Pohon randu alas raksasa yang diyakini berusia ratusan tahun di Lapangan Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sudah berhasil ditebang. Setelah berhasil ditebang, warga pun sempat bersorak sorai.
detikJateng sempat menerima kiriman video dari warga detik-detik proses penebangan batang randu alas hingga disisakan sekitar 8 meter. Dalam video berdurasi 02.15 menit, terdengar suara mesin gergaji atau senso.
Kemudian, terlihat pohon randu alas ditarik hingga posisi miring dan ambruk menuju arah lapangan. Setelah ambruk, spontan warga pun bersorak sorai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampakan pohon randu alas raksasa di Tuksongo, Borobudur, Magelang berhasil ditebang, Jumat (6/2/2026). Foto: Dok Warga Tuksongo, Atmojo |
Adapun proses penebangan ini berhasil dilangsungkan kurang lebih sekitar pukul 17.00-lebih.
"Randu alas berhasil ditebang ya sekitar pukul 17.00-an. Tadi, prosesnya pemotongan batang agak lama," kata Atmojo, warga Tuksongo kepada detikJateng, Jumat (6/2/2026).
Penampakan pohon randu alas raksasa di Tuksongo, Borobudur, Magelang berhasil ditebang, Jumat (6/2/2026). Foto: Dok Warga Tuksongo, Atmojo |
"Kelihatan iya (setelah roboh bersorak sorai). Ya bersyukur. Dipotong sekitar 8 meter," sambungnya.
Atmojo menambahkan, untuk penebangan pada hari ini sempat diwarnai dengan gerimis.
"Tetap dilanjutkan. Tapi, secara manual (ditarik pakai tambang) bukan pakai crane lagi," tambahnya.
"Saya menunggui yang konsentrasi ya setelah Jumatan. Saya mengabadikan momen ini," bebernya yang membuat video maupun foto-foto.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Ashari.
Penampakan pohon randu alas raksasa di Tuksongo, Borobudur, Magelang berhasil ditebang, Jumat (6/2/2026). Foto: Dok Warga Tuksongo, Atmojo |
"Sudah (berhasil ditebang). Njih (warga bersorak sorai setelah berhasil ditebang)," kata dia.
Sebagaimana diberitakan, proses penebangan pohon randu alas dimulai pada, Senin (2/2). Untuk proses penebangan dimulai dengan menebang bagian cabang-cabang pohon randu alas.
Adapun untuk proses penebangan cabang-cabang selama dua hari menggunakan bantuan crane. Hal ini dilakukan mengingat lokasi berdirinya randu alas tersebut dekat dengan pemukiman warga.
Proses untuk Senin (2/2) dan Selasa (3/2) dilakukan dengan bantuan crane. Kemudian, mulai Rabu (4/2) hingga hari ini dilakukan secara manual.
Penebangan tersebut terus dilanjutkan hingga hari ini, Jumat (6/2) berhasil memotong hingga batang disisakan sekitar 8 meter.
(afn/aku)



