hal-hal yang tidak biasa dilakukannya.
Nurhana menuturkan, sebelum berangkat Najwa terlihat duduk di sudut rumah sambil menatapnya. Kemudian, Najwa menyampaikan niatnya untuk keluar menjual tisu karena di rumah sudah tidak ada nasi maupun beras.
"Saat pamit, dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkan kita beras sama uang yang banyak'," terang Nurhana kepada wartawan, Sabtu (7/2).
"Dia bilang, 'Mak, tidak adami nasi, tidak adami beras'. Saya bilang cuma sebentar itu untuk adik-adikmu. Dia bilang biarmi, dia mau jual tisu dulu buat beli beras," imbuhnya.
Sebelum keluar rumah, Najwa mengambil jilbab dan sweater karena merasa kedinginan di luar rumah. Lalu ia merapikan pakaiannya sebelum benar-benar keluar rumah untuk berjualan.
"Pas keluar, dia salim lama sekali. Dia cium tanganku, lalu bilang, 'Mak ciumpi saya lama-lama'. Saya tidak mengerti ternyata itu terakhir kalinya," bebernya.
Sebelum beranjak, Najwa juga sempat bertanya kepada sang ibu soal penampilannya. Ia mengaku masih jelas mengingat percakapan terakhir mereka.
"Dia bilang, 'Mak, saya cantikji kah?' Saya jawab, 'Cantik sekaliko, nak'. Habis itu dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkanko beras sama uang yang banyak'," katanya.
Saat itu, Nurhana mengaku tak memiliki firasat buruk sama sekali malam itu. Najwa bahkan keluar rumah sambil berjalan mundur, seolah enggan berpisah.
"Dia bilang mau pergi cari uang. Saya sempat larang karena hujan dan malam, tapi dia bilang ndak apaji," tuturnya.
Kabar Najwa Tewas
Tetapi selepas magrib, salah satu anaknya memberi kabar kondisi Najwa yang sudah bersimbah darah. Mendengar kabar tersebut, Nurhana langsung berlari ke lokasi, namun kondisi korban sudah tidak bernyawa.
"Setelah salat magrib saya dengarmi kabarnya, adiknya datang bilang Najwa sudah bersimbah darah. Sudah ndak bisami ditolong. Saya angkat dari aspal, sudah tidak bergerak," pungkasnya.
(apl/apu)











































