Tingalan Jumenengan Mangkunegara X, Tradisi Peringatan Kenaikan Tahta

Tingalan Jumenengan Mangkunegara X, Tradisi Peringatan Kenaikan Tahta

Anindya Milagsita - detikJateng
Selasa, 27 Jan 2026 12:30 WIB
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagara X duduk di kursi paringgitan saat acara Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2025). Tingalan Jumenengan atau peringatan kenaikan takhta Adipati Mangkunegaran KGPAA Mangkunagara X tersebut sebagai bentuk syukur atas berjalannya kepemimpinan di Mangkunegaran yang berharap sebagai penanda baik dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Spt.
Ilustrasi Tingalan Jumenengan Mangkunegara X. (Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Solo -

Upacara Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara ke-4 yang digelar hari ini melibatkan antusiasme masyarakat Surakarta dan sekitarnya. Melalui peringatan yang diadakan setahun sekali ini, masyarakat dapat menyaksikan secara langsung prosesi Tingalan Jumenengan Mangkunegara X. Lantas, apa itu Tingalan Jumenengan Mangkunegara X?

Singkatnya, Tingalan Jumenengan Mangkunegara X merupakan sebuah prosesi yang digelar untuk memperingati kenaikan takhta raja di Kadipaten Mangkunegaran. Siapa itu Mangkunegara X? Mengutip dari laman resmi Mangkunegaran, Mangkunegara X adalah putra dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX dan Gusti Kanjeng Putri (GKP) Mangkunegara IX. Sebelumnya KGPAA Mangkunegara X bernama Gusti Pangeran Harga (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Sosoknya merupakan pemimpin bagi Kadipaten Mangkunegaran saat ini. Keberadaan pemimpin bagi Mangkunegaran bukan hanya sebatas memegang tahta semata, tapi juga berperan penting dalam memelihara dan juga menjaga kekayaan budaya serta tradisi yang ada di Surakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inilah yang membuat Tingalan Jumenengan Mangkunegara menjadi sebuah prosesi yang tidak pernah terlewatkan untuk digelar dalam kurun waktu setahun sekali. Termasuk pada Selasa (17/1/2026) ini yang mana Mangkunegaran kembali menggelar Tingalan Jumenengan Mangkunegara X.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Tingalan Jumenengan adalah peringatan sakral tahunan atas kenaikan takhta penguasa Mangkunegaran, khususnya KGPAA Mangkunegara X, sebagai simbol rasa syukur, refleksi kepemimpinan, dan legitimasi kekuasaan yang diwariskan turun-temurun.
  • Tujuan Tingalan Jumenengan Mangkunegara adalah guna melestarikan budaya Jawa serta menjaga hubungan spiritual antara leluhur, pemimpin, dan masyarakat Mangkunegaran.
  • Tingalan Jumenengan diisi dengan prosesi Lenggah Jumeneng, Wilujengan Ageng, Sabda Dalem, serta penampilan tari sakral Bedhaya Anglir Mendhung yang hanya dipentaskan pada momen Jumenengan.

Tingalan Jumenengan Mangkunegara Itu Apa?

Mengutip dari laman resmi Pemerintah Kota Surakarta, Tingalan Jumenengan adalah sebuah acara sakral tahunan yang digelar di Pura Mangkunegaran. Tingalan Jumenengan digelar untuk memperingati kenaikan takhta dari pemimpin Mangkunegaran, yaitu KGPAA Mangkunegara X.

Melalui Tingalan Jumenengan dapat menjadi sebuah sarana refleksi kepemimpinan di lingkup Mangkunegaran. Bukan hanya itu saja, momentum ini juga turut menjadi sarana bagi pelestarian budaya dan upaya mempertahankan hubungan secara spiritual yang melibatkan leluhur, pemimpin, dan juga masyarakat setempat.

Hal serupa juga dijelaskan dalam publikasi bertajuk 'Pengaruh Event Tingalan Jumenengan Sri Susuhan Pakubuwono XII Tahun 2003 Terhadap Pencitraan Kota Solo sebagai Kota Wisata Budaya' karya Sri Tri Atria P, yang mana Tingalan Jumenengan atau dikenal sebagai Tingalan Dalem Jumenengan merupakan peringatan hari ulang tahun kenaikan takhta raja.

Kata 'tingalan' memiliki arti peringatan, sedangkan 'jumenengan' diambil dari kata 'jumeneng' yang bermakna bertakhta. Inilah yang membuat Tingalan Jumenengan dikenal juga sebagai sebuah ritual yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan yang memiliki kaitan erat dengan garis keturunan Kesultanan Mataram Islam.

Kemudian masih mengacu dari laman Pemerintah Kota Solo, filosofi Tingalan Jumenengan Mangkunegara adalah sebagai wujud simbol keinginan dan juga rasa syukur atas kepemimpinan yang ada di Kadipaten Mangkunegaran. Tidak hanya itu saja, Tingalan Jumenengan Mangkunegara juga dapat menjadi bukti legitimasi kepemimpinan di Mangkunegaran yang diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, menurut salah satu unggahan Instagram resmi @mangkunegaran, Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X ke-4 sekaligus menandai 4 tahun kepemimpinan KGPAA Mangkunegara X. Sebelumnya, Mangkunegara X naik takhta pada tahun 2022 yang membuatnya menjadi pemimpin ke-5 bagi Mangkunegaran.

Rangkaian Acara Tingalan Jumenengan Mangkunegara

Dalam prosesi Tingalan Jumenengan Mangkunegara ada sejumlah rangkaian acara yang bakal digelar di Pura Mangkunegaran. Masih dijelaskan dalam sumber yang sama, pada tahun-tahun sebelumnya, Tingalan Jumenengan Mangkunegara akan dibuka dengan masuknya KGPAA Mangkunegara X di lokasi utama dan menempati singgasananya.

Prosesi tersebut dikenal dengan nama Lenggah Jumeneng yang mampu menunjukkan pengukuhan Mangkunegara X sebagai pemimpin bagi Mangkunegaran. Kemudian akan ada tarian anglir mendhung yang ditampilkan dalam Tingalan Jumenengan.

Tarian tersebut dianggap sakral karena hanya akan ditampilkan di sejumlah acara penting kerajaan. Selanjutnya, terdapat prosesi bernama Wilujengan Ageng yang berisikan doa bersama oleh tokoh spiritual. Pada saat inilah wujud rasa syukur ditunjukkan oleh Mangkunegaran sebagai harapan agar tetap sejahtera.

Salah satu acara yang dinantikan adalah Sabda Dalem. Pada prosesi Sabda Dalem inilah KGPAA Mangkunegara X akan menyampaikan wejangan dan juga visinya untuk satu tahun ke depan. Dengan adanya Sabda Dalem ini, abdi dalem maupun masyarakat dapat memahami arahan serta pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari nantinya.

Mengenal Tarian Anglir Mendhung Tingalan Jumenengan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu prosesi dalam Tingalan Jumenengan Mangkunegara adalah adanya penampilan tari anglir mendhung. Masih mengacu dari salah satu unggahan Instagram @mangkunegaran, tari anglir mendhung atau bedhaya anglir mendhung adalah tarian pusaka yang dibawakan oleh 7 penari dan merupakan pusaka bagi Mangkunegaran.

Biasanya tarian bedhaya anglir mendhung diiringi oleh gendhing Gangsa Gamelan Kyai Kanyu Mesem. Tarian ini hanya akan ditampilkan pada saat upacara Jumenengan atau Tingalan Jumenengan saja.

Sebelum menampilkan tarian ini ada berbagai ritual yang harus dilakukan oleh para penari. Sebut saja melakukan tirakat dengan cara bermeditasi, berpuasa, sampai berziarah ke sejumlah kompleks pemakaman. Sebut saja Astana Oetara, Astana Girilayu, sampai Astana Mangadeg.

Itulah tadi penjelasan mengenai Tingalan Jumenengan Mangkunegara yang digelar pada hari ini, berkaitan erat dengan budaya dan tradisi yang kuat di lingkup Kadipaten Mangkunegaran. Semoga mampu menambah wawasan baru, ya.

FAQ

Tingalan Jumenengan Mangkunegara itu acara apa?

Tingalan Jumenengan Mangkunegara adalah upacara sakral tahunan di Pura Mangkunegaran untuk memperingati kenaikan takhta KGPAA Mangkunegara X. Acara ini menjadi simbol legitimasi kepemimpinan, refleksi spiritual, serta wujud pelestarian budaya dan tradisi Kadipaten Mangkunegaran.

Apa makna filosofis Tingalan Jumenengan bagi Mangkunegaran?

Secara filosofis, Tingalan Jumenengan merupakan ungkapan rasa syukur dan simbol semoga kepemimpinan yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual ini mencerminkan hubungan spiritual antara pemimpin, leluhur, dan masyarakat, sekaligus menjadi bentuk penguatan nilai budaya dan identitas Mangkunegaran.

Bagaimana rangkaian prosesi dalam Tingalan Jumenengan Mangkunegara?

Rangkaian acara Tingalan Jumenengan meliputi Lenggah Jumeneng (pengukuhan Mangkunegara X), penampilan tari sakral anlir mendhung, Wilujengan Ageng (doa bersama), serta prosesi Sabda Dalem, yaitu pengungkapan wejangan dan visi kepemimpinan oleh KGPAA Mangkunegara X untuk satu tahun ke depan.



(anm/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads