Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan mesin pengering ompreng di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Banyumas. Pemicu mesin pengering itu meledak diduga karena terlalu panas atau overheat.
Kapolsek Pekuncen AKP Slamet Husein mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan adanya suara ledakan keras dari area dapur SPPG.
"Jadi kami dari kepolisian setelah mendapatkan informasi adanya SPPG yang mengeluarkan suara keras, dan setelah dilihat memang ada kejadian," kata Slamet Husein saat ditemui wartawan di lokasi, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil pengecekan awal di lokasi, ledakan diduga dipicu oleh karena alat itu mengalami panas berlebih atau overheat.
"Sekilas sementara, ada alat pemanggang untuk pengeringan dari ompreng itu terlalu panas, akhirnya meledak," jelasnya.
Slamet memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, puluhan relawan mengalami luka ringan.
"Untuk korban jiwa tidak ada. Sementara korban luka ringan ada, yang lecet-lecet, mungkin karena kaca ataupun benda tumpul yang lain," ujarnya.
Menurut Slamet, jumlah korban luka ringan yang terdata sekitar 22 orang. Mayoritas di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
"Kalau sementara yang luka sekitar 22 orang, tapi sudah bisa pulang kembali," ungkapnya.
Sementara itu, ada dua korban yang masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas medis.
"Jadi jumlahnya dua orang yang kakinya masih diperiksa lebih lanjut. Ada yang lecet, kemudian ada yang satunya lagi merasa mukanya agak panas," kata Slamet.
Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi saat dapur SPPG Desa Krajan masih dalam tahap uji coba dan persiapan operasional. Mesin pengering ompreng meledak ketika digunakan dalam proses pengeringan, sehingga menyebabkan sejumlah relawan mengalami luka akibat serpihan kaca serta material bangunan.
(ams/aku)
