Wisata Religi Gunung Tidar Magelang Kembali Buka Usai Diamuk Badai

Wisata Religi Gunung Tidar Magelang Kembali Buka Usai Diamuk Badai

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 25 Jan 2026 11:19 WIB
Rombongan peziarah berdatangan menuju puncak Gunung Tidar, Kota Magelang, Minggu (25/1/2026).
Rombongan peziarah berdatangan menuju puncak Gunung Tidar, Kota Magelang, Minggu (25/1/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Kompleks wisata religi Gunung Tidar Magelang yang sempat ditutup akibat badai hari ini kembali buka. Pengelola menempatkan sejumlah petugas untuk memastikan keselamatan pengunjung.

Pantauan detikJateng, sekitar pukul 10.00 WIB, parkiran rombongan peziarah di bekas terminal lama Magelang membludak. Bahkan, bus rombongan peziarah hingga menempati tepi di Jalan Ikhlas.

Selain itu, ada sebagian bus rombongan peziarah yang parkir di tepi Jalan Jenderal Sudirman. Rombongan bus peziarah tersebut datang dari berbagai luar daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris DLH Kota Magelang, Irwan Adhie Nugroho menjelaskan tempat wisata itu memang sempat tutup akibat angin kencang yang terjadi Sabtu (24/1). Sejumlah orang tertimpa pohon tumbang, bahkan hingga 1 orang meninggal.

ADVERTISEMENT

Setelah mereka berkoordinasi pagi ini, tempat wisata religi itu kembali dibuka.

"Kita koordinasi lagi dengan kepolisian, BPBD, Satpol, kemudian dari kelurahan. Kita berembuk dan kita laporkan hasilnya kepada pimpinan. Nah, pimpinan kemudian memutuskan bisa dibuka dengan catatan ada personel yang dikerahkan untuk ditempatkan di titik-titik rawan," kata Irwan kepada detikJateng, Minggu (25/1/2026).

Meski demikian, pihaknya harus menerapkan sistem buka tutup untuk mengatur pengunjung. Kemudian, sistem buka tutup untuk pengunjung Gunung Tidar mulai dilakukan mulai sekitar pukul 08.30 WIB.

Adapun yang semula ada jalur naik dan turun yang berbeda. Untuk pengunjung naik dan turun masih menggunakan satu jalur yang biasa digunakan untuk naik pengunjung.

"Kita atur ritme masuknya. Ritme per rombongan, kepala rombongan kami sampaikan hati-hati terhadap kerawanan bencana pohon tumbang. Kemudian kami juga melakukan mitigasi yang lain yaitu nanti di atas itu kalau terjadi apa-apa, terjadi angin atau seperti kemarin kejadian kemarin, kami langsung kami akan lakukan penutupan. Dan itu sesuai dengan arahan pimpinan," tegasnya.

Perihal sistem buka tutup untuk pengunjung, katanya, untuk mengatur pengunjung supaya tidak berdesak-desakan.

"Jadi mengatur ritmenya. Nanti kalau yang pekerjaan (penebangan selesai di jalur turun) ini sudah selesai memungkinkan untuk dilewati untuk jalur keluar. Kami akan lakukan dengan sistem buka-tutup ketika terjadi penebangan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu peziarah Saiful Bakri (50) dari Tangerang mengatakan, tidak mengetahui adanya informasi jika sebelumnya ada pohon tumbang.

"Rombongan dari Tangerang. Ziarah pertama, ke Cilongok, Pasar Kemis. Terus ke Syarif Hidayatullah, Cirebon. Habis dari Cirebon ke Demak dulu ya, terus ke sini (Gunung Tidar). Dua bus," ujarnya.



(ahr/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads