Pengelola Api Abadi Mrapen Gratiskan Tiket Masuk Buntut Apinya Padam

Pengelola Api Abadi Mrapen Gratiskan Tiket Masuk Buntut Apinya Padam

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Minggu, 01 Feb 2026 12:23 WIB
Pengelola Api Abadi Mrapen Gratiskan Tiket Masuk Buntut Apinya Padam
Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan mati. Foto diambil pada Minggu (1/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Grobogan -

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan mati sejak awal tahun ini. Pengelola menggratiskan tiket masuk karena hal tersebut.

"Retribusi kita enggak narik dulu, soalnya kan apinya padam," kata Penata Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, kepada detikJateng di lokasi, Minggu (1/2/2026).

Annas menyebut pihaknya berhenti menarik retribusi masuk sejak Api Abadi Mrapen itu padam, yaitu pada Kamis (1/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak tanggal 1 (Januari) kita enggak tarik retribusi. Biasanya per orangnya itu Rp 2.500," jelas Annas.

ADVERTISEMENT

Meski Api Abadi Mrapen sedang padam, Menurut Annas, pihaknya tetap melayani wisatawan yang datang. Menurutnya, masih ada daya tarik lain di komplek wisata ini.

"Di sini juga ada Batu Bobot peninggalan Sunan Kalijaga, kemudian Sendang Dudo itu juga peninggalan Sunan Kalijaga. Kalau datang ke sini, kadang orang ziarah ke situ juga. Kita tetap layani, jadi enggak ada bedanya seperti hari biasa," terang Annas.

Annas menjelaskan pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait. Rencananya, pihak Dinas ESDM akan melakukan pemeriksaan minggu depan.

"Kita sudah laporan ke Dispora sebagai pengelola untuk bagaimana langkah ke depannya karena nantinya kan dari Dispora mengarahkan ke ESDM. Kita juga di sini enggak berani kalau misalkan mau menyedot tanpa ada riset dulu dari ESDM," ungkap Annas.

Annas menginginkan kondisi ini dapat segera ditangani oleh pihak terkait. Ia berharap saat perayaan Waisak nanti, sumber api itu sudah bisa digunakan kembali.

"Harapannya segera diperbaiki dari pihak ESDM, karena kita sendiri yang di sini juga enggak berani. Nantinya waktu acara seperti Waisak nanti juga sudah bisa diperbaiki dan bisa nyala lagi," pungkas Annas.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads