Bandara Semarang Siapkan Detektor Suhu-Ruang Isolasi Antisipasi Virus Nipah

Bandara Semarang Siapkan Detektor Suhu-Ruang Isolasi Antisipasi Virus Nipah

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 05 Feb 2026 15:10 WIB
Thermal scanner di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Kamis (5/2/2026).
Thermal scanner di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Kamis (5/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menyiapkan alat detektor suhu hingga ruang isolasi untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah ke Jawa Tengah (Jateng).

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Arif Haryanto mengatakan, pengawasan ketat untuk mengantisipasi virus tersebut dilakukan lewat koordinasi PT Angkasa Pura dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang.

"Melakukan identifikasi terhadap penumpang, khususnya pelaku perjalanan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, untuk mewaspadai adanya potensi virus nipah yang masuk ke Jawa Tengah lewat bandara," kata Arif di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Kamis (5/2/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arif menjelaskan, jika dalam proses identifikasi ditemukan indikasi yang mengarah pada rujukan medis, penumpang akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, termasuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang.

"Jadi pihak BKK menempatkan thermal scanner, kemudian melakukan langkah-langkah termasuk identifikasi, sampai nanti ada rujukan ke RSUP Dr Kariadi Semarang," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Selain itu juga di sisi para penumpang mereka juga diwajibkan untuk mengisi aplikasi All Indonesia ketika melakukan perjalanan dari luar negeri," sambung Arif.

Humas Bandara Jenderal Ahmad Yani, Mahesa Citra, mengatakan penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani hanya dari Malaysia dan Singapura.

"Untuk flight internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani dari dan ke Semarang saat ini hanya Semarang-Kuala Lumpur dan Semarang-Singapura," kata Mahesa saat dihubungi detikJateng.

Dokter BKK Kelas I Semarang yang bertugas di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Bhakti Abdillah, mengatakan deteksi awal difokuskan pada pemeriksaan suhu tubuh dan gejala klinis yang berkaitan dengan virus Nipah.

"Salah satu gejala dari virus nipah adalah ada demam, kemudian sakit tenggorokan, sakit kepala, bahkan bisa sesak nafas dan kejang," kata Bhakti.

"Jadi, kita deteksi awalnya dengan alat thermal scanner. Fungsinya adalah mengetahui apakah pengunjung atau penumpang dari luar negeri itu membawa penyakit atau tidak dari sana," sambungnya.

Selain pemeriksaan suhu tubuh, petugas juga mencocokkan hasil deklarasi kesehatan yang diisi penumpang maksimal tiga hari sebelum keberangkatan. Jika ditemukan adanya laporan gejala, petugas akan mengonfirmasi ulang secara langsung.

"Dari deklarasi kesehatan kita melihat data yang sudah diisi dari para pengunjung, bisa melihat apakah ada gejala. Kalau ada maka biasanya kita konfirmasi ulang," tuturnya.

Ia menyebut thermal scanner menjadi detektor suhu tubuh seperti termometer, tapi bisa digunakan dalam ruang lingkup yang lebih luas. Sehingga penumpang internasional dengan suhu tubuh melebihi ambang batas bisa langsung terdeteksi.

"Kalau ada yang demam kita akan bawa ke ruang isolasi. Kita ada ruang isolasi di sini. Kita pemeriksaan ulang, evaluasi apakah memang demam karena suhu tubuhnya meningkat atau karena menggunakan baju berlapis," terangnya.

"Kalau memang dia demam dan ada gejala-gejala mengarah ke arah nipah, kalau infeksi, kita lakukan swab. Hasil swab-nya kita kirimkan ke balai laboratorium yang sudah kerja sama," imbuhnya.

Bhakti menyebutkan, hingga saat ini belum ditemukan penumpang internasional yang diduga demam. Jika pun ada yang terdeteksi suhu tubuhnya tinggi, biasanya karena faktor eksternal seperti penggunaan topi, pakaian berlapis, atau benda elektronik.

"Sampai saat ini dari pertama kali adanya penerbangan internasional, kita belum menemukan ada suhu di atas 37,5, batasan suhu tingginya. Semuanya masih di rata-rata," kata Bhakti.

Bhakti pun mengimbau penumpang yang mengalami gejala seperti demam, batuk, atau flu untuk menggunakan masker demi mencegah adanya penularan di bandara.



(dil/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads