Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam tahun Hijriah, tepatnya sebelum memasuki bulan Ramadhan. Pada bulan ini, terdapat amalan sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat Islam, yakni puasa Nisfu Syaban.
Bulan Syaban memiliki amalan yang banyak bagi umat Islam, termasuk puasa. Dikutip dari buku Fiqih Puasa oleh Yusuf Qardhawi, dianjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan Syaban. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut.
"Ia adalah bulan yang dilupakan banyak orang, terletak antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di mana amal-amal diangkat menuju Tuhan semesta alam. Saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam keadaan berpuasa." (HR. Nasai dari Usamah bin Zaid).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain puasa Ayyamul Bidh, terdapat pula puasa Nisfu Syaban yang dapat diamalkan oleh umat Islam. Puasa Nisfu Syaban ini sama halnya dengan puasa lainnya, hanya berbeda pada bacaan niatnya. Berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban yang dapat dibaca oleh umat Islam.
Waktu Puasa Nisfu Syaban
Mengutip buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H. Herdiansyah Achmad LC, puasa Nisfu Syaban dikerjakan pada pertengahan bulan Syaban. Lebih tepatnya, yakni dikerjakan pada tanggal 15 bulan Syaban dalam kalender Hijriah. Puasa Nisfu Syaban dikerjakan selama satu hari. Puasa ini juga datang bersamaan dengan puasa Ayyamul Bidh yang dikerjakan juga pada tiga hari pertengahan bulan Syaban.
Adapun menurut Kalender Hijriah 1447 H yang diterbitkan Kemenag RI, tanggal 15 Syaban 1447 H bertepatan pada tanggal 3 Februari 2026.
Niat Puasa Nisfu Syaban
Salah satu rukun puasa adalah niat. Niat dibaca pada malam hari sampai menjelang fajar. Masih dikutip dari buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H. Herdiansyah Achmad LC, berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban yang dapat dibaca oleh umat Islam yang hendak mengerjakannya.
Arab: ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ΅ΩΩΩ Ψ΄ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§ΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Latin: Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya'bani sunnata lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah Ta'ala."
Hukum Mengerjakan Puasa Nisfu Syaban
Terdapat dua pendapat mengenai hukum puasa Nisfu Syaban. Hal ini dikarenakan belum ada hadis yang sahih terkait puasa tersebut. Dalam buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H. Herdiansyah Achmad LC, mengerjakan puasa Nisfu Syaban hukumnya sunnah. Pendapat ini disebutkan sesuai dengan perkataan Rasulullah SAW dalam riwayat Ali bin Ali Thalib k.w. berikut.
"Jika datang malam Nisfu Syaban, salatlah dan puasalah pada siang harinya karena Allah akan menurunkan ampunannya di malam itu,mulai dari terbenamnya matahari hingga pagi hari. Kemudian Allah berfirman, 'Ingatlah Aku akan mengampuni orang yang meminta ampunan dari-Ku, ingatlah Aku akan memberikan rezeki pada orang yang meminta rezeki pada-Ku, ingatlah Aku akan mengabulkan orang yang meminta kesehatan pada-Ku, dan ingatlah Aku akan begini dan begtu (yakni meminta apa saja) meminta pada Allah sampai munculnya fajar." (HR. Ibnu Majah).
Di satu sisi, terdapat pendapat dari sebagian ulama yang mengatakan bahwa puasa Nisfu Syaban hukumnya haram. Dikutip dari Buku Pintar Puasa Wajib & Sunnah Sepanjang Tahun oleh Umi Aqilla , pengkhususan hari-hari tertentu pada bulan bulan Syaban seperti puasa Nisfu Syaban bukanlah sunnah. Hal ini dikarenakan anjuran puasa Nisfu Syaban masih berasal dari hadis yang lemah dan belum ada riwayat pendukung.
Meskipun demikian, umat Islam perlu memperhatikan maksud dari kedua pendapat tersebut. Dirujuk dari buku Fiqih Puasa oleh Yusuf Qardhawi, larangan mengerjakan puasa Nisfu Syaban tersebut berlaku jika memaksudkan khusus pada hari itu. Adapun jika seseorang memiliki rangkaian hari puasa yang sudah menjadi kebiasannnya, seperti puasa Senin Kamis atau tiga hari setiap bulan, maka mengerjakan puasa Nisfu Syaban tidak apa-apa. Jika umat Islam masih ragu mengenai hukum puasa Nisfu Syaban, maka dapat mengerjakan puasa Ayyamul Bidh yang lebih memiliki hadis yang sahih.
Demikian uraian mengenai niat puasa Nisfu Syaban, mulai dari bacaan Arab, latin, dan artinya. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(par/ams)











































