Piton 3 Meter Nyangkut Jaring hingga Lemas di Kandang Ternak Klaten

Piton 3 Meter Nyangkut Jaring hingga Lemas di Kandang Ternak Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 04 Feb 2026 15:10 WIB
Ular piton terjerat jaring pengaman kandang ternak di Desa Jiwowetan, Wedi, Klaten, Rabu (4/2/2026).
Ular piton terjerat jaring pengaman kandang ternak di Desa Jiwowetan, Wedi, Klaten, Rabu (4/2/2026). Foto: Dok. Damkar Klaten
Klaten -

Seekor ular piton sepanjang 3 meter ditemukan dalam kondisi lemas karena terjerat jaring pengaman kandang ternak di Dusun Sekarbolo, Desa Jiwowetan, Kecamatan Wedi, Klaten.

"Lokasinya di kandang ternak milik Bapak Bambang. Kita evakuasi jam 12.15 WIB," kata Komandan Regu 2 Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Tri Mart Pamungkas, kepada detikJateng, Rabu (4/2/2026).

Tri mengatakan keberadaan ular tersebut dilaporkan sekitar pukul 11.55 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ular piton terjerat jaring pengaman kandang ternak di Desa Jiwowetan, Wedi, Klaten, Rabu (4/2/2026).Ular piton terjerat jaring pengaman kandang ternak di Desa Jiwowetan, Wedi, Klaten, Rabu (4/2/2026). Foto: Dok. Damkar Klaten

"Ketika sedang ke kandang ternak, pemilik ternak melihat seekor ular besar terperangkap jaring. Kejadian dilaporkan ke kantor desa," jelas Tri.

Kepala dusun (kadus) setempat kemudian melaporkan ke markas Damkar. Empat personel regu 2 langsung berangkat ke lokasi.

ADVERTISEMENT

"Evakuasi dilakukan dengan mudah karena tubuh ular sudah terperangkap jaring," terang Tri.

Setelah dievakuasi dan diukur, ular jenis piton itu diketahui sepanjang 3 meter.

"Hanya satu ekor dan sepertinya belum makan ternak. Tidak ada info warga yang kehilangan ternaknya," lanjut Tri.

"Kondisi ular lemas, kemungkinan sudah terperangkap sejak semalam jadi belum sempat makan ternak. Kira-kira 100 meter sebelah barat ada sungai, dan kemungkinan memang sedang mencari mangsa," sambungnya.

Kabid Pemadaman Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, mengimbau warga mewaspadai kemunculan ular di permukiman.

"Untuk mengurangi risiko dari ular yang berbisa atau tidak berbisa, bisa melaporkan atau minta bantuan kepada beberapa pihak yang memiliki pengetahuan tentang ular," jelas Sumino.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads