Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo menjadi salah seorang yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan Mulyono yang juga seorang dalang wayang kulit itu membuat prihatin kalangan pedalangan di daerah asalnya, Klaten.
"Ya kaget, saya tahunya dari berita-berita. Ya betul (dalang asal Klaten), ya betul (fotonya Mulyono)," ungkap Ketua I Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Klaten, Ki Hariey Sembung kepada detikJateng Kamis (5/2/2026) saat diminta konfirmasi.
Menurut Hariey, Mulyono sampai saat ini masih menjabat sebagai ketua umum Pepadi Klaten. Sedangkan dirinya yang menjadi ketua 1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ketua 1 Pepadi Klaten, beliau (Mulyono) ketua umumnya. Soal itu (penangkapan) saya tidak bisa berkomentar apa pun, ya hanya ikut prihatin saja, doa terbaik untuk beliau," terang Hariey.
"Setiap Sabtu atau Minggu (Mulyono ) kadang pulang," imbuhnya.
Ki Sigit Isrutiyanto, dalang Klaten lainnnya membenarkan jika Mulyono dalang asal Klaten dan ketua Pepadi Klaten. Mulyono juga memiliki sanggar di Klaten , namanya sanggar Cemara.
"Juga punya sanggar, namanya sanggar Cemara. Ya saya kenal tapi tidak akrab," ungkap Sigit kepada detikJateng.
Sigit mengaku kaget koleganya di pedalangan itu kena OTT KPK. Apalagi Mulyono pernah memberikan sosialisasi tentang pajak sehingga mengagetkan.
"Saya kagetnya, sebab selain pegawai pajak juga seorang dalang yang memberi piwulang dan pitutur kebaikan, mudah - mudahan segera terselesaikan," kata Sigit.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, namanya mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkapnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026.
OTT ini juga menjerat dua rekannya yang merupakan seorang ASN dan pihak swasta. Ketiganya diboyong ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Dalam OTT tersebut, tim KPK menyita uang tunai lebih dari Rp1 miliar yang diduga terkait dengan proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor perkebunan yang nilai totalnya mencapai puluhan miliar rupiah.
"KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin. Saat ini sedang perjalanan menuju Jakarta," kata Jubir KPK Budi Prasetyo dikutip dari detikNews.
OTT KPK di KPP Madya Banjarmasin dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Dia menyebut OTT tersebut berkaitan dengan kasus restitusi pajak.Selain itu OTT juga dibenarkan oleh Kepala Bidang P2 Humas Kantor Wilayah DJP Kalsel-teng, Tri Wibowo.
Ditanya terkait sosok pejabat dan jumlah orang yang ditangkap, dia mengaku belum mengetahui terkait kasus yang menyeret instansi Kementerian Keuangan tersebut.
"(Lokasi penangkapan) di Madya," kata Tri."Kita belum tahu terkait kasus ini, jadi mohon teman teman media bersabar," ujar Tri.
Jejak Karier Mulyono Purwo
Mulyono Purwo Wijoyo merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Mulyono dilantik sebagai Kepala KPP Madya Banjarmasin pada Juni 2025 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan menduduki jabatan Eselon III.a sebagai Administrator di bawah Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah.
Sebelum bertugas di Banjarmasin, Mulyono pernah memimpin KPP Pratama Tanjung di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, pada tahun 2023. Sebelumnya lagi, Mulyono juga pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi II di KPP Pratama Klaten, Jawa Tengah.
Kiprah Mulyono Sebagai Dalang
Selain dikenal sebagai pejabat pajak, Mulyono memiliki sisi lain yang menarik, yaitu seorang pegiat budaya tradisional wayang kulit. Berdasarkan penelusuran, ia dikenal dalam komunitasnya dengan sebutan "Ki Mulyono Purwo Wijoyo". Ki sendiri merupakan gelar atau nama yang biasa dipakai para dalang. Mulyono sendiri aktif membagikan kegiatannya di akun Instagram @ki_mulyono.pw.
Dalam profil media sosialnya, Mulyono menyebut dirinya sebagai dalang dan juga Founder Sanggar Cemara, komunitas yang menggeluti wayang kulit serta seni tradisional lainnya. Dia kerap memadukan perannya sebagai pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan aktivitas budaya, mulai dari pagelaran wayang hingga berbagi keseharian di kanal YouTube yang dimilikinya.
Berdasarkan penelusuran, Mulyono pernah tampil sebagai dalang pada Sabtu, 7 Juni 2014 silam, dalam Pagelaran Wayang Kulit bertajuk "Banjaran Harjuno" yang digelar di Pelataran RRI Stasiun Pusat Jakarta. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat, Radio Republik Indonesia (RRI), dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). Mulyono tampil bersama dua sinden internasional, Megan O'Donoghue (USA) dan Hiromi Kano (Jepang).
(apl/alg)











































