Jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, Restu Adi Pribadi (39) dikebumikan di makam Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten sore ini. Jenazah engineer pesawat itu dimakamkan di samping pusara ibunya.
"Di samping ibunya, di sampingnya. Ibunya sudah meninggal dunia tiga tahun lalu," ungkap ayah Restu, Suhadi Darmo Wiyono kepada detikJateng usai pemakaman, Minggu (25/1/2026) sore.
Dijelaskan Suhadi, dirinya bertemu anak lelakinya itu terakhir bulan Desember akhir. Tidak ada pesan apapun kecuali hanya berbincang sebentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pulang, ngobrol sebentar lalu balik kerja lagi. Saya tahunya ada kejadian dikabarin istrinya, istrinya ditelpon kantor lalu telpon saya," jelas Suhadi.
Pantauan detikJateng, jenazah tiba di rumah duka di perumahan Sidoharjo dan disalatkan lalu dibawa ke makam Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo sekitar pukul 14.00 WIB. Jenazah juga disalatkan di masjid dekat makam.
Pemakaman Restu Adi Pribadi di makam Desa Sidoharjo, Polanharjo, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng |
Jenazah kemudian dibawa ke liang lahat. Istri, anak, kakak dan keluarga almarhum tampak tegar mengikuti seluruh proses pemakaman sampai selesai.
Kaur Umum Stasiun PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) Cilacap, Adia Candra menjelaskan jenazah tiba di kargo bandara YIA sekitar pukul 09.35 WIB. Jenazah dibawa ke Klaten untuk dimakamkan.
"Jenazah dibawa ke Klaten untuk dimakamkan, kami hanya mengantar dan menyerahkan ke keluarga. Alhamdulilah berjalan lancar," ungkap Adia Candra kepada wartawan di lokasi pemakaman.
Untuk diketahui, Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin, Sabtu (17/1/2026). Operasi SAR dilakukan untuk mencari pesawat yang ditumpangi 10 orang.
Tiga korban diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), masing-masing Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal. Sedangkan kru pesawat ada tujuh orang, dengan pilot Captain Andi Dahananto, kopilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita.
(alg/alg)












































