Ledakan yang terjadi di Simo, Boyolali diduga berasal dari obat mercon atau petasan yang sedang diracik korban. Ledakan itu mengakibatkan satu orang mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuhnya.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya ledakan tersebut. Petugas langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan keterangan dari sejumlah saksi.
"Dari beberapa hal yang sudah kita laksanakan, hasil penyelidikan sementara saat ini dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kita temukan di TKP, diindikasikan bahwa pelaku atau korban tersebut mencoba untuk meracik obat petasan," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, ditemui di ruang kerjanya Selasa (27/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan itu terjadi pada Senin (26/1) sore kemarin sekitar pukul 17.15 WIB. Korban meracik obat mercon di ruang dapur rumah orang tuanya, Samsudin (49) warga Dukuh Bendungan, Desa Bendungan, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Korban luka sekaligus pelaku peracik obat mercon yakni Ilham Dino Saputra (18), anak dari pemilik rumah.
"Betul, jadi korban ini statusnya karena belum berkeluarga, jadi masih tinggal dengan orang tuanya dan adiknya (di rumah itu)," jelas Indra.
Petugas meninjau lokasi ledakan di Simo, Boyolali, Senin (26/1/2026) malam. Foto: Dok Camat Simo Boyolali |
Akibat ledakan itu korban mengalami luka bakar di wajah, tangan dan kakinya. Selain itu, pintu dan sebagian atap ruang dapur juga mengalami kerusakan. Korban kini dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Ia menjelaskan, ledakan itu terjadi diperkirakan saat korban meracik obat mercon. Bahan-bahan obat mercon didapat dan dibeli korban secara online.
Lebih lanjut Indra menyampaikan, korban mempelajari cara membuat obat petasan dari media sosial. Kemudian dia coba meracik sendiri obat petasan tersebut yang rencananya nanti akan diperjualbelikan oleh korban.
"Namun dikarenakan yang bersangkutan itu tidak mempunyai keilmuan atau pengetahuan terkait dengan pembuatan obat petasan tersebut, akhirnya ketika dia mencoba meracik obat petasan tersebut akhirnya terjadi ledakan. Dan akhirnya pelaku atau korban saat ini sedang dilakukan perawatan intensif di rumah sakit daerah," imbuhnya.
Dari lokasi, lanjutnya, ditemukan sejumlah barang bukti yang diperkirakan obat mercon yang diracik korban. Antara lain, arang, belerang dan lainnya. Korban juga baru sekali ini meracik obat mercon tersebut. Pihak keluarganya, baik orang tua maupun adiknya disebut tidak mengetahui aktivitas korban tersebut.
"Dugaan awal yang kami temukan di TKP, dari zat-zat ataupun bahan-bahan yang dia beli secara online. Di sana kita temukan ada arang, kemudian ada bahan lainnya yang coba dia racik menjadi obat petasan nantinya. Namun dikarenakan ketidaktahuan dan keminiman dia terkait dengan pembuatan petasan akhirnya bahan yang sedang dia racik itu akhirnya meledak," bebernya.
(alg/afn)












































