Ar-Rahman merupakan salah satu surat yang sering dibaca imam sholat di masjid. Bagaimana tidak, selain lafalnya indah, surat ar-Rahman membawakan pesan mendalam kepada setiap manusia dan manfaat khusus.
Dilansir skripsi Latifah Choirun Nisa' dari IAIN Walisongo Semarang bertajuk Penafsiran Surat Ar-Rahman (Analisis Terhadap Pengulangan Ayat dalam QS Ar-Rahman), ar-Rahman adalah surat ke-35 yang diterima Nabi Muhammad SAW. Ada juga yang menyebut ke-55.
Surat ini tersusun atas 78 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Salah satu keunikan surat ar-Rahman adalah adanya ayat yang diulang puluhan kali. Dalam surat ini pula, dua sifat Allah SWT disebutkan, yakni di ayat ke-27 dan ke-78.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa manfaat surat ar-Rahman? Temukan pembahasan lengkapnya di bawah ini, yuk!
Poin Utamanya:
- Surat ar-Rahman termasuk golongan surat Makiyyah. Surat ini tersusun atas 78 ayat. Di antaranya, ada 31 ayat yang berlafal sama.
- Manfaat membaca Al-Quran adalah mengingatkan manusia untuk senantiasa bersyukur.
- Tidak ada waktu yang dikhususkan untuk membaca surat ar-Rahman. Namun, menurut Imam an-Nawawi, saat sholat dan paruh akhir malam adalah yang terbaik.
Manfaat Membaca Surat Ar-Rahman
Manfaat membaca surat ar-Rahman adalah sebagai pengingat. Manusia adalah makhluk lemah yang senantiasa diberi kucuran rezeki oleh Allah SWT. Namun, nikmat bertubi-tubi itu sering kali dilupakan, bahkan diingkari.
Karenanya, Allah SWT mengingatkan kita melalui surat ar-Rahman. Peringatan-Nya tercantum dalam ayat yang diulang sebanyak 31 kali. Begini redaksi ayat itu:
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Artinya: "Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?"
Sudah semestinya, seorang muslim yang bersyahadat mengakui kekuasaan Allah SWT dan mensyukuri segala nikmat dari-Nya. Jangan sampai, nikmat-nikmat yang selama ini tidak disyukuri itu justru dicabut dan digantikan cobaan.
Selain sebagai pengingat, membaca surat ar-Rahman juga menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan batin. Setiap pengulangan ayat 'fabiayyi ālā'i rabbikumā tukadzdzibān' seakan mengajak kita berhenti sejenak, merenungi nikmat yang sering dianggap biasa, seperti napas, kesehatan, waktu, hingga iman.
Pun dalam sejarahnya, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah 'kecewa' terhadap respons para sahabat tatkala beliau membaca surat ar-Rahman. Diambil dari buku Tafsir Surat Ar-Rahman tulisan Dr Abu Hafizhah Irfan MSI, kisah itu diabadikan melalui hadits:
خَرَجَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمٍ عَلَى أَصْحَابِهِ فَقَرَأَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةَ الرَّحْمَنِ مِنْ أَوَّلِهَا إِلَى آخِرِهَا فَسَكَتُوْا فَقَالَ: لَقَدْ قَرَأْتُهَا عَلَى الْجِنِّ لَيْلَةَ الْجِنِّ فَكَانُوا أَحْسَنَ مَرْدُوْدًا مِنْكُمْ كُنْتُ كُلَّمَا أَتَيْتُ عَلَى قَوْلِهِ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ قَالُوا: لَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِكَ رَبَّنَا نُكَذِّبُ فَلَكَ الْحَمْدُ.
Artinya: "Rasulullah keluar kepada para sahabatnya dan membacakan kepada mereka surat ar-Rahman dari awal hingga akhirnya dan mereka diam. Lalu Rasulullah bersabda, 'Sungguh aku telah membacakan surat ar-Rahman kepada para jin di malam (aku membacakan Al-Quran kepada) para jin, mereka lebih baik jawabannya daripada kalian. Setiap aku sampai pada firman-Nya, "Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian dustakan?" mereka mengatakan, "Tidak ada satu pun dari nikmat-nikmat-Mu yang kami dustakan wahai Rabb kami, bagi-Mu segala pujian." (HR Tirmidzi no 3291. Dihasankan Syaikh al-Albani)
Selain bermanfaat sebagai pengingat, membaca surat ar-Rahman berarti mendapatkan keutamaan membaca Al-Quran. Di antaranya adalah mendapat pelipatgandaan pahala menjadi 10 untuk setiap huruf yang dibaca dan memeroleh syafaat pada hari kiamat.
Waktu Membaca Surat Ar-Rahman
Sejauh penelusuran detikJateng, tidak ditemukan hadits yang menjelaskan waktu khusus untuk membaca surat ar-Rahman. Namun, menurut Imam an-Nawawi, yang terbaik adalah membacanya dalam sholat, sebagaimana dilaporkan NU Online.
اعلم أن أفضل القراءة ما كان في الصلاة، ومذهب الشافعي وآخرين رحمهم اللّه : أن تطويلَ القيام في الصلاة بالقراءة أفضلُ من تطويل السجود وغيره
Artinya: "Ketahuilah bahwa (waktu) membaca Al-Quran yang paling utama adalah berada dalam keadaan sholat. Mazhab Syafi'i dan mazhab imam-imam lain rahimahullah menyebutkan bahwa memanjangkan (memperlama) berdiri dalam sholat untuk membaca Al-Quran lebih utama daripada memanjangkan sujud atau yang lain." (Al-Adzkar an-nawawi, hal 159)
Di luar sholat, Pondok Pesantren Lirboyo mengutip penjelasan Imam an-Nawawi bahwa yang terbaik adalah membaca Al-Quran pada malam hari. Terkhusus, pada paruh terakhir malam. Di antara alasannya, menurut Syaikh Muhammad bin Allan, adalah:
- Lebih khusyuk dan tenang.
- Lebih tersembunyi dari riya'.
- Mudah dipakai merenungi makna ayat-ayat yang dibaca.
- Malam memiliki waktu mustajab untuk berdoa dan seterusnya.
Adanya kedua waktu di atas tidak lantas menafikan pembacaan surat ar-Rahman pada pagi atau siang hari. Yang terpenting, membaca surat ini dilakukan secara ikhlas, ditujukan untuk mencari ridha dan pahala Allah SWT.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Demikian penjelasan ringkas mengenai manfaat membaca surat ar-Rahman dan waktu mengamalkannya. Semoga bermanfaat.
(par/alg)











































