Pesawat Angkut Anggota DPR Jatuh di Kolombia

Internasional

Pesawat Angkut Anggota DPR Jatuh di Kolombia

Rita Uli Hutapea - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 13:29 WIB
SENSITIVE MATERIAL. THIS IMAGE MAY OFFEND OR DISTURB Victims of a plane crash are carried on stretchers, in Playa de Belen, North Santander, Colombia, January 28, 2026, in this picture obtained from social media. Notiplaya/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT Verification lines:The location of the footage was confirmed from the source and authorities report of the plane crash. Reuters was also able to confirm the airline logo, colors and pattern of debris from wreckage that matched the SEARCA plane from file images. The date of footage was verified from original file metadata. FlightRadar24.com showed the flight taking off from Camilo Daza International Airport at around 16:40UTC and flew towards Ocana before disappearing on the radar at around 16:54UTC.
Pesawat Pembawa Anggota DPR Kolombia Jatuh di Pegunungan. Foto: Notiplaya via REUTERS/Notiplaya
Solo -

Kecelakaan menimpa pesawat yang ditumpangi anggota dewan Kolombia di daerah pegunungan dekat perbatasan Venezuela. Seluruh penumpang dan awak meninggal dunia.

Dikutip dari detikNews, pesawat itu adalah pesawat Beechcraft 1900 bermesin ganda. Mereka lepas landas dari kota perbatasan Kolombia, Cucuta, dan kehilangan kontak dengan menara pengontrol lalu lintas udara sesaat sebelum dijadwalkan mendarat di Ocana sekitar Rabu (28/1) siang waktu setempat.

Kantor berita AFP, Kamis (29/1/2026) menyebut ada 13 penumpang dan dua awak di dalam pesawat itu. Penerbangan itu dioperasikan oleh maskapai penerbangan negara Kolombia, Satena itu seharusnya melakukan perjalanan hanya 23 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada yang selamat," kata seorang pejabat dari otoritas penerbangan kepada AFP. Penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti.

ADVERTISEMENT

Angkatan udara di kerahkan oleh pemerintah setempat untuk melakukan pencarian. Lokasi jatuhnya pesawat tersebut merupakan wilayah pegunungan Andes bagian timur yang terjal dan tertutup pepohonan lebat, dengan cuaca yang sangat berubah-ubah. Jalur darat tidak memungkinkan untuk dilalui.

Selain itu sebagian besar wilayah pedesaan di sekitarnya dikuasai oleh kelompok gerilyawan terbesar Kolombia, Tentara Pembebasan Nasional, yang lebih dikenal dengan akronim Spanyolnya, ELN.

Gubernur Negara Bagian Santander Utara, William Villamizar, yang berbicara kepada majalah berita lokal, Semana, menyebutkan Hingga kini dilaporkan sudah ada tujuh jenazah yang ditemukan.

Di antara daftar korban tewas kecelakaan itu, ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kolombia, Diogenes Quintero, 36 tahun, dan Carlos Salcedo, seorang calon anggota DPR dalam pemilihan mendatang.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads