Tim Kesehatan Puskesmas Jakenan Pati terjang banjir menggunakan perahu untuk mengobati warga Desa Karangrowo yang kebanjiran. Genangan banjir sudah 15 hari merendam permukiman warga.
Pantauan di lokasi, tim kesehatan menggunakan perahu dari posko banjir Desa Karangrowo pagi tadi. Mereka menempuh perjalanan sekitar 15 menit dengan menggunakan perahu.
Genangan banjir di permukiman cukup tinggi. Kedalaman di jalan bahkan mencapai 1 meter. Sedangkan di dalam rumah mencapai 45 sentimeter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rombongan tim kesehatan ini pun langsung menjemput ke rumah warga. Warga yang bertahan di rumah mendapatkan pemeriksaan secara gratis.
Seperti salah satu warga, Kusnan (60) mengeluh sakit, pusing, dan batuk-batuk sejak beberapa hari ini. Banjir di rumahnya sudah berlangsung 15 hari ini.
"Sakit pusing-pusing, batuk karena banjir ini. Banjir sudah berlangsung 15 hari ini," ujarnya ditemui di lokasi, Sabtu (24/1/2026).
Tim kesehatan Puskesmas Jakenan naik perahu terobos banjir obat warga Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan, Pati, Sabtu (24/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Kusnan memilih bertahan di rumah karena memiliki hewan ternak. Dia pun tidur di atas tempat tidur yang telah ditinggikan dari banjir.
"Kedalaman hampir 1 meter di jalan, nggak mengungsi tidur di rumah, di rumah ada hewan peliharaan," ujarnya.
Nakes dari Puskesmas Jakenan, Yuli, mengaku berkeliling untuk langsung ke rumah warga yang kebanjiran. Sebab banyak warga yang masih bertahan di rumah meskipun rumahnya kebanjiran.
"Ini kami dari tim kesehatan Puskesmas Jakenan hari kita ke rumah warga ada yang sakit jadi kita langsung ke rumah warga," jelas dia ditemui di lokasi.
"Karena kondisi seperti ini, terlebih kan memang banyak warga yang lansia," lanjut dia.
Yuli bilang jika warga banyak mengeluh gatal-gatal hingga pusing. Sebab kata dia sudah dua pekan ini wilayah Desa Karangrowo yang kebanjiran.
"Keluhan warga pertama gatal-gatal, kebanyakan memang gatal-gatal karena air kurang sehat. Kemudian banyak yang pegal dan kurang sehat," jelasnya.
Sekretaris Desa Karangrowo, Suparwi, menjelaskan di desanya banjir telah berlangsung 15 hari belum sepenuhnya surut. Kedalaman semula 85 sentimeter kini beberapa lokasi berangsur surut menjadi 40 sentimeter.
"Ada 270 rumah terendam dengan ketinggian genangan banjir 5 sampai 70 sentimeter," jelasnya.
Menurutnya ada 930 jiwa warga yang terdampak banjir. Mereka kebanyakan bertahan di rumah.
"Jumlah 930 jiwa, kebanyakan tidak mengungsi, kalau mengungsi ke rumah saudara atau tetangga dekat, atau kondisi membuat ranggon menjaga ternak agar hewan ternak tidak kelaparan," jelasnya.
(apl/apl)












































