Randu Alas Raksasa Tuksongo Borobudur Ditebang Senin Mendatang

Randu Alas Raksasa Tuksongo Borobudur Ditebang Senin Mendatang

Eko Susanto - detikJateng
Sabtu, 31 Jan 2026 12:47 WIB
Randu Alas Raksasa Tuksongo Borobudur Ditebang Senin Mendatang
Warga menggelar selamatan di bawah pohon randu alas di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, yang akan ditebang, Senin (12/1/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Pohon randu alas raksasa berusia ratusan tahun yang menjadi ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, bakal ditebang pada Senin mendatang. Sebagian batang randu alas tersebut akan disisakan untuk dijadikan tetenger atau monumen.

Rencana penebangan randu alas raksasa itu sudah dilaporkan ke Bupati Magelang, Grengseng Pamuji. Sejumlah dinas dan badan terkait bakal turut membantu proses penebangan itu.
Penebangan randu alas raksasa itu sesuai dengan rekomendasi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang telah melakukan penelitian sebelumnya.

"Hari Senin (2/2), insyaallah kami dari DPU, DLH, dari relawan, Tim Pak Kades, dan masyarakat Tuksongo rencananya akan memotong itu (randu alas)," kata Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Kearifan Lokal Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Magelang, Joni Budi Hermanto saat dihubungi detikJateng, Sabtu (31/1/2026).

Pohon randu alas yang menjadi ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (25/1/2026).Pohon randu alas yang menjadi ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (25/1/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng



"Sesuai surat yang dikirimkan Pak Kades kepada Pak Bupati, kami mendapatkan tembusan. Di mana kami beberapa OPD yang Senin (26/1) lalu rapat di Balkondes Tuksongo. Kesepakatan, sesuai arahan dari kajian Tim Kajian UGM bahwa itu (randu alas) sudah mati," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joni mengatakan, hasil kajian tim dari UGM menawarkan tiga opsi. Dalam pertemuan di Balkondes, Kepala Desa Tuksongo memilih opsi ketiga yakni mempertahankan sebagian fosil pohon dalam bentuk monumen pohon.

"Dan Pak Kades Tuksongo karena juga ngeman sebagai tetenger randu alas sebagai tanaman ikonik di wilayah itu. Disisakan (penebangan) kurang lebih sampai batang pertama yang sudah dipotong sesuai arahan UGM. Kira-kira 4 sampai 5 meter," ujar Joni.

ADVERTISEMENT


Terkait rencana penebangan tersebut, DLH akan mengirimkan 20 orang tenaga kerja, lima gergaji mesin, satu dump truk, dan satu crane.

"Kemudian dari DPU, satu crane, 10 tenaga kerja. BPBD menyampaikan akan membuat dapur umum, untuk membantu relawan yang giat di Tuksongo," terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Magelang, Arifan Sasongko.

"Kami dapat undangan dari desa untuk hari Senin (2/2) ada proses pembersihan batang sama ranting (randu alas) yang kira-kira membahayakan," kata Arifan.

"Tindak lanjut setelah keluar rekomendasi dari UGM, (leading sector) bukan Dinas Pertanian lagi. Untuk teknis penebangan di LH," imbuh dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Tuksongo M Abdul Karim membenarkan, rencana penebangan randu alas raksasa itu akan dilangsungkan, Senin (2/2).

"Leres (betul pada Senin). Iya (melibatkan dinas terkait)," kata dia lewat pesan singkat.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads