Denada Tambunan sudah mengakui Al Ressa Rizky Rossano sebagai anak biologisnya. Meski demikian, mediasi keempat gugatan Ressa terhadap ibunya lagi-lagi buntu.
Dilansir detikJatim, gugatan dengan nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN.Byw itu rencananya akan berlanjut ke tahap persidangan dengan pokok perkara perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Denada.
Kuasa Hukum Resssa, Ronald Armada Wiyono menyatakan kurang puas dengan hasil mediasi. Mengenai pengakuan Denada, menurut Ronald itu sudah terlambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin saya sudah membuka pintu mediasi dan peluang terjadinya perdamaian di tingkat mediasi serta mengoptimalkan upaya mediasi, itu sekarang sudah tertutup," kata Ronald.
Dia menegaskan, tambahan waktu yang disetujui oleh pihaknya itu dibarengi harapan ada itikad baik dari Denada untuk datang langsung pada agenda mediasi dan mengakui Ressa sebagai anaknya. Tapi ia menyayangkan sikap Denada yang mengabaikan itikad baik tersebut.
"Sekarang malah saya nyatakan pintu saya terbuka untuk bermain di ranah persidangan, yang kemudian kita harus fight. Kalau fight ini kan pasti ada yang jatuh, ada yang enggak. Karena mereka inisiasinya seperti itu, ya monggo," ujar Ronald.
Dengan gagalnya mediasi, perkara ini berlanjut di persidangan yang jadwalnya akan diumumkan melalui e-Court Pengadilan Negeri Banyuwangi. Dalam perkara ini, Denada digugat pemuda yang mengaku sebagai anak biologisnya dengan nilai mencapai Rp 7 milliar.
Baca juga: Akhirnya! Denada Akui Ressa Anak Kandung |
Denada Akui Ressa Anak Kandung
Diberitakan detikHot sebelumnya, penyanyi Denada Tambunan akhirnya mengakui Ressa Rizky sebagai anak kandungnya. Denada juga disebut membiayai dan memfasilitasi Ressa. Hal itu disampaikan pengacara Denada, Muhammad Iqbal.
"Masalah mengakui atau tidak itu gini, saya garis bawahi ya masalah anak ini. Mbak Denada ini bukan sekadar diakui atau ndak. Mas Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun, kok tiba-tiba ada gugatan ini, ya juga aneh," ungkap kata Muhammad Iqbal dalam wawacara virtual, Kamis (29/1/2026) malam, dilansir detikHot.
"Bukan hanya sekadar mengakui (Ressa anak), dibiayai, disekolahkan, dikasih kasih sayang. Ya karena jaraknya jauh mungkin gak setiap hari kan, hanya gitu aja kok. Fasilitas juga dikasih," imbuhnya.
Sementara itu terkait ketidakmunculan Denada Sendiri, Iqbal menyampaikan, untuk cooling down terkait dengan kasus tersebut.
"Saat masa-masa kemarin itu kan masa mediasi. Seharusnya kita tenang, cooling down-lah intinya. Supaya nanti kita sambil berpikir introspeksi diri juga. Jangan membuat gaduh di podcast, di medsos apa semua, ya seharusnya ya jangan," ungkapnya.
"Makanya pihak Mbak Denada ini ndak keluar statement apa pun kemarin pada saat masa-masa mediasi. Tujuannya itu ke arah sana. Namun, penggugat yang malah membuat gaduh, podcast sana-sini, ngomong gini-gini ndak sesuai fakta bagi kita," imbuhnya.
Iqbal juga menanggapi terkait Ressa yang pernah bekerja sebagai sopir dengan gaji Rp 2,5 juta. Menurutnya, hal tersebut bukan bentuk penelantaran, melainkan cara keluarga dalam mendidik karakter anak agar tidak tumbuh menjadi pribadi manja.
"Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja. Gaji Rp 2,5 juta di Banyuwangi besar tuh. Supaya dia tidak manja cuma minta nodong gini ke orang tua kan ya ndak enak lah," jelas Iqbal.
Sementara itu, untuk gugatan Ressa Rizky Rosano kepada Denada saat ini masih berjalan di Pengadilan Negeri Banyuwangi karena merasa tak diakui sebagai anak kandung.
