Bila Ramadhan memiliki Lailatul Qadar, maka Syaban punya Nisfu Syaban. Pada malam Nisfu Syaban, sejumlah ulama meyakini adanya keutamaan sebagaimana tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy'ari.
Sebelum mendalami hadits dan keutamaan malam Nisfu Syaban, detikers mesti tahu definisinya dulu. Dirujuk dari skripsi Haidar Ulil Aufar dari IAIN Purwokerto berjudul Makna Simbolik Tradisi Sya'banan bagi Masyarakat Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, Nisfu Syaban adalah dua kata bahasa Arab.
Nisfu berarti setengah atau pertengahan. Sementara itu, Syaban adalah nama bulan kedelapan dalam urutan kalender Hijriah. Bila digabungkan, maka Nisfu Syaban merujuk pada hari ke-15 bulan Syaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengetahui tanggal tepat Nisfu Syaban berkaitan erat dengan penentuan awal bulannya. Penetapan hari pertama Syaban yang berbeda, karena metodenya bermacam-macam, menyebabkan tanggal Nisfu Syaban berlainan pula.
Jadi, kapan Nisfu Syaban 2026? Melalui uraian ringkas di bawah ini, detikers akan menemukan informasi seputar jadwal, amalan, dan keutamaan Nisfu Syaban.
Poin Utamanya:
- Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban alias tanggal 15. Tahun ini, 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
- Tidak ada amalan yang dikhususkan untuk Nisfu Syaban. Namun, detikers boleh berpuasa pada siang harinya dengan dasar anjuran puasa Syaban dan puasa Ayyamul Bidh.
- Banyak hadits meriwayatkan keutamaan malam Nisfu Syaban. Namun, yang mencapai derajat hasan hanya satu, yakni dari Abu Musa al-Asy'ari. Berdasar hadits itu, Allah SWT mengampuni makhluk-makhluknya pada malam Nisfu Syaban.
Jadwal Nisfu Syaban 2026
Pemerintah melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 menulis 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, hari ke-15-nya alias Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Tanggal serupa dikeluarkan Muhammadiyah di Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender yang dibuat untuk menyatukan tanggalan umat Islam di seluruh negara itu menyebut 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Lembaga Falakiyah NU menetapkan 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026 lewat Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026. Alhasil, Nisfu Syaban 2026 versi NU juga terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026.
Lalu, kapan malam Nisfu Syaban-nya? Malam penuh kemuliaan itu dimulai pada Senin malam, 2 Februari 2026. Pasalnya, dalam sistem penanggalan Hijriah, hari berganti saat Matahari terbenam atau waktu maghrib, Berbeda dengan kalender Masehi yang pergantian harinya terjadi pukul 00.00 tengah malam.
Amalan Nisfu Syaban 2026
Pada siang hari Nisfu Syaban, umat Islam disunnahkan berpuasa. Kesunnahan ini bukan karena tanggal 15 merupakan Nisfu Syaban, tetapi karena hari tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak hari Syaban. Sebagaimana diketahui, Rasulullah SAW banyak berpuasa pada bulan Syaban.
Disadur dari buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul tulisan Hasan Ayyub, dasarnya adalah perkataan Aisyah radhiyallahu anha, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah puasa lebih banyak di setiap bulannya dalam satu tahun melebihi puasa pada bulan Syaban, beliau puasa penuh di bulan itu." (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim).
Puasa ini semakin ditekankan dengan fakta bahwasanya tanggal 15 bulan Hijriah adalah waktu terbaik mengerjakan puasa Ayyamul Bidh. Diambil dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 3 karya Imam an-Nawawi, Qatadah bin Milhan radhiyallahu anhu berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَأْمُرُنَا بِصِيَامٍ أَيَّامِ الْبِيضِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh, yakni tanggal 13, 14, dan 15." (HR Abu Dawud no 2449)
Selain puasa, siang hari Nisfu Syaban juga boleh-boleh saja diisi amalan shalih lain. Di antaranya adalah sholat Dhuha, sholat Rawatib, membaca Al-Quran, bersholawat, dan membasahi lisan dengan dzikir.
Amalan Malam Nisfu Syaban 2026
Bagaimana dengan malam Nisfu Syaban-nya? Adakah amalan yang dikhususkan?
Berdasar penjelasan di laman Suara Muhammadiyah, tidak ada satu pun dalil shahih mengenai amalan pada malam Nisfu Syaban. Pun, hadits-hadits yang memperbincangkan amalan dan keutamaan malam itu derajatnya lemah atau bahkan palsu (maudhu').
Sementara itu, situs Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, menganjurkan sejumlah amalan untuk mengisi malam Nisfu Syaban. Sebut saja sholat sunnah Mutlak, sholat sunnah Tasbih, membaca surat Yasin, dan bertasbih dengan doa Nabi Yunus.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Keutamaan Nisfu Syaban
Diringkas dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan: Panduan Lengkap Menyambut Bulan Ramadhan dari Sebelum Ramadhan Sampai Setelahnya yang disusun oleh Abu Maryam Kautsar Amru, hadits lemah dan palsu seputar Nisfu Syaban sudah banyak beredar. Namun, ada satu hadits hasan yang bisa dijadikan landasan.
Hadits itu bersumber dari Abu Musa al-Asy'ari sebagaimana sudah disinggung di bagian awal artikel ini. Begini redaksinya:
عن أبي موسى الأشعري عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
Artinya: "Dari Abu Musa al-Asy'ari, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.'" (HR Ibnu Majah no 1390)
Masih banyak hadits lain mengenai keutamaan malam Nisfu Syaban. Hanya saja, kualitasnya dipertanyakan. Dilansir skripsi Dwi Aprinita Lestari dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjudul Studi Kritik Kualitas Hadis Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban dalam Kitab Fadhail al-Awqaat karya Imam Baihaqi, contohnya adalah hadits:
"Dari Ali bin Abu Thalib berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila malam Nisfu Syaban tiba, dirikanlah sholat pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Karena, sesungguhnya Allah SWT berseru, "Siapa yang meminta ampun pada malam ini, niscaya Aku akan mengampuninya; siapa yang meminta rezeki (pada malam ini), niscaya Aku akan memberinya rezeki; siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku (pada malam ini), niscaya Aku akan mengabulkan permintaannya; siapa yang meminta ini dan itu, niscaya Aku akan memberinya apa yang ia minta, hingga terbit fajar."
Hadits ini dihukumi dhaif (lemah) karena tidak seluruh perawinya memenuhi kriteria sifat adil dan dhabith atau tsiqah.
Demikian informasi lengkap mengenai jadwal Nisfu Syaban 2026 plus amalan dan keutamaannya. Semoga bermanfaat!
FAQ tentang Nisfu Syaban 2026
1. Malam Nisfu Syaban 2026 kapan?
Malam Nisfu Syaban tahun ini jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026. Pasalnya, Selasa, 3 Februari 2026 dikonversi menjadi 15 Syaban 1447 H.
2. 1 Syaban 2026 jatuh tanggal berapa?
Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU kompak menyebut 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
3. Apa keistimewaan malam Nisfu Syaban?
Pada malam tanggal 15 Syaban itu, Allah SWT mengampuni dosa makhluk-makhluk-Nya. Keistimewaan ini bersumber dari hadits hasan riwayat Abu Musa al-Asy'ari.
(par/dil)
