Video pencurian gamelan yang terjadi wilayah Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, viral di media sosial. Terkait dengan kejadian tersebut, polisi turun tangan.
Video itu salah satunya diunggah dalam akun Instagram @kejadiantemanggung. Dalam video tersebut diperlihatkan sejumlah wilahan atau bilah logam pada jenis gamelan saron dan demung hilang.
"Beberapa perangkat gamelan hilang dicuri di Katekan Ngadirejo, Temanggung (21/1/2026)," tulis keterangan seperti dilihat detikJateng, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelusuran detikJateng, kejadian pencurian tersebut terjadi di Dusun Papringan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo. Pencurian itu menimpa kelompok kesenian, Turonggo Mulyo Sejati.
"Pada Minggu (18/1) malam, kita pentas di tetangga dusun. (Setelah pentas) Hari selanjutnya dibawa ke gedung itu, kok pas hari Rabu (21/1) sore mau latihan sudah tidak ada," kata Ketua Turonggo Mulyo Sejati, Sutardi saat dihubungi detikJateng, Kamis (22/1/2026).
Sutardi mengatakan, saat hendak memasuki gedung tersebut untuk latihan, dia curiga karena melihat pintu seperti bekas dicongkel hingga terbuka. Kemudian, saat memasuki ruangan tersebut sejumlah wilahan gamelan saron dan demung hilang.
"42 biji (hilang). Wilah gamelan perunggu kisaran kerugian sekitar Rp 50 juta," sambungnya.
Sedangkan gamelan lainnya seperti gong, kenong tetap utuh. Pihaknya menduga pencurian tersebut dilakukan Senin (19/1) malam atau Selasa (20/1).
"Nggih dana aspirasi (hibah dari pemerintah), nggih. Tiga tahun berturut-turut kan dapat terus dari dinas itu (hibah)," ujarnya.
Kelompok kesenian jaran kepang ini telah berdiri semenjak tahun 2000. Kemudian untuk gamelan sendiri dulunya dipesan dari wilayah Kabupaten Boyolali. Kejadian tersebut sedang diproses untuk dilaporkan ke polisi.
"Semoga bisa kembali, kalau ndak bisa ya gimana lagi, tapi wong itu kan ibaratnya itu dari dinas sudah memberikan. Ya kepingine ya barang itu kembali," ujarnya.
Terkait pencurian gamelan tersebut, Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Didik Tri Wibowo mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Masih dalam penyelidikan," ujarnya singkat.
