Jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan asal Klaten, Restu Adi Pribadi (39) tiba di rumah duka Dusun Tlangu, Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Klaten. Jenazah dimakamkan di kampung halaman istrinya itu.
Pantauan detikJateng, jenazah tiba sekitar pukul 11.18 WIB dengan ambulans di Dusun Tlangu. Mobil jenazah diiringi mobil jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Basarnas.
Begitu keluar dari mobil jenazah, peti dibawa ke masjid yang berada tak jauh dari rumah duka. Ratusan pelayat mengikut salat jenazah dengan khusuk. Setelah itu barulah peti jenazah dibawa ke rumah duka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah duka dilakukan acara serah terima dengan upacara dari KKP kepada keluarga. Selain jenazah, diserahkan pula beberapa dokumen, termasuk bersampul DVI kepada keluarga.
Upacara pemberangkatan jenazah dilakukan sekitar 30 menit. Jenazah setelah itu dibawa ke makam Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo yang merupakan tanah kelahiran Restu.
Kakak ipar almarhum, Bambang Janarum mengatakan keluarga tidak menduga almarhum akan pergi selamanya. Terakhir kontak beberapa jam sebelum berangkat.
"Terakhir kontak ya sebelum berangkat. Katanya mau berangkat ke Makasar dari Yogyakarta, kan dekat dari Klaten," kata Bambang kepada wartawan di rumah duka, Minggu (25/1/2026) siang.
Adiknya, sebut Bambang, merupakan warga asli Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo. Istrinya merupakan warga Desa Bulan, Kecamatan Wonosari dan memiliki satu putri.
"Meninggalkan istri satu dan anak satu. Umurnya (anak) ya tahun ini lima tahun, anaknya putri," ungkap Bambang.
Dijelaskan Bambang, keluarga di Klaten mendapatkan kabar Sabtu (17/1) siang dari kantor almarhum jika pesawat hilang kontak. Setelah itu keluarga melihat siaran televisi.
"Setelah itu melihat televisi dan beritanya sudah masuk. Kita terus berdoa semoga ada mukjizat diberikan keselamatan," terang Bambang.
Menurut Bambang, setelah kejadian keluarga menggelar doa bersama memohon ada mukjizat keselamatan. Adiknya sudah bekerja sebagai engineer lebih dari 15 tahun.
"Jadi sudah 10 tahun lebih, mungkin 15 tahun, jadi sebelum menikah. Kalau pulang tidak sering karena tinggal di Jakarta, tapi setiap lebaran pulang ke sini dulu," papar Bambang.
"Secara pribadi, saya tahu orangnya baik, humble, gampang bergaul dengan masyarakat. Pokoknya baik lah," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Satu korban kecelakaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan akan dimakamkan di Klaten. Jenazah engineer, Restu Adi dibawa ke Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Klaten hari ini.
"Ya rencananya akan dibawa ke sini (Desa Bulan). Kakaknya sudah berkoordinasi," ungkap Kades Bulan, Kecamatan Wonosari, Darsono saat diminta konfirmasi detikJateng, Minggu (25/1/2026) pagi.
Dijelaskan Darsono, informasi sementara dari keluarga, jenazah diterbangkan dari Makassar ke Yogyakarta dan dibawa ke Klaten.
"Nanti serah terima jenazah, kemudian disalatkan. Jenazah kemudian dimakamkan di Desa Sidoharjo, Polanharjo," jelas Darsono.
Menurut Darsono, almarhum memang bukan warga asli desa tersebut. Namun keluarga istrinya berasal dari Desa Bulan.
"Kalau KTP almarhum bukan warga sini tapi keluarga istrinya yang dari sini. Kita terus koordinasi dengan keluarga," lanjut Darsono.
(ahr/alg)











































