Niat Sholat Nisfu Syaban Beserta Tata Cara, Doa, dan Waktu Mengerjakannya

Niat Sholat Nisfu Syaban Beserta Tata Cara, Doa, dan Waktu Mengerjakannya

Nur Umar Akashi - detikJateng
Rabu, 21 Jan 2026 22:04 WIB
religious islamic muslim asian man praying to god
Sholat Nisfu Syaban. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto)
Solo -

Malam Nisfu Syaban alias pertengahan bulan Syaban diyakini memiliki keutamaan khusus. Karenanya, ada yang menganjurkan untuk mengisinya dengan sholat Nisfu Syaban.

Berdasar keterangan NU Jatim, salah satu yang mengemukakan sholat ini adalah Imam al-Ghazali. Dalam kitabnya, ia menyebut siapa saja yang mengerjakan sholat Nisfu Syaban akan dipandang Allah SWT sebanyak 70 kali. Setiap pandangan memenuhi 70 kebutuhan seseorang.

Di sisi lain, ada ulama yang menentang pengerjaan sholat Nisfu Syaban, seperti Imam an-Nawawi. Diambil dari buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah tulisan Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, sang imam berkata:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sholat Rajab dan Syaban, keduanya merupakan bid'ah yang jelek dan kemungkaran yang tercela. Janganlah tertipu dengan disebutkannya hal itu dalam kitab Quthul Qulub dan Ihya' Ulumuddin." (Al-Majmu' Syarh Muhadzab 4/56)

Juga Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. Ia mengatakan hadits yang dipakai landasan oleh Imam al-Ghazali adalah hadits maudhu (palsu).

ADVERTISEMENT

"Di antara contoh hadits-hadits maudhu' adalah hadits tentang sholat Nisfu Syaban. Sungguh sangat mengherankan, ada seorang yang mengerti ilmu hadits, namun tertipu dengan hadits-hadits semacam ini lalu mengamalkannya..." (Al-I'tibar fi Hamlil Asfar, hal 29)

Terlepas dari hukum mengerjakannya, di bawah ini tata cara lengkap sholat Nisfu Syaban.

Poin Utamanya:

  • Imam al-Ghazali menulis anjuran sholat Nisfu Syaban di kitabnya. Ulama lain, seperti Imam an-Nawawi dan Ibnul Qayyim, menentang.
  • Sholat Nisfu Syaban dikerjakan 100 atau 10 rakaat. Masing-masing rakaat diisi bacaan al-Ikhlas sebanyak 11 atau 100 kali.
  • Sholat Nisfu Syaban dikerjakan pada malam ke-15 bulan Syaban setelah sholat Isya. Tahun ini, malam ke-15 Syaban jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Niat Sholat Nisfu Syaban

Diambil dari laman NU Jabar, begini bacaan niat sholat Nisfu Syaban:

أصلى سنة نصف شعبان ركعتين للّه تعالى

Arab Latin: Ushallī sunnata nisfi Syabana rak'ataini lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku niat sholat sunah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Perlu dicatat, sebagian ulama menentang keras amalan sholat Nisfu Syaban ini. Ada yang menganjurkan jalan tengah, yakni mengganti niatnya dengan sholat sunnah Mutlak. Wallahu a'lam bish-shawab.

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban

Ini kutipan penjelasan Imam Ghazali mengenai sholat Nisfu Syaban di kitabnya:

وأما صلاة شعبان فليلة الخامس عشر منه يصلي مائة ركعة كل ركعتين بتسليمة يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة قل هو الله أحد إحدى عشرة مرة وإن شاء صلى عشر ركعات يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة مائة مرة قل هو الله أحد فهذا أيضاً مروي في جملة الصلوات كان السلف يصلون هذه الصلاة ويسمونها صلاة الخير ويجتمعون فيها وربما صلوها جماعة

Artinya: "Adapun sholat sunah Syaban adalah malam kelima belas bulan Syaban. Dilaksanakan sebanyak seratus rakaat. Setiap dua rakaat satu salam. Setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca Qulhuwallahu ahad sebanyak 11 kali. Jika mau, seseorang dapat sholat sebanyak 10 rakaat. Setiap rakaat setelah Al-Fatihah Qulhuwallahu ahad 100 kali. Ini juga diriwayatkan dalam sejumlah sholat yang dilakukan orang-orang salaf dan mereka sebut sebagai sholat khair. Mereka berkumpul untuk menunaikannya. Mungkin mereka menunaikannya secara berjamaah. (Ihya 'Ulumiddin, hal 203)

Berdasar penjelasan itu, dapat disimpulkan bahwa tata cara sholat sunnah Nisfu Syaban adalah:

  • Jumlah rakaatnya 100. Setiap rakaat diisi 11 bacaan surat al-Ikhlas.
  • Bisa juga dikerjakan 10 rakaat dengan bacaan al-Ikhlas sebanyak 100 kali per rakaat.
  • Didirikan layaknya sholat sunnah biasa dengan 2 rakaat salam-2 rakaat salam.

Doa Sholat Nisfu Syaban

Menurut penjelasan dari NU Online, ada doa yang khusus dibaca setelah sholat Nisfu Syaban atau sholat sunnah Mutlak 2 rakaat. Doanya:

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Arab Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka sa'îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."

Waktu Mengerjakan Sholat Nisfu Syaban

Dilansir laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sholat Nisfu Syaban dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Tanggal pengerjaannya adalah malam 15 Syaban. Kapan itu?

Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 dari Kementerian Agama menyebut 1 Syaban 1447 H/2026 M jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, hari ke-15 Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.

Berhubung pergantian hari sistem penanggalan Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, maka malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026. Pada malam itu, sholat Nisfu Syaban ditunaikan.

Demikian pembahasan ringkas mengenai niat sholat Nisfu Syaban beserta tata cara hingga waktu mengerjakannya. Semoga bermanfaat!

FAQ tentang Sholat Nisfu Syaban

1. Niat apa untuk sholat Nisfu Syaban?

Karena ada pertentangan, sebagian pihak menyarankan mengganti niat sholat Nisfu Syaban dengan niat sholat sunnah Mutlak.

2. Niat sholat Nisfu Syaban harus dibaca tidak?

Niat pada dasarnya adalah amalan hati. Yang diwajibkan adalah berniat di hati. Adapun mengucapkannya, para ulama berlainan pendapat.

3. Rakaat pertama sholat Nisfu Syaban baca surat apa?

Berdasar penjelasan Imam al-Ghazali, semua rakaat sholat Nisfu Syaban diisi bacaan surat al-Ikhlas sebanyak 11 kali (jika mengerjakan sholat 100 rakaat) atau 100 kali (jika mengerjakan sholat 10 rakaat).



(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads