Jenderal Top China yang Dipecat Dirumorkan Hendak Kudeta Xi Jinping

Internasional

Jenderal Top China yang Dipecat Dirumorkan Hendak Kudeta Xi Jinping

Novi Christiastuti - detikJateng
Selasa, 27 Jan 2026 09:35 WIB
Jenderal Top China yang Dipecat Dirumorkan Hendak Kudeta Xi Jinping
Jenderal Zhang Youxia Foto: dok. AP Photo/Ng Han Guan/File Photo)
Solo -

Dua jenderal berpengaruh China dipecat Presiden Xi Jinping. Rumor pun berembus, bahwa dua perwira tinggi Negeri Panda itu berniat menggulingkan Xi.

Dilansir detikNews Selasa (27/1/2026), kedua jenderal yang didepak adalah Zhang Youxia serta Liu Zhenli. Zhang sendiri merupakan orang nomor dua di militer setelah Xi.

Dalam laporan Sky News dan ChosunBiz Senin (26/1), keputusan Xi memecat Zhang menimbulkan isu liar. Berdasarkan kabar yang beredar, Zhang mendalangi upaya kudeta terhadap teman masa kecilnya itu, namun gagal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zhang yang berusia 75 tahun menjabat Wakil Ketua peringkat pertama untuk Komisi Militer Pusat China, badan komando tertinggi di negara tersebut. Dia juga anggota Politbiro yang berpengaruh, yang merupakan badan eksekutif Partai Komunis China beranggotakan 24 pejabat penting.

ADVERTISEMENT

Sementara Liu Zhenli, sebelumnya menjabat sebagai salah satu komisioner dalam Komisi Militer Pusat China dan kepala Departemen Staf Gabungan.

Pada Sabtu (24/1), Kementerian Pertahanan Nasional China mengumumkan bahwa Zhang dan Liu diduga melakukan pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum serius. Tidak ada detail spesifik lainnya, hanya disebutkan bahwa keduanya akan diselidiki lebih lanjut.

Xi Jinping Hendak Dikudeta

Media Amerika Serikat Epoch Times, yang dikenal kritis terhadap China, menerbitkan laporan dengan mengutip sumber yang mengungkap bahwa Zhang serta Liu berupaya menangkap Xi. Namun, usaha tersebut berujung pada kegagalan.

China's President Xi Jinping arrives to attend the APEC Economic Leaders Meeting during the Asia-Pacific Economic Cooperation, APEC summit, Saturday, Nov. 19, 2022, in Bangkok, Thailand. (Jack Taylor/Pool Photo via AP)Presiden China Xi Jinping. Foto: Jack Taylor/Pool Photo via AP

"Zhang Youxia dan Liu Zhenli berusaha menangkap Xi Jinping pada malam hari tanggal 18, tetapi informasi bocor dua jam sebelumnya, dan Xi telah meninggalkan hotel tempat dia berencana menginap, sehingga menggagalkan upaya tersebut," demikian bunyi laporan Epoch Times, yang belum bisa diverifikasi kebenarannya.

Disebutkan, sempat ada baku tembak dalam upaya kudeta tersebut. "Pihak Zhang, tidak menyadari adanya kebocoran informasi, mengirimkan tim pendahulu sesuai rencana, dan baku tembak terjadi antara mereka dan para personel yang dikerahkan Xi Jinping, memicu korban jiwa di kedua pihak," sebut laporan itu.

Beijing sejauh ini belum memberikan komentar atau pernyataan resmi terkait isu rencana kudeta dua jenderal berpengaruh itu.

Langkah ini menjadi yang terbaru dari serangkaian aksi Xi dalam membersihkan kepemimpinan militer senior China. Zhang dan Liu menjadi pejabat tinggi militer China keempat dan kelima yang dipecat sejak tahun 2024.

Tuduhan Espionase

Selain tuduhan upaya kudeta, Zhang juga dituduh melakukan korupsi dan espionase berupa membocorkan rahasia nuklir China ke Amerika Serikat (AS). Secara resmi, dia ditempatkan di bawah penyelidikan sejak Sabtu (24/1), dengan media setempat mengabarkan dia sudah ditahan otoritas penyidik korupsi militer China sejak awal pekan kemarin.

Media-media pemerintah China menuduh Zhang dan Liu "mengancam kepemimpinan absolut Partai Komunis" serta "merusak sistem tanggung jawab tertinggi" yang berada di tangan Xi.

Wall Street Journal, dalam laporannya tanpa menyebut sumber, menyatakan Zhang Youxia dituding membentuk kelompok yang mengancam bakal mengikis persatuan Partai Komunis China.

Zhang juga dituduh menerima suap sebagai imbalan atas promosi jabatan, sebelum membocorkan informasi teknis tersebut kepada CIA (badan intelijen AS) untuk kepentingan pribadi. Secara spesifik, Zhang dituduh menerima suap saat mempromosikan Li Shangfu ke jabatan sebelumnya sebagai Menteri Pertahanan China.

Penyelidikan terhadap Zhang dan Liu dilakukan setelah kekacauan menyelimuti Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang mengelola triad nuklir China, selama setahun terakhir.

Zhang yang berasal dari garis keturunan pahlawan komunis China, merupakan teman masa kecil Xi. Keluarganya memiliki hubungan puluhan tahun dengan keluarga Xi yang berawal dari Perang Sipil China.

Pemecatan Zhang ini dipandang sebagai perombakan militer terbesar di China sejak tahun 1971 silam, ketika Wakil Ketua Partai Komunis China Lin Biao berupaya melakukan kudeta terhadap Ketua Partai Komunis pada saat itu, Mao Zedong.

Halaman 2 dari 2
(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads