Puluhan rumah warga Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, kebanjiran lagi karena Sungai Silugonggo meluap. Padahal banjir yang merendam desa tersebut, sejak awal Januari lalu, baru surut kemarin.
Saat ditemui di lokasi, salah seorang warga Mintobasuki, Sukar (57) terlihat sedang mengamankan perabotan rumahnya dari genangan banjir. Perabotan itu ia tumpuk di dalam rumah.
Rumah Sukar berada di pinggir Sungai Silugonggo. Tampak air sungai itu meluap ke sawah dan permukiman. Rumah Sukar terbilang langganan banjir setiap tahun. Genangan banjir di dalam rumahnya pada pukul 10.00 WIB tadi setinggi 30 sentimeter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukar mengatakan, desanya sudah terendam banjir selama 25 hari sejak awal Januari 2026. Banjir itu kemudian berangsur surut dan mulai kering pada Rabu (4/2) lalu. Akan tetapi curah hujan tinggi pada Rabu sampai Kamis kemarin menyebabkan banjir datang lagi.
Banjir di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati, Jumat (6/2/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Rumah kebanjiran lagi baru kemarin. Sempat surut satu hari baru dibersihkan malah datang lagi," kata Sukar, Jumat (6/2/2026).
Sukar menyebut curah hujan yang tinggi beberapa hari lalu menyebabkan Sungai Silugonggo ke arah Juwana ini kembali meluap.
"Penyebabnya hujan kemarin besar, terus Sungai Silugonggo meluap. Kemarin itu banjir sudah 25 hari. Surut sedikit-sedikit, kemarin sehari bersih, terus malah datang lagi ini," ujar dia.
"Harapannya gimana, sudah tempatnya, terus gimana. Tinggal pemerintah yang mikir," sambung dia.
Selain merendam rumahnya, banjir juga menggenangi sawahnya.
"Setiap tahun banjir di sini. Kerjaan ya terganggu. Pekerjaan petani, sawahnya kebanjiran," ucap dia.
Senada diutarakan warga lainnya, Suparjo. Dia mengaku belum sempat membersihkan rumahnya saat banjir pertama surut. Rumah dan sawahnya kini kembali terendam banjir.
"Sebelumnya satu bulan ada (banjirnya), terus surut sehari. (Rumah) Mau saya bersihkan ternyata ada hujan sehari semalam, (banjir) naik lagi," kata dia.
"Harapan nggak ada, petani sudah hancur juga, sudah nggak bisa bekerja karena banjir lama ini," imbuh dia.
Sekretaris Desa Mintobasuki, Abdul Mustaji, juga mengatakan banjir kedua ini terjadi setelah banjir pertama sejak Januari lalu sempat surut.
"Kemarin sudah surut, namun sampai hari ini ada curah hujan cukup lumayan sehingga air naik lagi," kata Abdul saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, rumah warga yang terendam banjir terutama yang lantainya rendah dan berdekatan dengan sungai. Dia bilang saat ini ada sekitar 70 rumah yang terdampak banjir, 30 rumah di antaranya kemasukan air.
"Setengah lutut di dalam rumah. Saat ini terdata 30 rumah kemasukan air, dampak semua ada 70 rumah," pungkasnya.
(dil/apu)












































