Kenapa Aurora Tidak Terlihat di Indonesia? Ternyata Ini Alasannya

Kenapa Aurora Tidak Terlihat di Indonesia? Ternyata Ini Alasannya

Anindya Milagsita - detikJateng
Rabu, 21 Jan 2026 16:01 WIB
Fenomena aurora borealis
Fenomena aurora. (Foto: Noel BAUZA/Pexels)
Solo -

Sebagai salah satu fenomena langit yang terlihat begitu indah dan menawarkan pengalaman berkesan saat melihatnya secara langsung, melihat aurora mungkin masuk dalam wishlist kamu. Sayangnya, fenomena ini justru tidak dapat disaksikan di Indonesia. Lantas, kenapa ya aurora tidak terlihat di Indonesia?

Saat melihat postingan di sosial media yang menampilkan kemunculan aurora, beberapa di antara kamu bakal merasa kagum. Tak hanya sampai di situ saja, keindahannya yang mampu memanjakan mata membuat aurora begitu diincar. Baik itu bagi para pencinta astronomi maupun siapa saja yang berharap dapat mengabadikan momen ini secara langsung.

Seperti namanya yang cantik, aurora juga dikenal sebagai salah satu fenomena alam yang menyuguhkan keindahan begitu memukau. Di dalam buku 'Intisari Ilmu: Planet Bumi' oleh Marshall Mini, aurora adalah cahaya berkilauan yang muncul di daerah sekitar kutub-kutub bumi. Biasanya aurora akan terlihat semakin jelas saat langit dalam kondisi gelap atau bahkan di malam hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemunculan aurora mampu memberikan efek yang luar biasa indah di bagian langit, bak pertunjukkan cahaya! Nah, buat kamu yang penasaran dengan fenomena ini, ada fakta menarik yang perlu diketahui. Simak ulasannya berikut ini.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Aurora merupakan pancaran cahaya alami di langit yang muncul ketika partikel yang jatuh dari Matahari berinteraksi dengan atmosfer bumi. Fenomena ini dikenal sebagai aurora borealis di belahan utara dan aurora australis di belahan selatan, sering tampil dengan warna-warni tertentu yang memukau.
  • Proses terbentuknya aurora dimulai dari partikel elektron dan proton dari angin Matahari ditarik oleh medan magnet bumi, terutama di wilayah kutub. Saat partikel tersebut dikirimkan dengan atom oksigen dan nitrogen di atmosfer, energi dilepaskan dalam bentuk cahaya, sehingga terciptalah aurora dengan variasi warna yang berbeda.
  • Alasan Indonesia tidak ada aurora karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang memiliki medan magnet bumi lebih horizontal. Kondisi ini membuat partikel matahari sulit menembus atmosfer, sehingga peluang munculnya aurora sangat kecil dibandingkan daerah dekat Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Apa Sih Aurora Itu?

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan sebelumnya, secara umum aurora adalah cahaya berkilauan yang muncul di langit dengan kilau yang begitu memukau. Masih mengacu dari buku yang sama, setidaknya ada dua jenis aurora yang ada di dunia ini, yaitu aurora borealis dan aurora australis.

Aurora borealis biasanya muncul pada langit utara yang berada di dekat Kutub Utara. Sementara itu, aurora australis terlihat di langit selatan dekat dengan Kutub Selatan. Tahukah kamu? Ternyata kemunculan aurora ini tidak hanya sekadar guratan cahaya yang tampak unik dan estetik.

Lebih dari itu, aurora ternyata juga mampu mengeluarkan suara. Seperti halnya dijelaskan dalam buku 'Ensiklopedia Fenomena Alam Seri II' tulisan Tjahjono Tri, para ilmuwan memperkirakan Aurora dapat mengeluarkan suara. Hanya saja tidak selalu suara yang dihasilkan oleh Aurora akan terdengar secara jelas.

Beberapa orang yang pernah mendengar suara aurora mengaku, ada bunyi gema yang mirip dengan gulungan ombak. Terdapat juga yang mengenali suara aurora layaknya gemericik air atau suara tepukan.

Agaknya, suara yang dihasilkan tersebut tidak terlepas dari proses yang berlangsung saat fenomena ini terbentuk di langit. Bagaimana proses terbentuknya aurora ini? Baca lebih lanjut untuk mengetahuinya secara lebih dekat, yuk!

Proses Terbentuknya Aurora yang Begitu Indah

Sama halnya dengan fenomena-fenomena alam menakjubkan lainnya, ada proses pembentukan yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Termasuk kemunculan aurora ini. Menurut buku 'Bahan Ajar Biofisika Berbasis Literasi Sains' karya Fina Fakhriyah, dkk., aurora terbentuk karena adanya atom-atom molekul yang bertabrakan dengan partikel dengan muatan di udara. Partikel yang dimaksud tidak lain adalah elektron dan proton yang sumbernya berasal dari matahari.

Saat matahari 'melemparkan' partikel-partikel dengan kecepatan tertentu, maka secara otomatis akan terhisap oleh medan magnet yang ada di bumi. Terutama yang ada di area sekitar Kutub Utara dan Kutub Selatan. Nah, dengan kondisi tersebut, partikel tadi akan mengalami benturan dengan molekul atau atom yang berbeda-beda. Hal inilah yang mampu menghasilkan cahaya di langit, yang lebih dikenal sebagai aurora.

Misalnya saja saat ada partikel elektron yang berbenturan dengan molekul nitrogen, maka akan menghasilkan cahaya warna hijau pada aurora. Begitu juga dengan partikel elektron yang bertabrakan dengan atom oksigen, menghasilkan warna merah. Inilah mengapa warna yang terlihat pada fenomena aurora kerap memiliki perbedaan.

Lokasi-lokasi Terbaik Melihat Aurora

Mana saja lokasi terbaik untuk menyaksikan aurora secara langsung, ya? Khusus di tahun 2026 ini, ternyata ada beberapa lokasi di sejumlah negara yang direkomendasikan untuk dikunjungi supaya kamu bisa melihat aurora.

Mengutip dari laman Space, waktu terbaik melihat aurora adalah di tahun 2026 ini. Sebab, tahun ini menjadi momen di mana puncak maksimum aktivitas matahari telah berlalu. Waktu inilah yang dianggap paling menarik bagi siapa saja yang ingin 'berburu' aurora.

Ada sejumlah lokasi terbaik untuk menyaksikan aurora borealis. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Swedia
  2. Islandia
  3. Finlandia
  4. Alaska
  5. Norwegia bagian utara
  6. Kanada bagian utara

Sementara itu, dijelaskan melalui laman USA Today, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memberikan daftar negara bagian Amerika Serikat yang diperkirakan bisa mendapatkan kesempatan menyaksikan aurora borealis yang diperkirakan muncul pada Senin (19/1/2026) kemarin. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Alaska
  2. Colorado
  3. Connecticut
  4. Idaho
  5. Illinois
  6. Indiana
  7. Iowa
  8. Maine
  9. Massachusetts
  10. Michigan
  11. Minnesota
  12. Missouri
  13. Montana
  14. Nebraska
  15. New Hampshire
  16. New Jersey
  17. New York
  18. Dakota Utara
  19. Ohio
  20. Oregon
  21. Pennsylvania
  22. Rhode Island
  23. Dakota Selatan
  24. Vermont
  25. Wyoming
  26. Washington
  27. Wisconsin

Kenapa Aurora Tidak Muncul di Indonesia?

Saat melihat daftar lokasi terbaik maupun negara bagian AS yang berkesempatan melihat aurora, nama Indonesia tidak ada di dalamnya. Mengapa? Ternyata ada penjelasan ilmiah yang membuat aurora tidak muncul di Indonesia.

Hal tersebut ternyata tidak terlepas dari proses pembentukan aurora itu sendiri. Sebagaimana disebutkan tadi, aurora terbentuk saat partikel-partikel yang dilepaskan oleh matahari bertabrakan dengan molekul lain yang tersedot oleh medan magnet. Terutama di wilayah Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Apabila mengacu dari laman Unicus Olympiads, salah satu penyebab yang memicu adanya aurora adalah garis medan magnet yang lebih vertikal di wilayah kutub. Nantinya, saat partikel matahari dilepaskan, maka akan bergerak di sepanjang garis tersebut dan memasuki atmosfer.

Saat suatu wilayah semakin dekat dengan kutub magnet, maka kemungkinan partikel berinteraksi di atmosfer yang menciptakan aurora juga semakin besar. Nah, sayangnya Indonesia justru bisa dibilang jauh dari itu semua.

Alasan aurora tidak bisa muncul di Indonesia adalah karena berada di garis khatulistiwa. Padahal, wilayah yang berada di khatulistiwa memiliki medan magnet bumi yang lebih horizontal. Maka tak heran, saat partikel matahari dihasilkan, maka justru akan dibelokkan menjauh dari atmosfer.

Kondisi tersebut yang menjadi penyebab aurora menjadi kecil peluangnya terbentuk. Termasuk dikarenakan berada di lintang yang lebih rendah.

Sebagai fenomena langit yang begitu indahnya, tentu tidak sedikit orang yang ingin merasakan sensasi melihat aurora secara langsung. Meskipun aurora tidak terlihat di Indonesia, tapi ada berbagai pilihan lokasi lainnya yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk menyaksikannya secara langsung. Semoga informasi tadi menjawab, ya.

FAQ

Kenapa warna aurora berbeda-beda?

Warna aurora terbentuk dari benturan partikel matahari dengan atom tertentu di atmosfer bumi. Nitrogen biasanya menghasilkan warna hijau, sedangkan oksigen dapat memancarkan cahaya merah, sehingga aurora bisa tampak berwarna-warni.

Apakah aktivitas matahari berpengaruh terhadap munculnya aurora?

Aurora sangat dipengaruhi oleh aktivitas matahari, terutama saat terjadi lontaran partikel yang berdampak dalam jumlah besar. Ketika aktivitas matahari meningkat, jumlah partikel yang mencapai medan magnet bumi juga bertambah, sehingga peluang munculnya aurora menjadi lebih besar dan lebih terang, terutama di wilayah kutub.

Kenapa aurora justru lebih sering terlihat di dekat kutub, bukan di wilayah tropis seperti Indonesia?

Karena di wilayah kutub, garis medan magnet bumi bersifat lebih tegak , sehingga partikel yang jatuh dari matahari lebih mudah masuk ke atmosfer dan memicu cahaya aurora. Sebaliknya, di daerah tropis seperti Indonesia, medan magnet cenderung horizontal sehingga partikel matahari yang dibelokkan menjauh.




(sto/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads