8 Alat Berat Dikerahkan Percepat Pemulihan Infrastruktur Imbas Banjir Bandang

8 Alat Berat Dikerahkan Percepat Pemulihan Infrastruktur Imbas Banjir Bandang

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 18:47 WIB
Alat berat yang dikerahkan untuk percepatan pembukaan akses infrastruktur yang rusak usai diterjang banjir bandang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (29/1/2026).
Alat berat yang dikerahkan untuk percepatan pembukaan akses infrastruktur yang rusak usai diterjang banjir bandang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (29/1/2026). Foto: Dok. Prokompim Purbalingga.
Purbalingga -

Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan longsor di lereng Gunung Slamet. Sejumlah alat berat dikerahkan di berbagai titik terdampak untuk membuka akses jalan, membersihkan material longsor, serta menormalkan alur sungai.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Harpindiat, mengatakan hingga Rabu (28/1), penanganan infrastruktur dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi.

"Fokus utama kami adalah percepatan pembukaan akses dan penanganan infrastruktur vital agar aktivitas warga bisa segera pulih. Ada sekitar 8 alat berat yang dikerahkan," ujar Revon dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Revon menjelaskan pengerahan alat berat melibatkan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), pemerintah desa, serta instansi terkait lainnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data BPBD, penanganan dengan alat berat difokuskan di empat titik utama di Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Di Dusun Kaliurip, Desa Serang, diterjunkan satu unit ekskavator PC 200 milik BBWSSO, satu unit ekskavator PC 75 dari DPUPR, tiga unit dump truck dari DPUPR dan BBWSSO, serta dua unit bulldozer dari DPUPR dan BBPJN.

"Sementara di Kaliurip Gunung, Desa Serang, satu unit ekskavator PC 200 milik pemerintah desa dikerahkan bersama tiga unit dump truck dari DPUPR dan BBPJN. Di wilayah Gunung Malang, BPBD menurunkan satu unit ekskavator PC 75 yang didukung satu unit bulldozer dari BBPJN," jelasnya.

Adapun di wilayah Bambangan, Desa Kutabawa, satu unit ekskavator PC 200 dari DPUPR difokuskan untuk penanganan material longsor serta pemulihan akses wilayah terdampak.

Selain kerusakan akses jalan, BPBD juga mencatat kerusakan infrastruktur berupa lima jembatan putus, termasuk jembatan penghubung Desa Kutabawa dengan Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang. Sejumlah jembatan sementara ditangani dengan pembangunan jembatan darurat dan pemasangan box culvert agar alat berat dapat masuk ke lokasi terdampak.

Di sisi lain, BPBD terus memantau kondisi warga terdampak bencana. Hingga siang ini, jumlah pengungsi tercatat 1.133 jiwa yang tersebar di Desa Serang dan Desa Sangkanayu.

Di Desa Serang, jumlah pengungsi mencapai 1.004 jiwa, terdiri dari 160 jiwa di Vila Serang, 199 jiwa di Sambas, serta 645 jiwa yang mengungsi secara mandiri di rumah warga. Sementara di Desa Sangkanayu, terdapat 129 jiwa pengungsi, dengan 51 jiwa berada di Sangkanayu Hills dan 78 jiwa lainnya mengungsi di rumah warga.

"Selain penanganan fisik, kami bersama OPD dan relawan terus memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk logistik, air bersih, dan layanan kesehatan," kata Revon.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menambahkan pembukaan akses jalan dengan alat berat juga ditujukan untuk mempermudah PLN dalam membangun kembali jaringan listrik yang sempat terputus akibat bencana.

"Fokus kami saat ini adalah membuka akses jalan, menormalkan aliran sungai, dan memastikan pengungsi tetap mendapatkan pelayanan dasar. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar penanganan berjalan cepat dan efektif," ujar Fahmi.




(apl/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads