Drama 17 Hari Pencarian Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet

Terpopuler Sepekan

Drama 17 Hari Pencarian Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 18 Jan 2026 07:12 WIB
Proses pemakaman jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Pemakaman Umum Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kamis (15/1/2026),
Proses pemakaman jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Pemakaman Umum Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kamis (15/1/2026), Foto: dok. detikJateng
Solo -

Syafiq Ridhan Ali Razan, pemuda 18 tahun warga Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, tewas usai 17 hari menghilang di Gunung Slamet. Proses evakuasinya sempat diundur sehari karena cuaca buruk.

Diketahui sebelumnya, Ali sempat hilang bersama temannya, Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Magelang, saat mendaki Gunung Slamet via jalur Dipajaya Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025) pukul 23.00 WIB. Jika tidak ada aral merintang, estimasi waktu kedatangan pada Minggu (28/12/2025) sore.

Salah satu pendaki itu, Himawan Choidar Bahran, ditemukan dalam kondisi selamat di Pos 5 dan langsung dievakuasi ke basecamp Dipajaya pada Selasa (30/12/2025) lalu. Menurut korban selamat, mereka berdua terpisah di sekitar Pos 9. Saat itu Syafiq Ali disebut sedang mencoba mencari bantuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momen tim pencari menemukan jenazah Syafiq Ali, dan proses evakuasinya menjadi topik populer selama sepekan ini.

ADVERTISEMENT

1. Ditemukan di Tebing Kawah

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, mengatakan jasad Ali berada di tebing kawah dekat puncak Slamet.

"Jadi tidak di bawah kawah, tapi masih ada di tebing kawah (ada fotonya)," ucap Catur, Rabu (14/1).

"Kita infokan kepada teman-teman media, dalam posisi terbaring dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kedalaman kurang lebih dari puncaknya sekitar 50 meteran," sambung Catur.

Pada momen jumpa pers di Pemkot Magelang ini, Catur didampingi Dinsos, BPBD, Camat, Lurah dan Dinkes. Informasi penemuan Ali yang hilang sejak 17 hari lalu itu diterima Catur pukul 10.30 WIB.

"Alhamdulillah sekitar pukul 10.30 WIB, kami menerima informasi langsung dari Tim SAR yang ada di puncak. Alhamdulillah, survivor Mas Ali putra dari Pak Dhani dan Mbak Tari, sudah diketemukan," ujar Catur.

Jenazah pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi lewat Gunungmalang, Purbalingga, Kamis(16/1/2026).Jenazah pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi lewat Gunungmalang, Purbalingga, Kamis(16/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

2. Kondisi Saat Pertama Ditemukan

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, mengungkap kondisi jasad Ali ketika ditemukan.

Arie menjelaskan bahwa lokasi penemuan korban masih berada di sekitar area awal korban terpisah. Ia menyebutkan, di sekitar titik tersebut juga ditemukan sejumlah barang milik korban.

"Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi berpisah. Di sekitar situ juga ada ceceran barang seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya," ujar Affandi kepada wartawan, Rabu (14/1).

Affandi menegaskan korban tidak ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir atau terkubur. Berdasarkan hasil pengamatan dokumentasi di lapangan, korban diduga baru meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

"Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari. Kondisi tubuh korban masih cukup baik," jelasnya.

Ia menambahkan, korban diduga meninggal dunia akibat hipotermia. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya kondisi pakaian korban yang tidak lengkap.

"Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi," tambahnya.

3. Proses Evakuasi Butuh Waktu 15 Jam

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menuturkan proses membawa jenazah Ali dari lokasi penemuan ke basecamp Dipajaya butuh waktu sekitar 15 jam.

"Alhamdulillah pada hari ini, Rabu (14/1) jam 10.30 WIB, diinfokan dari relawan mandiri yang berada di puncak Gunung Slamet. Menginformasikan survivor Ali sudah ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia)," kata Catur di Pemkot Magelang.

"Info terakhir jam 14.00 WIB, untuk menaikkan jenazah Mas Ali membutuhkan waktu kurang lebih 15 jam sampai dengan basecamp Dipajaya," lanjut Catur.

4. Dievakuasi Lewat Purbalingga

Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang, Handika, mengungkapkan jasad Syafiq Ali dievakuasi lewat Purbalingga. Awalnya, jenazah korban hendak dibawa turun melalui basecamp Dipajaya.

Namun, perubahan jalur diputuskan atas pertimbangan jarak yang lebih dekat serta posisi tim penolong yang tidak terlalu jauh dari jalur Gunung Malang.

"Ya, untuk terkini yang tadinya survivor diturunkan melalui jalur Dipajaya, tapi ada perubahan dari teman-teman yang di atas itu kita alihkan ke jalur Gunung Malang," kata Handika saat dihubungi detikJateng, Kamis (15/1).

"Karena gini pertimbangannya, jalur lebih dekat, survivor dan tim penolong ini juga tidak terlalu jauh. Kurang lebih sampai sini tiga jam," tambahnya.

Proses evakuasi tersebut diketahui sempat mundur sehari akibat cuaca buruk. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJateng, tim yang membawa jenazah Ali sempat berhenti di salah satu jalur pendakian akibat kondisi cuaca.

Informasi tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Desa Clekatakan, Pemalang, Sutrisno.

"Iya betul, cuaca buruk, evakuasi dilanjutkan besok (Kamis)," kata Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno.

Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) disalatkan di Masjid Baiturrosyidin Perum Depkes Kota Magelang, Kamis (15/1/2026).Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) disalatkan di Masjid Baiturrosyidin Perum Depkes Kota Magelang, Kamis (15/1/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

5. Diprediksi Sudah Meninggal Selama 15 Hari

Begitu berhasil dievakuasi dan turun dari Gunung Slamet, jenazah Ali dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk diperiksa. Dokter yang menangani pemeriksan, dr Gunawan, mengungkap kondisi tampak luar jenazah Ali sudah dikerumuni belatung.

"Kami tadi melakukan pemeriksaan autopsi luar. Dari hasil pemeriksaan luar itu yang pertama jenis kelamin laki-laki. Kemudian kami lakukan pemeriksaan dari kepala sampai anggota gerak paling bawah, yang pertama kita temukan adalah jenazah ini sudah dikerumuni belatung," kata dr Gunawan kepada awak media.

Ia menjelaskan, pada bagian kepala, leher, dada, hingga perut tidak ditemukan tanda-tanda luka atau jejas.

"Di bagian kepala tidak terdapat jejas, lalu leher, dada dan perut juga tidak ada. Namun setelah kita periksa di bagian tulang paha kiri itu patah," ujarnya.

Berdasarkan kondisi jenazah dan perkembangan belatung, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua pekan sebelum pemeriksaan dilakukan.

"Diperkirakan itu kurang lebih 15 hari (meninggal dunia) dari saat pemeriksaan ini. Kita lihat dari patokan belatungnya," jelasnya.

Meski demikian, dr Gunawan menegaskan pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban karena pemeriksaan yang dilakukan baru sebatas autopsi luar.

"Penyebab pastinya (meninggal dunia) tidak bisa ya, karena saya hanya memeriksa dari hasil pemeriksaan luarnya. Insyaallah tidak ada (tanda-tanda penganiayaan)," tegasnya.

6. Dimakamkan Malam Harinya

Ambulans yang membawa jenazah Syafiq Ali kemudian memasuki halaman Masjid Baiturrosyidin Perum Depkes Kota Magelang Kamis (15/1) sekitar pukul 20.26 WIB. Peti jenazah kemudian diangkat personel Basarnas dan Relawan untuk dibawa menuju masjid.

Jenazah sempat disalatkan keluarga dan para pelayat. Pj Sekda Kota Magelang Larsita juga terlihat di masjid itu.

Usai disalatkan, almarhum Syafiq Ali kemudian dibawa ke Pemakaman Umum Sidotopo, Kelurahan Kedungsari untuk dimakamkan. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono turut hadir dalam pemakaman.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo berharap keluarga bisa mengikhlaskan kepergian Syafiq Ali.

"Insyaallah sudah mengikhlas (Mas Ali bisa) pulang ke Kota Magelang. Ini bukan makam keluarga, tapi Makam Sidotopo. Dengan alasan kalau Mas Dhani dan Mbak Tari mau (ziarah) dekat," ucap Catur.

"Kebetulan di sini (makam) juga ada budhe atau buleknya dimakamkan di sini. Jadi ini pemakaman umum, bukan pemakaman keluarga," sambung Catur.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Bermain dan Menyegarkan Diri di Air Terjun Sekar Langit, Magelang"
[Gambas:Video 20detik] (apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads