- Bacaan Doa Taubat Nasuha
- Bagaimana Tata Cara Taubat Nasuha? 1. Mengenali Jenis Dosa Sebelum Bertaubat 2. Taubat Nasuha untuk Dosa kepada Allah SWT Menghentikan Dosa Memohon Ampunan Merasa Menyesal Bertekad Tidak Mengulangi 3. Taubat Nasuha untuk Dosa kepada Sesama Manusia Berhenti dari Perbuatan Zalim Beristighfar Menyesali Sikap Tersebut Berkomitmen Tidak Mengulanginya Mengembalikan Hak Orang Lain
- Kapan Waktu Mengerjakan Sholat Taubat?
- FAQ Apa doa taubat nasuha? Doa taubat dilakukan kapan? Apa saja 3 langkah taubat nasuha?
Meminta ampun kepada Allah melalui taubat nasuha adalah salah satu amalan yang paling dianjurkan bagi setiap muslim ketika menyadari kesalahan dan ingin kembali kepada jalan ketaatan. Taubat nasuha tidak sekadar ucapan istighfar, tetapi proses batin yang melibatkan kesungguhan, penyesalan, dan komitmen memperbaiki diri.
Ibadah ini memiliki tuntunan yang jelas, mulai dari sholat taubat, membaca istighfar, hingga memanjatkan doa dengan penuh kesungguhan. Selain itu, waktu pelaksanaannya juga memiliki ketentuan tertentu agar sesuai dengan adab ibadah.
Untuk memahami bacaan doa taubat nasuha, tata cara lengkap, sampai waktu terbaik untuk mengerjakannya, berikut panduan yang dapat disimak selengkapnya berikut ini, detikers!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Doa taubat nasuha dibaca setelah sholat taubat dan setelah memperbanyak istighfar serta dzikir.
- Tata cara taubat berbeda untuk dosa kepada Allah dan dosa kepada sesama, terutama terkait pengembalian hak.
- Waktu terbaik sholat taubat adalah malam hari, namun boleh dilakukan kapan saja selain waktu-waktu yang dilarang.
Bacaan Doa Taubat Nasuha
Dikutip dari buku Ayat-Ayat Nasihat tulisan Mohamad As'adi bin Tawi, berikut ini merupakan bacaan doa taubat nasuha. Doa ini dibaca setelah kita melakukan sholat taubat. Ada pun untuk melaksanakan sholat taubat, bacaan niatnya adalah sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى.
Ushallii sunnatat tawbati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah."
Kemudian, kita melakukan sholat dua rakaat seperti biasa. Surat yang disarankan pada rakaat pertama adalah Al-Fatihah dan Al-Kafirun. Sementara pada rakaat kedua, surat yang dibaca adalah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.
Setelah salam, duduk dengan posisi menghadap kiblat. Pusatkan pikiran supaya menjadi khusyuk lalu selanjutnya membaca tasbih (subhanallah) sebanyak 33x, tahmid (alhamdulillah) sebanyak 33x, dan takbir (Allahu akbar) sebanyak 33x, kalimat tauhid atau dzikir (laa ilaha ilallah) sebanyak 33x atau 100x, dan shalawat nabi (allahumma shalli ala muhammad).
Setelah itu, bacalah istighfar 100x untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Berikut istighfar yang biasa dibaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ.
Astaghfirullahal 'azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilahi.
Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu jaga."
Selesai beristighfar, kita dapat membaca doa taubat nasuha sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجُرُنِي عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى أَنَا صِحَكَ فِي التَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى اخْلِصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلْ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحُسْنَ ظَن بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ.
Allaahumma innii as-aluka taufiiqa ahlil hudaa wa a'maala ahlit taubati wa 'azma ahlish shabri wa jidda ahlil khasyyati wa thalaba ahlir raghbati wa ta'abbuda ahlil wara'i wa 'irfaana ahlil 'ilmi hattaa akhaafaka. Allaahumma innii as-aluka makhaafatan tahjuzunii 'an ma'aashlika hattaa a'mala bithaa'atika amalan astahiqqu bihil ridhaaka hattaa unaashihaka fit taubati khaufan minka wa hattaa akhlisha lakan nashiihata hubban laka wa hattaa atawakkala 'alaika fil umuuri kullihaa wa husna zhanni bika. Subhaana khaaliqi nuurin.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq (pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah), dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara'), dan makrifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan ketaatan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridha-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut kepada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya."
Selain itu, ada pula bacaan lain untuk doa setelah sholat taubat nasuha. Berikut adalah bacaan yang dikutip dari buku Doa & Dzikir Mustajab Untuk Wanita oleh Muzdalifah Muhammad Dinah Muhiddin.
أَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنا عَلى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَاسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Allaahumma Anta Rabbii laa ilaaha illaa Anta, khalaqtanii, wa ana 'abduka, wa ana 'ala ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzubika min syarri maa shana'tu, abuu'u laka bini'matika `alayya wa abuu'u laka bi dzambii faghfirlii, fa innahuu laa yagh-firudz-dzunuuba illaa Anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu, dan aku di atas ikatan janji Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Engkau." (HR. Al-Bukhari)
Bagaimana Tata Cara Taubat Nasuha?
Taubat nasuha adalah proses kembali kepada Allah dengan kesungguhan hati setelah melakukan kesalahan. Untuk menjalaninya dengan benar, kita perlu memahami langkah-langkah taubat sesuai jenis dosa yang pernah dilakukan. Mari simak tata cara taubat nasuha sebagaimana dijelaskan dalam buku Ibadah-ibadah Paling terhormat bagi Pelaku Maksiat agar Taubat Nasuha oleh Muhammad Nasrullah.
1. Mengenali Jenis Dosa Sebelum Bertaubat
Dalam ajaran Islam, dosa terbagi ke dalam dua kelompok besar. Pertama, dosa kepada Allah SWT, baik yang muncul karena meninggalkan kewajiban seperti sholat, puasa wajib, atau zakat, maupun karena melakukan larangan seperti meminum minuman keras, berjudi, hingga mengambil harta riba.
Kedua, dosa kepada sesama manusia, misalnya mencuri, memfitnah, merampas hak orang lain, atau menyebarkan aib seseorang. Perbedaan jenis dosa ini menjadi penentu tata cara taubat yang perlu dilakukan.
2. Taubat Nasuha untuk Dosa kepada Allah SWT
Untuk dosa yang berkaitan langsung dengan hak Allah, langkah-langkah taubatnya bersifat pribadi namun tetap membutuhkan ketegasan diri. Langkah untuk bertaubat adalah sebagai berikut:
Menghentikan Dosa
Pelaku taubat harus berhenti dari perbuatan dosa secara langsung. Jika dosanya berupa meninggalkan kewajiban, kewajiban itu harus segera dijalankan. Jika kewajiban tersebut masih bisa diganti, seperti sholat atau puasa, maka harus dilakukan qadha.
Memohon Ampunan
Doa dan istighfar menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Seseorang memohon ampun dengan kerendahan hati, menyadari bahwa segala kekurangan berasal dari dirinya sendiri.
Merasa Menyesal
Ada keharusan untuk benar-benar menyesali kesalahan yang sudah lewat. Penyesalan ini menjadi fondasi dari seluruh proses taubat.
Bertekad Tidak Mengulangi
Komitmen untuk tidak kembali pada perbuatan yang sama merupakan syarat penting. Janji ini harus hadir dari keinginan yang tulus. Jika salah satu dari langkah tersebut diabaikan, taubat tidak dipandang sebagai taubat yang sempurna.
3. Taubat Nasuha untuk Dosa kepada Sesama Manusia
Dosa yang menyangkut hak orang lain membutuhkan proses yang lebih luas karena berkaitan dengan hubungan sosial. Langkah-langkahnya meliputi:
Berhenti dari Perbuatan Zalim
Sama seperti taubat dari dosa kepada Allah, seseorang harus segera menghentikan tindakan yang merugikan orang lain.
Beristighfar
Selain meminta maaf kepada sesama, pelaku tetap perlu memohon ampun kepada Allah SWT karena telah melanggar ketentuan-Nya.
Menyesali Sikap Tersebut
Penyesalan harus muncul dari dalam diri, menjadi pijakan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan dengan manusia.
Berkomitmen Tidak Mengulanginya
Tekad kuat untuk menghindari perbuatan serupa menjadi langkah lanjutan dari proses taubat.
Mengembalikan Hak Orang Lain
Bagian ini menjadi ciri khas taubat terhadap sesama manusia. Jika pelanggaran berkaitan dengan harta, barang tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya. Apabila sifatnya nonmaterial seperti ghibah, fitnah, atau tuduhan, pelaku perlu meminta maaf dan berusaha memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan.
Hadits yang diriwayatkan Bukhari menggambarkan kewajiban ini:
"Barang siapa pernah berbuat zalim kepada saudaranya terhadap kehormatannya atau yang lain, hendaknya meminta orang tersebut menghalalkan dirinya dari perbuatan aniayanya tersebut hari ini sebelum datang hari tidak ada uang dinar dan dirham. Apabila ia memiliki amal saleh, maka akan diambil amal saleh darinya sebanding dengan perbuatan kezalimannya. Apabila tidak memiliki amal saleh, maka akan diambilkan dosa saudaranya dan dilimpahkan kepada dirinya." (HR. Bukhari)
Kapan Waktu Mengerjakan Sholat Taubat?
Menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat taubat merupakan bagian penting dari proses taubat itu sendiri. Berdasarkan penjelasan dari buku Ayat-ayat Nasihat tulisan Mohamad As'adi bin Tawi, sholat sunnah ini memiliki waktu utama yang dianjurkan serta beberapa waktu yang perlu dihindari agar pelaksanaannya sesuai dengan aturan ibadah.
Waktu yang paling dianjurkan untuk mengerjakan sholat taubat adalah malam hari, khususnya setelah sholat isya hingga menjelang tengah malam. Pada waktu ini suasana lebih tenang sehingga seseorang dapat lebih khusyuk dalam memohon ampun dan menyampaikan ikrar penyesalan kepada Allah SWT.
Apabila taubat harus segera dilakukan karena keadaan mendesak, sholat taubat boleh dikerjakan kapan saja. Hal ini memberi ruang bagi siapa pun untuk segera kembali kepada Allah SWT tanpa harus menunggu waktu tertentu, selama tidak berada pada waktu-waktu terlarang sebagai berikut:
- Sejak terbit fajar kedua hingga terbit matahari.
- Dari terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah.
- Ketika matahari tepat di tengah langit sampai mulai condong ke barat.
- Setelah sholat Ashar sampai matahari terbenam.
- Ketika matahari terbenam hingga tenggelam sempurna.
FAQ
Apa doa taubat nasuha?
Doa taubat nasuha adalah doa yang dibaca setelah sholat taubat untuk memohon ampunan dengan penuh penyesalan, seperti doa panjang yang berisi permintaan taufik, keteguhan hati, perlindungan dari maksiat, hingga permohonan agar diberikan rasa takut kepada Allah. Selain itu, doa sayyidul istighfar juga dapat dibaca sebagai bagian dari taubat.
Doa taubat dilakukan kapan?
Doa taubat dibaca setelah selesai melaksanakan sholat taubat dua rakaat. Waktu terbaiknya adalah malam hari setelah Isya hingga menjelang tengah malam, namun doa dan sholat taubat boleh dilakukan kapan saja jika merasa harus segera bertaubat, kecuali pada waktu-waktu terlarang salat seperti setelah Subuh hingga matahari terbit atau setelah Ashar hingga matahari terbenam.
Apa saja 3 langkah taubat nasuha?
Pertama, berhenti dari perbuatan dosa seketika itu juga. Kedua, menyesali kesalahan dengan sungguh-sungguh. Ketiga, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya. Untuk dosa yang berkaitan dengan sesama manusia, ada tambahan kewajiban mengembalikan hak atau meminta maaf kepada pihak yang dizalimi.
(sto/ams)











































