China Disebut Berencana Bangun Kapal Induk Antariksa

Internasional

China Disebut Berencana Bangun Kapal Induk Antariksa

Fino Yurio Kristo - detikJateng
Kamis, 05 Feb 2026 21:54 WIB
Kapal induk terbang China
Kapal induk terbang China. Foto: CCTV.
Solo -

Kapal induk terbang bak film fiksi sedang direncanakan dibangun oleh China. Armada itu masuk dalam rencana sistem pertahanan udara dan antariksa terintegrasi yang dikenal sebagai Nantianmen (Gerbang Surgawi).

Dikutip dari detikInet, pusat dari sistem ini adalah kapal induk terbang Luanniao, yang panjangnya 242 meter, rentang sayap 684 meter, dan dilaporkan memiliki berat hingga 120.000 ton saat lepas landas.

Deutsche Welle dalam laporannya menyebut jet tempur antariksa nirawak yang disebut Xuannu digambarkan bisa melepaskan rudal hipersonik dari geladaknya dan menyerang target baik di atmosfer maupun di orbit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"China sudah lama menjadi nomor dua di luar angkasa, di belakang Amerika Serikat, tapi jauh di depan Eropa," ujar pakar keamanan antariksa Juliana Sub dari German Institute for International and Security Affairs (SWP).

ADVERTISEMENT

Bentang sayap kapal induk ini akan jauh lebih lebar daripada kapal induk maritim konvensional terbesar di laut yaitu USS Gerald R. Ford yang panjangnya sekitar 337 meter dan lebar 78 meter, serta berat sekitar 100.000 ton termasuk bahan bakar, awak, dan peralatan.

Sedangkan laporan di media pemerintah China CCTV, menggambarkan kapal induk tersebut dengan model 3D fotorealistik yang melayang di atas Bumi, melepaskan jet antariksa dan menembakkan senjata di luar angkasa. Cuplikan dari acara tersebut beredar online.

Namun sebagian ahli meragukan hal tersebut. Secara teknis, kemampuan roket saat ini belum bisa untuk mengirim muatan ke orbit. Kalaupun dimungkinkan perakitan modular dilakukan di luar angkasa, masih ada masalah pasokan daya, propulsi, pendinginan, perlindungan dari puing antariksa, dan biayanya sangat besar.

Diplomat Jerman dan analis antariksa Heinrich Kreft menegaskan, proyek itu tidak realistis jika dilihat hari ini. Namun bisa saja dalam jangka panjang.

"Banyak hal yang merupakan fiksi ilmiah 20 atau 30 tahun lalu menjadi nyata hari ini," kata Kreft.

China menunjukkan diri untuk bergabung dalam perlombaan yang dipicu oleh tokoh-tokoh seperti Elon Musk atau Jeff Bezos dengan visi mereka tentang kolonisasi Bulan dan Mars.

Bagi Kreft, pengumuman tersebut seolah pesan dalam permainan kekuasaan dengan AS, dengan latar belakang konflik Taiwan. Ia menunjuk beberapa pengumuman senjata super China yang spektakuler, mulai senjata pemburu kapal selam hingga sistem antariksa yang diklasifikasikan para ahli Barat tidak realistis.

Analisis dari Amerika Serikat justru menafsirkan Luanniao sebagai propaganda. National Interest memuat artikel berjudul: "Beijing Ingin Anda Percaya Mereka Membangun Kapal Induk Terbang". Visi tersebut, tulis Brandon J. Weichert, adalah bagian dari propaganda yang dirancang membuat Barat gugup serta membuang waktu dan sumber daya.



(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads