- Kalender Hijriah Hari Ini 24 Januari 2026 Kalender Hijriah 24 Januari 2026 Menurut Pemerintah Kalender Hijriah 24 Januari 2026 Menurut NU Kalender Hijriah 24 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
- Syirik, Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT
- Dalil Syirik Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT
- Bahaya Berbuat Syirik 1. Amalan Terhapus 2. Masuk Neraka 3. Binasa
Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.
Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai patokan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.
Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Sabtu, 24 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
Kalender Hijriah Hari Ini 24 Januari 2026
Kalender Hijriah 24 Januari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal resmi pemerintah dapat disimak via Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Januari 2026 tampak beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Rajab dan Syaban.
Rajab atau Rejeb dalam bahasa Jawa berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Adapun Syaban, tanggal pertama bulan ini bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Namun, berhubung waktu pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, sejatinya, Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.
Singkat kata, menurut versi pemerintah, 24 Januari 2026 dikonversi menjadi 5 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 24 Januari 2026 Menurut NU
Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.
Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, menurut NU, 24 Januari 2026 bertepatan dengan 5 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 24 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Januari 2026 berbarengan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Rajab dan Syaban.
Rajab versi Muhammadiyah diawali pada 21 Desember 2025 lalu dan berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Setelahnya, yakni Selasa, 20 Januari 2026, Syaban dimulai dan berjalan 29 hari hingga 17 Februari 2026 mendatang. Berakhirnya Syaban menandakan kedatangan Ramadhan.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 24 Januari 2026 sebagai 5 Syaban 1447 H.
Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.
Syirik, Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT
Para ustadz sudah berulang kali mewanti-wanti umat Islam untuk menjauhi syirik. Bukan tanpa sebab, perbuatan syirik membuat pelakunya mendapat dosa besar, bahkan tidak diampuni Allah SWT jika tidak bertaubat sebelum akhir hidup datang.
Sebenarnya, apa itu syirik?
Dilansir buku Inti Agama Islam tulisan Yulian Purnama, syirik berasal dari kata asyraka-yusyriku. Kata Arab ini berarti 'menjadikan sesuatu tidak bersendirian'. Secara syariat Islam, syirik artinya mempersembahkan sesuatu yang khusus bagi Allah, kepada selain Allah SWT.
Syaikh Abdurrahman as-Sa'di menjelaskan hakikat syirik:
حقيقة الشرك بالله : أن يعبد المخلوق كما يعبد الله، أو يعظم كما يعظم الله، أو يصرف له نوع من خصائص الربوبية والإلهية
Artinya: "Hakikat syirik terhadap Allah adalah: (1) Menyembah makhluk seperti menyembah Allah, atau (2) Mengagungkan makhluk seperti mengagungkan Allah, atau (3) Memalingkan salah satu kekhususan Allah kepada makhluk dalam rububiyah atau uluhiyyah." (Tafsir as-Sa'di, 2/499)
Berdasar hadits, praktik syirik pertama kali muncul pada zaman Nabi Nuh alaihissalam. Dasarnya adalah perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu:
كان بين نوح وآدم عشرة قرون كلهم على شريعة من الحقِّ فاختلفوا فبعث الله النبيين مبشرين ومنذرين
Artinya: "Dahulu antara Nuh dan Adam terpaut 10 generasi. Mereka semua di atas syariat yang benar. Kemudian setelah itu mereka berpecah-belah sehingga Allah pun mengutus para Nabi untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan." (HR Ath-Thabari no 4048)
Dalil Syirik Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT
Syirik adalah dosa yang tidak diampuni Allah SWT selama seseorang belum bertaubat. Menurut penjelasan dalam buku Awas Fenomena Syirik di Sekitar Kita tulisan Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi, dasarnya adalah firman Allah:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar." (QS an-Nisa: 48)
Bahaya Berbuat Syirik
Terdapat sejumlah keburukan lain dari praktik syirik. Di antaranya:
1. Amalan Terhapus
Selain tidak diampuni, pelaku syirik mendapati seluruh amalannya terhapus. Firman-Nya dalam Al-Quran:
ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَلَوْ اَشْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Demikian itu petunjuk Allah. Dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti sia-sialah amal yang telah mereka kerjakan." (QS al-An'am: 88)
2. Masuk Neraka
Para pelaku syirik akan dimasukkan Allah SWT ke dalam neraka. Surga pun diharamkan sebagaimana firman-Nya:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۗوَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۗاِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
Artinya: "Sungguh, telah kufur orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam." Almasih (sendiri) berkata, "Wahai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu!" Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu." (QS al-Ma'idah: 72)
3. Binasa
Dalam sabdanya, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut syirik dalam daftar dosa yang membinasakan. Di bawah ini sabda sang Khatamul Anbiya':
اجتنبوا السبع الموبقات . قالوا : يا رسول الله ، وما هن ؟ قال : الشرك بالله ، والسحر ، وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق ، وأكل الربا ، وأكل مال اليتيم ، والتولي يوم الزحف ، وقذف المحصنات المؤمنات الغافلات
Artinya: "Jauhilah 7 dosa yang membinasakan! Para sahabat bertanya, 'Apa saja wahai Rasulullah?' Nabi menjawab, 'Syirik terhadap Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa hak, makan riba, makan harta anak yatim, kabur dari perang, dan menuduh wanita baik-baik telah berzina.'" (HR Bukhari dan Muslim)
Demikian kalender Hijriah hari ini 24 Januari 2026 dan dosa yang tidak diampuni Allah SWT. Semoga informasinya bermanfaat, ya, detikers!
(sto/apl)
