Banjir melanda permukiman di Kabupaten Pati selama lebih dari dua pekan. Warga khawatir ada banjir susulan mengingat curah hujan kemarin dan hari ini kembali lebat.
Pantauan detikJateng hujan lebat terjadi di wilayah Pati dua hari ini. Hari ini, hujan lebat hujan mengguyur sejak pagi merata di wilayah Pati. Hujan sejak tadi pagi belum mereda sampai siang pukul 12.00 WIB.
Salah satu korban banjir warga Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus, Kasmin (56), mengaku khawatir banjir bisa naik lagi. Sebab daerahnya merupakan pinggiran kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas warga sementara ini menggunakan perahu. Karena jalan belum bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Kemarin 1 meter sekarang 50 sentimeter sudah surut lumayan," jelas Kasmin ditemui di lokasi, Selasa (27/1/2026).
"Kondisi hujan lagi ini khawatir karena biasanya ada banjir susulan lagi," jelasnya.
Sudah sejak 10 Januari lalu banjir menggenang di wilayahnya. Banjir itu mengganggu aktivitasnya hingga harus hidup mengandalkan bantuan.
Dia juga memilih bertahan menjaga barangnya di rumah meski harus berkawan dengan banjir. Sejumlah perabot di rumahnya pun sudah diletakkan di tempat tinggi agar tak rusak akibat banjir.
Kondisi genangan banjir di Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus, Pati, Selasa (27/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Bantuan lancar dari relawan dan pemerintah desa ada. Tidur di rumah, itu tempat tidur diganjal supaya tinggi," jelasnya.
Warga lainnya, Yatemi (57), juga mengkhawatirkan hal yang sama. Dia berharap agar banjir lekas surut.
"Masih tinggi, karena dekat kali ya. Di dalam rumah itu ada yang masih 50 sentimeter, di jalan lebih kalau 50 sentimeter," jelasnya.
Yatemi juga tidak mengungsi dan bertahan di rumah. Ia mengandalkan bantuan dari relawan dan pemdes untuk kebutuhan makan. Ia berharap agar banjir segera surut.
"Ini mau keluar cari makan, biasanya nunggu kalau ada bantuan. Harapannya semoga lekas surut banjirnya," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama rombongan relawan datang mengirim bantuan logistik dan makanan untuk korban banjir. Mereka menerobos banjir dengan perahu untuk mengirimkan makanan dan sembako bagi warga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan warga yang terdampak banjir.
'Kami dari keluarga Budhayana Indonesia Kabupaten Pati, ini karena hampir setiap musim banjir, kita kirim bantuan berupa sembako. Ini sudah dua kali, kemarin di Dukuh Pencil Desa Sidoarum," kata dia ditemui di lokasi.
Sementara itu berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati wilayah yang kebanjiran masih ada sebanyak 58 desa di 7 kecamatan. Terparah ada di Kecamatan Juwana sebanyak 17 desa kebanjiran.

