Kasus Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus Diduga Dipicu Ayam Suwir Bau

Kasus Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus Diduga Dipicu Ayam Suwir Bau

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 16:05 WIB
Kasus Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus Diduga Dipicu Ayam Suwir Bau
Ilustrasi keracunan. (Foto: Getty Images/Pornpak Khunatorn)
Semarang -

Puluhan siswa di SMAN 2 Kudus mengalami diare dan pusing yang diduga akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sumber keracunan diduga berasal dari ayam suwir yang sudah berbau.

Sekretaris Tim Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono mengatakan, menu yang dimakan para siswa Rabu (28/1) kemarin yakni nasi, ayam suwir, kuah soto, kecambah rebus, tempe goreng, dan kelengkeng.

"Disebabkan oleh ayam suwir yang agak berbau, padahal dalam jangka waktu setelah pengiriman SMAN 2 Kudus, sisa pengolahan MBG dapur SPPG Purwosari dikonsumsi relawan pada jam 13.00 WIB siang dan masih aman," kata Hanung melalui pesan singkat, Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, pagi tadi pihak SPPG mendapat pesan WhatsApp dari SMAN 2 Kudus bahwa ada beberapa anak yang sakit perut dan mual usai kemarin mengonsumsi MBG.

"Kemudian Kepala SPPG dan Ahli Gizi langsung menuju ke SMAN 2 Kudus melihat kondisi anak yang terdampak untuk segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan observasi," tutur Hanung.

ADVERTISEMENT

"Jumlah yang terkena dampak dari MBG 91 orang. Menu hari Rabu kemarin nasi, ayam suwir, kuah soto, kecambah rebus, tempe goreng, kelengkeng," lanjutnya.



Pihaknya pun langsung mengambil langkah dalam menanggapi adanya kejadian tersebut. Pemeriksaan langsung ke dapur sudah dilakukan bersama Tim Pengawas Sanitasi dan Kepala SPPG.

"Mengambil sampel makanan dan bahan baku untuk diuji lebih lanjut dan observasi kesehatan terhadap penerima manfaat yang terdampak, dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat," terang Hanung.

"Selain itu melakukan penghentian sementara distribusi makanan untuk menu yang diduga menyebabkan kejadian," sambungnya.

Ia pun meminta maaf kepada para penerima manfaat dan sekolah. Ia mengatakan, evaluasi dan observasi baik kepada suplier maupun relawan akan dilakukan agar kejadian serupa bisa dicegah.

"Telah dilakukan penanganan cepat, evaluasi dapur, dan perbaikan sistem sanitasi. Kegiatan produksi akan kembali dilanjutkan setelah hasil pemeriksaan dinyatakan aman," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa SMAN 2 Kudus mengalami pusing-pusing hingga diare diduga keracunan setelah makan bergizi gratis atau MBG. Saat ini para siswa masih diobservasi.

"Diduga keracunan MBG, korban masih observasi di sekolahan ada yang di RSUD ada yang di Sarkis, RSI, ambulans, juga sudah standby di sekolahan," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, kepada wartawan di Kudus, Kamis (29/1).




(aku/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads