Viral Api Abadi Mrapen Mati, ESDM Kendeng Selatan Buka Suara

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 31 Jan 2026 09:03 WIB
Pengambilan Api Dharma Waisak dari sumber Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/6/2023). Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO
Grobogan -

Video bernarasi Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, padam beredar di media sosial dan viral. Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Cabdin ESDM) Wilayah Kendeng Selatan pun buka suara.

Video padamnya Api Abadi Mrapen itu salah satunya diunggah oleh akun TikTok @lnlita_ pada Minggu (18/1/2026). Dalam video itu terlihat wisatawan berkelakar bahwa api abadi padam lantaran gasnya habis.

"Gas e entek bro drung tuku mnh (Gasnya habis bro belum beli lagi)," tulis keterangan dalam unggahan akun tersebut, dilihat detikJateng pada Sabtu (31/1/2026).

Saat ini unggahan tersebut disukai lebih dari 18 ribu orang dan dibagikan oleh lebih dari 11 ribu pengguna. Dalam video tersebut juga terlihat ada tulisan 'MAAF API SEDANG DALAM PERBAIKAN' yang ditancapkan di ujung Api Abadi Mrapen.

Kepala Seksi Energi Cabdin ESDM Kendeng Selatan, Slamet Widodo, membenarkan bahwa Api Abadi Mrapen memang sedang padam. Namun ia belum mengetahui sejak kapan itu terjadi.

"Nggih (benar, Api Abadi Mrapen padam). Saya belum konfirmasi pastinya tanggal berapa (api tersebut padam)," kata Slamet saat dimintai konfirmasi detikJateng, Sabtu (31/1/2026).

Slamet belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal padamnya Api Abadi Mrapen karena pihaknya belum mengecek lokasi. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Induk terkait peristiwa ini.

"Kami Cabdin Kendeng Selatan sudah berkoordinasi dengan Bidang EBT di Dinas Induk. Untuk sementara kami belum bisa memberikan keterangan sebelum ke lokasi," ujar Slamet.

Slamet menyebut pihaknya bakal melakukan survei awal terkait padamnya Api Abadi Mrapen. Rencananya peninjauan lokasi akan dilakukan Selasa pekan depan.

"Segera untuk minggu depan akan dijadwalkan tinjau lokasi dan survei awal terhadap padamnya api Mrapen. InshaAllah dijadwalkan Selasa," pungkasnya.

Pernah Padam Tahun 2020

Dilansir detikTravel, Selasa (20/4/2021), Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kembali berkobar setelah padam sejak September 2020 lalu. Sumber gas baru ditemukan hingga akhirnya bisa dialirkan ke lokasi yang sama.

Setelah mendapatkan sumber gas baru, Api Abadi Mrapen disulut oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar membawa obor kecil yang kemudian diarahkan ke tungku hingga api tersebut menyala lagi.

"Alhamdulillah, Api Abadi Mrapen kembali abadi," kata Ganjar di Mrapen, Selasa (20/4/2021).

Ganjar mengaku sempat kaget saat tahu Api Abadi Mrapen yang biasa digunakan untuk event olahraga nasional maupun internasional itu padam. Dia akhirnya meminta Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) untuk menggandeng ahli mengecek padamnya api abadi itu.

"Ternyata setelah dicek, ditemukan penyebabnya. Istilahnya gas yang menjadi penyuplai Api Abadi ini bocor halus di beberapa titik. Untuk itu saya titip pada masyarakat, ayo kita rawat karena ini jadi aset Grobogan," jelas Ganjar.

Ganjar meminta semua kegiatan pengeboran baik untuk mencari air maupun yang lainnya agar berkoordinasi dengan pemda setempat. Hal itu untuk mencegah terjadinya kebocoran di sumber gas Api Abadi Mrapen.

"Karena area ini saya kategorikan area rawan. Kalau nanti masyarakat ngebor tanpa izin dan tidak terkontrol, ini akan mati lagi. Mari merasa handarbeni, saling memiliki dengan cara merawat bersama," ajaknya.

Ganjar menyebut, dari keterangan ahli geologi, sumber gas alam itu juga bisa dimanfaatkan warga sekitar, misalnya saja warung-warung yang di sekitar lokasi.

"Dengan cara ini, mudah-mudahan masyarakat mendapatkan manfaat, warung-warung di sekitar sini juga bisa menggunakan," tuturnya.

Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menambahkan upaya menyalakan Api Abadi Mrapen tersebut dilakukan secara bertahap. Salah satunya dengan survei geolistrik, mencari sumber gas hingga akhirnya ditemukan di kedalaman 40 meter.

"Istilahnya kami mereorientasi aliran gasnya. Sebab matinya Api Abadi Mrapen disebabkan karena kebocoran aliran gasnya," kata Sujarwanto saat itu.



Simak Video "Video: Kecelakaan Karambol di Tol Gayamsari Semarang, 8 Orang Terluka"

(dil/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork