Duh! Jalan Alternatif Demak ke Semarang Rusak Bikin Celaka Pengendara

Lapur Lur

Duh! Jalan Alternatif Demak ke Semarang Rusak Bikin Celaka Pengendara

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 06 Feb 2026 17:00 WIB
Jalan Raya Onggorawe - Mranggen, Kabupaten Demak rusak parah, Jumat (6/2/2026).
Jalan Raya Onggorawe - Mranggen, Kabupaten Demak rusak parah, Jumat (6/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Jalan Raya Onggorawe-Mranggen, Kabupaten Demak, rusak parah. Warga dan pengguna jalan di lokasi menuntut segera ada perbaikan jalan alternatif ke Semarang dan Grobogan ini.

Pantauan detikJateng di lokasi, Jumat (6/2/2026), dari perempatan Bulusari hingga Simpang Onggorawe, ada cukup banyak titik jalan yang rusak. Jalan ini merupakan jalur menuju Mranggen-Grobogan dari Demak serta jalur alternatif bagi pengendara menuju Semarang, utamanya saat terjadi banjir di jalur Pantura Sayung atau Genuk, Kota Semarang.

Pada sejumlah titik, kerusakan jalan cor beton tersebut sangat parah hingga wire mesh penguat jalan cor terlihat jelas. Sebagian lubang bahkan tergenang air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ukuran dan kedalaman lubang jalan yang rusak tersebut bervariasi. Dilihat melalui Google Maps, panjang total jalan ini dari Simpang Onggorawe hingga Pasar Mranggen sekitar 11 kilometer.

Pada beberapa titik, pengendara truk, mobil, maupun sepeda motor harus zigzag untuk menghindari lubang yang terlalu dalam atau menjadi kubangan air bekas hujan.

ADVERTISEMENT

Tukang tambal ban di sekitar lokasi, Budi (38), mengatakan jalan tersebut mulai rusak parah sejak akhir tahun lalu. Menurutnya, jalan ini rusak karena banyak dilewati kendaraan berat dan curah hujan yang tinggi.

"Dari akhir tahun kemarin mulai hancur lagi gini. Waktu itu Sayung sama Genuk banjir kan jadi jalan alternatif, banyak truk muatan besar lewat sini," kata Budi kepada detikJateng, siang ini.

"Ya gara-gara truk-truk itu. Terus hujan deres terus waktu itu, sampai sekarang juga masih hujan to ya jadi rusak (jalannya)," sambungnya.

Budi menyebut pengendara motor kerap kali terjatuh karena melintasi lubang di jalan itu. Kebanyakan karena tidak memahami kondisi jalan.

"Cukup banyak lah yang jatuh di sini, biasanya kan ngebut karena ngerasa jalannya nggak terlalu rame. Pas sampe sini biasanya mak glodak jatuh, motornya sampai nylurut (meluncur)," ucap Budi.

"Paling luka-luka, lecet terus dibawa ke puskesmas. Kalau jatuh terus meninggal nggak ada alhamdulillah," sambungnya.

Jalan Raya Onggorawe - Mranggen, Kabupaten Demak rusak parah, Jumat (6/2/2026).Jalan Raya Onggorawe - Mranggen, Kabupaten Demak rusak parah, Jumat (6/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng

Budi mengungkapkan sempat ada perbaikan di jalan ini tahun lalu. Namun kembali rusak saat ada pengalihan jalur imbas banjir di jalur Pantura Demak-Semarang.

"Sempat ada perbaikan tahun kemarin, kira-kira sebelum banjir Sayung sama Genuk itu. Tapi setelah itu kan jadi jalan alternatif, kendaraan pada belok ke sini semua ya rusak lagi," tutur Budi.

"Inginnya ya cepet dibenerin lagi, materialnya yang bagus, yang awet, biar ndak cepet rusak," tukasnya.

Seorang supir truk dari Pati yang sedang beristirahat di tepi jalan, Samsuri (54), turut mengeluhkan kondisi jalan rusak ini. Ia merasa lebih lelah saat menyetir di lokasi tersebut.

"Capek kalau nyetir lewat sini, kopling karo setire abot (kopling sama setirnya berat)," gerutu Samsuri.

Jalan berlubang itu memaksa Samsuri menginjak kopling untuk kemudian memelankan kendaraan. Selain itu, dia juga harus lihai memutar setir agar truknya bisa menghindari lubang.

Sama seperti Budi, Samsuri juga berharap jalan tersebut diperbaiki. Ia minta perbaikan dilakukan sesegera mungkin.

"Pengen e yo gek ndang dibenakke dalane (inginnya ya lekas dibetulkan jalannya). Kita hampir setiap hari lewat sini ya penginnya jalan mulus, ora nggawe loro awak (tidak membuat badan sakit)," harap Samsuri.

Respons Pemda

Terpisah, Ketua Tim Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak, Indra Susanto mengatakan sudah ada perbaikan di jalan pada akhir tahun lalu.

"Rekonstruksi kita kemarin sekitar Oktober sampai Desember, sebelum pengalihan arus. Jadi kalau kita bisa dilihat di sana ada beberapa segmen, kotak-kotak itu, pasti ada beberapa segmen baru," kata Indra kepada detikJateng di kantornya.

Indra menyebut bulan ini pihaknya bakal meninjau lokasi. Perbaikan Jalan Raya Onggorawe-Mranggen tahun ini juga sudah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Reguler.

"Februari ini kita lakukan survei lapangan. Di APBD reguler ini itu kita ada di Onggorawe-Mranggen itu Rp 200 juta yang teranggarkan, nanti muncul dari Rp200 juta itu tertangani seberapa, sisanya kebutuhannya berapa bisa nanti kita lakukan pergeseran di APBD Perubahan," beber Indra.

Eksekusi perbaikan jalan itu, menurut Indra, bakal digarap usai Lebaran tahun ini. Ada tiga opsi perbaikan yang akan dilakukan di jalan tersebut, tergantung dari hasil survei lapangan nantinya.

"Insyaallah di bulan puasa nanti kita lakukan perencanaan, setelah Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri mungkin bisa kita eksekusi ke pengadaan barang dan jasa," tutur Indra.

"Jadi ada tiga pilihan, tiga opsi (perbaikan jalan). Timpa ulang langsung di atasnya kita beri perkerasan baru, yang kedua kita bongkar bongkar yang rusak, yang kita pilih lajurnya, menyeluruh kita ganti. Yang ketiga sama seperti yang di 2025, jadi tiap segmen nanti kita pilihi kita ganti dengan yang baru," pungkasnya.




(ams/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads