Gempa bumi yang terjadi di Bantul, Daerah Istimew Yogyakarta (DIY) dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Klaten. Bahkan getaran gempa membuat siswa di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) dipulangkan lebih awal.
"Jadi siswa pulang lebih awal. Setelah gempa langsung dipulangkan oleh sekolah," ungkap Umam, warga Kecamatan Kalikotes kepada detikJateng, Selasa (27/1/2026) siang.
Dijelaskan Umam, saat kejadian gempa dirinya sedang bersiap menjemput anaknya ke sekolah di MI. Getaran cukup besar dirasakan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sangat terasa padahal saya di rumah. Ternyata sampai sekolah siswa berhamburan keluar," kata Umam yang juga relawan kebencanaan.
"Biasanya pulang jam 14.00 WIB, ini belum jam pulang sudah langsung dipulangkan," imbuh Umam.
Rara, warga Kecamatan Delanggu mengatakan getaran sangat terasa sampai kursi berderak. Warga sempat keluar rumah sebentar.
"Sempat keluar sebentar. Saya baru mau lari sudah reda getarannya," katanya kepada detikJateng.
"Kalau yang tadi pagi katanya ada tapi saya tidak terasa. Yang siang ini sangat terasa sekali," imbuh Rara.
Kalak BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan gempa siang ini berbeda dengan yang pagi. Gempa terjadi pukul 13.15 WIB di Bantul, Yogyakarta.
"Gempa bumi pada pukul 13.15.32 WIB yang berlokasi di Lintang 7.87 LS Bujur 110.49 BT dgn kedalaman 11 KM di 16 Km sebelah Timur Laut Bantul dengan Magnitudo 4.4. Dampak gempa tersebut dapat dirasakan oleh warga di hampir seluruh wilayah Klaten dengan skala intensitas III MMI," ungkap Syahruna kepada detikJateng.
Menurut Syahruna, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Tim BPBD sedang melakukan pendataan di lokasi.
"Tim BPBD sedang melakukan pendataan di lokasi. Ini bukan merupakan gempa susulan dari gempa Pacitan tadi pagi, namun lokasi baru dan merupakan gempa daratan," jelas Syahruna.
Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berskala magnitudo 5,5 terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pagi tadi. Gempa tersebut getarannya dirasakan warga di wilayah Kabupaten Klaten.
"Saya sudah di kantor saat terjadi gempa. Ya panik tapi tidak begitu resah, karena juga tidak begitu besar," ungkap Kepala Desa (Kades) Burikan, Kecamatan Cawas, Suroto, kepada detikJateng, Selasa (27/1) pagi.
Dijelaskan Suroto, warga tidak terpengaruh dan tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan warga yang sudah di luar rumah tidak merasakan.
