Tambak ikan seluas 125 hektare milik 170 warga Desa Mintomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, tenggelam oleh banjir. Total kerugian akibat hilangnya ikan bandeng, nila, dan udang vaname dari tambak seluas itu mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Pantauan di lokasi pagi tadi, tambak yang tidak jauh dari permukiman itu sudah tak terlihat lagi alias rata oleh genangan banjir. Adapun ketinggian banjir sekitar 2 meter.
Kepala Desa Mintomulyo, Utomo, mengatakan ada 170 petani tambak di desanya. Tambak itu meliputi tambak ikan bandeng, nila, dan udang vaname.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambak ikan di Desa Mintomulyo, Kecamatan Juwana, Pati, kebanjiran, Jumat (23/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Tambaknya 125 hektare di area kami, semua hilang. Kerugian kurang lebih Rp 2 miliar," kata Utomo saat ditemui di lokasi, Jumat (23/1/2026).
Selain tambak, juga ada 30 hektare sawah padi yang kebanjiran. Dikhawatirkan para petani bakal gagal panen mengingat banjir sudah terjadi sejak dua pekan lalu dan belum surut hingga kini.
"Sawah sekitar 30 hektare (terendam banjir), itu dari yang padi muda sampai tua," ujar Utomo.
"Untuk yang terendam ada sebanyak 600 rumah, banjir sudah berlangsung dua minggu ini," imbuhnya. Total ada sekitar 2.900 warga yang terdampak.
Menurut warga setempat, Sutarno, banjir ini karena meluapnya Sungai Silugonggo.
"Ketinggian air di dalam rumah 70 sentimeter. Di jalan bisa sampai 1 meter lebih," kata Sutarno yang juga petani tambak.
"Termasuk parah lah, tambak sudah habis, padi sudah hanyut lah ini. Ikan bandeng, ikan tombro juga hanyut semua," sambungnya.

