Banjir yang mengguyur kawasan Gunung Slamet menyebabkan banjir bandang di kawasan Brebes bagian selatan. Dampaknya, jaringan air bersih hancur dan ribuan pelanggan terdampak.
Musibah banjir pada Jumat (23/1) malam lalu tidak hanya merusak kawasan permukiman. Kejadian ini juga menyebabkan jaringan pipa air bersih milik PDAM Tirta Baribis hancur di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog dan Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu.
Plt Dirut PDAM Tirta Baribis Brebes, Sutaryono menjelaskan, di Desa Dawuhan Sirampog pipa air rusak berada beberapa ratus meter dari bak penampungan sumber air Tuk Suci milik Perseroda Tirta Utama. Jaringan ini mensuplai ribuan pelanggan di wilayah Bregas (Brebes Tegal Slawi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak dari kerusakan itu adalah debit air yang menuju wilayah Brebes berkurang 100 kubik per detik. Gangguan ini menyebabkan pelanggan di kawasan pesisir Brebes, seperti Sawojajar dan Randusanga tidak mendapatkan air.
"Titik pertama, pipa putus 200 meter setelah bak pengumpul dari Tuk Suci. Sumber air yang dari Tirta Utama Slawi berkurang suplai kurang lebih 100 liter per detik dan berimbas pada ribuan pelanggan di wilayah Bregas, termasuk di daerah ujung pelayanan, Sawojajar, Randusanga," kata Sutaryono, Senin (26/1/2026).
Jaringan pipa PDAM Tirta Baribis rusak akibat banjir. Foto: Imam Suripto/detikJateng |
Kerusakan lain berada di Desa Adisana, Bumiayu. Di lokasi ini, pipa terbawa banjir bandang sepanjang 500 meter. Selain itu, di jaringan ini kondisi pipa rusak akibat tertutup material lumpur.
Kerusakan di Desa Adisana, menyebabkan sekitar 7.000 pelanggan terdampak. Suplai air ke ribuan pelanggan ini mati total.
"Sekitar 7.000 pelanggan di Kecamatan Tonjong dan Bumiayu terdampak, suplai air mati total," tambahnya.
Saat ini jaringan air tersebut dalam tahap perbaikan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelanggan, PDAM Tirta Baribis memberikan bantuan air secara cuma-cuma.
"Selama perbaikkan, kami memberikan bantuan air bersih bagi pelanggan yang terdampak," pungkasnya.

