3 Pemuda Temanggung Dikeroyok Saat Hendak Beli Nasgor, Dikira Mau Balap Liar

3 Pemuda Temanggung Dikeroyok Saat Hendak Beli Nasgor, Dikira Mau Balap Liar

Eko Susanto - detikJateng
Selasa, 27 Jan 2026 18:27 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Temanggung -

Video pengeroyokan terhadap tiga pria yang hendak membeli nasi goreng di Parakan, Kabupaten Temanggung, jadi viral di media sosial. Dinarasikan bahwa ketiga pria itu merupakan korban salah sasaran karena dikira hendak balapan liar. Polisi pun turun tangan.

Video itu salah satunya diunggah akun Instagram @kejadiantemanggung.

"Kronologi di pertigaan Sari Ayam Parakan Temanggung dinihari sekitar 01.00 WIB (25/1/2026). Salah sasaran di tabrak di injek-injek. Mau beli nasi goreng dikira mau balapan sesama rombongan motor," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dilihat detikJateng pada Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga korban pengeroyokan itu berinisial AC (21) warga Kledung, DA (25) dan ABS (22) warga Kecamatan Parakan, Temanggung. Polisi membenarkan ada aksi pengeroyokan tersebut.

"Pada Minggu (26/1) sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Parakan-Kedu (di depan showroom), korban bersama dua temannya mau ke warung nasi goreng. Kemudian saat yang bersangkutan berhenti, ada orang yang menabrak di belakang korban," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Didik Tri Wibowo kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

ADVERTISEMENT

"Korban terjatuh, namun ada warga duduk di pinggir jalan malah mengeroyok atau melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban dan dua teman lainnya," sambungnya.


Berdasarkan video yang viral tersebut, polisi pun proaktif mencari para korban. Sebab, korban tidak melaporkan kejadian yang menimpanya.

"Kita melakukan pencarian terhadap korban, korban kita sarankan membuat laporan di polsek. Dan korban dengan dua temannya sudah dimintai keterangannya," ujar Didik.

"(Tiga korban) Mengalami luka di sekujur tubuhnya berupa lecet-lecet. Ada lecet di kaki dan wajah," imbuh dia.

Para terduga pelaku pengeroyokan saat ini masih dalam pencarian.

"Masih dalam pencarian. Karena korban tidak mengenal para pelaku. Ini masih dalam pengejaran Tim Satreskrim Polres Temanggung," ucap Didik.

Disinggung mengenai kemungkinan tiga pria itu merupakan korban salah sasaran, Didik mengatakan hal tersebut masih dalam penyelidikan.


"Saksi saat itu tidak mengingat (jumlah pelaku) karena kejadian begitu cepat. Yang bersangkutan tidak mengingat berapa banyak, cuma sekitar 3 (orang) lebih," katanya.

Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Yosra Meidicta Mandung menambahkan, terkait dugaan aksi balap liar yang terjadi di Parakan, hal itu masih dalam penanganan. Pihaknya berkolaborasi dengan dinas terkait untuk mengatasi aksi balap liar.

"Untuk upaya kolaboratifnya, kami melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pemberlakuan flashing (lampu traffic light). Biasanya balap liar dilakukan ketika mulai menyala hijau (star balapan liar)," kata Yosra.

"Jadi, kami menyampaikan kepada Dishub untuk memberlakukan flashing di setiap hari-hari libur terutama malam minggu (sabtu malam). Mulai minggu ini sudah pemberlakukan flashing mulai pukul 22.00 sampai 04.00 WIB," tambah Yosra.



(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads